Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Tamu Istimewa


__ADS_3

Byuuurrrrrr


Fulgi dan Kimmy langsung tersadar ketika wajah mereka di siram dengan air dingin. Mereka berdua mendesis lirih saat kepala mereka berdenyut nyeri. Fulgi yang lebih dulu menguasai diri nampak terkejut melihat seekor binatang buas sedang duduk santai di hadapan mereka. Mulut binatang tersebut kemudian terbuka dengan sangat lebar, seolah ingin memamerkan deretan gigi runcingnya yang sangat tajam.


"K-kenapa bisa ada harimau di sini? Dan-dan dimana ini? Fulgi, kita ada dimana!" tanya Kimmy ketakutan dan juga kebingungan.


"Aku tidak tahu, Ma. Tapi yang jelas saat ini kita sedang di culik, dan penculiknya adalah pria yang tadi datang menjemput kita di bandara" jawab Fulgi sambil terus menatap kearah harimau. "Ya Tuhan, baru kali ini aku melihat binatang buas secara langsung di depan mata. Siapa pemiliknya?.


"Kami, binatang buas itu adalah milik kami."


Fulgi dan Kimmy menoleh kearah samping. Kening mereka mengerut ketika melihat segerombolan orang sedang berdiri di sana. Mata Fulgi memicing saat memperhatikan seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di pangkuan seorang pria yang wajahnya terlihat begitu datar. Dia merasa cukup familiar dengan sosok wanita tersebut.


"Turunkan pandanganmu atau aku akan mengeluarkan biji matamu dari tempatnya. Beraninya kau menatap istriku seperti itu. Cepat turunkan pandanganmu!" teriak Greg murka.


"Siapa kalian?" tanya Fulgi tanpa mengenal takut. "Dan kau wanita j*lang, kenapa wajahmu terasa tidak asing di mataku? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?.


Grrrrrrrrrr


Lan menggeram marah. Dia segera bangkit kemudian berjalan mendekat kearah pria yang baru saja merendahkan tuannya.


"Cobalah berkenalan dengan teman barumu, Lan. Rasakan apakah daging di tubuh mereka terasa manis atau malah pahit!" ucap Liona setelah memberikan perintah melalui pikirannya.


"Gigit kakinya sampai patah Lan. Sungguh lancang menyebut kata-kata kotor untuk Nyonya-mu!" imbuh Greg yang kesal istrinya di sebut j*lang oleh pria yang ingin merusak kebahagiaan putranya.


Jangan di tanya betapa takutnya Fulgi saat ini ketika Lan dengan beringas mulai menjilati kakinya yang masih terbungkus celana. Kimmy yang melihat putranya sedang di jilati oleh seekor binatang buas hanya bisa terdiam kaku sembari memejamkan ata. Dia sebenarnya bingung kenapa orang-orang ini menangkapnya. Padahal mereka baru saja sampai di negara ini dan tidak merasa pernah menyinggung seseorang yang ada disini. Airmata Kimmy merembes keluar ketika dia merasakan hawa dingin di bagian lengannya yang terbuka. Dia yakin sekali kalau rasa dingin itu pasti berasal dari lidah di harimau bernama Lan.


"Kenapa Nyonya Kimmy... Apa kau tidak ingin berkenalan dengan kesayanganku?" tanya Liona dengan santai. "Dia adalah seekor harimau yang sangat baik dan patuh. Tenang saja, dia tidak akan mungkin menyakitimu."

__ADS_1


"K-k-kalian s-siapa? Ke-kenapa menyekap kami di tempat ini?" tanya Kimmy dengan suara bergetar.


"Buka matamu dan tatap lawan bicaramu, Nyonya Kimmy. Disini itu ada banyak orang, jadi kami tidak tahu siapa yang sedang kau ajak bicara" jawab Greg jengah. "Hon, kenapa tidak kau suruh saja si Lan untuk memakan kedua orang munafik ini. Aku benar-benar benci melihat mereka!.


"Sabar Greg, mereka bawa kemari bukan untuk di buat mati dengan cepat. Kasihan Lan, Jackson sudah tidak bisa lagi menemaninya bermain, dia pasti sangat kesepian akhir-akhir ini" sahut Liona menenangkan suaminya yang mulai kesal.


Greg mendengus. Dia kemudian menoleh ketika mendengar suara jeritan seseorang.


"Yo Lan, temanmu sedang sangat ketakutan sekarang" ucap Greg sambil tersenyum licik. "Jack-Gal, salah satu orang yang pernah memakai jasamu ada di tempat yang sama denganmu, Fulgi. Silahkan kalian bernostalgia nanti."


Fulgi yang mendengar nama Jack-Gal di sebut segera celingukan mencari keberadaannya. Dia sedikit tidak percaya kalau pembunuh berdarah dingin itu berada di tempat dimana dia sedang di sekap.


"Ada apa Fulgi? Apa kau tidak percaya kalau Jack-Gal ada disini, hem?" tanya Liona dingin. "Hansen, bawa pengecut itu datang kemari untuk meyakinkan tamu kita."


"Baik Nyonya" jawab Hansen kemudian pergi keluar untuk menghampiri Jackson yang sedang menjerit-jerit ketakutan karena berpapasan dengan seorang pelayan.


"Fulgi, mereka ini siapa? Mama takut sekali sayang" bisik Kimmy.


"Aku juga tidak tahu, Ma. Seingatku aku tidak pernah berurusan dengan orang-orang ini sebelumnya. Atau jangan-jangan mereka adalah orang suruhannya Bibi Clarissa. Ya, mereka pasti adalah orang suruhannya. Tapi Bibi Clarissa kan tidak tahu kalau kita datang ke negara ini? Lalu siapa mereka?" jawab Fulgi bimbang dengan jawabannya sendiri.


Liona tersenyum miring melihat kedua tamu istimewanya sibuk bertanya-tanya. Dia kemudian turun dari pangkuan Greg, melangkah dengan begitu anggun kearah tamu tersebut di ikuti oleh Lan di belakangnya.


"Nyonya Kimmy, kalau kau begitu penasaran maka aku akan dengan senang hati memberitahukan pada kalian berdua tentang siapa kami sebenarnya" ucap Liona sembari mengusap-usap kepala Lan. "Aku adalah Ibu dari sepasang suami istri yang ingin kalian rusak rumah tangganya. Dan pria tampan yang tadi duduk bersamaku bernama Greg Ma, dia adalah suami sekaligus Ayah dari Gabrielle Ma. Untuk mereka yang ada di belakangku, kalian pasti sudah tahulah siapa mereka. Dan ya, saat ini kalian sedang berada di rumahku, tempat yang akan menjadi persinggahan terakhir kalian sebelum mati!.


Gluuukkk


Takut, itu sudah pasti. Fulgi yang sebelumnya sudah membayar orang untuk menyelidiki keluarga Gabrielle merasa sangat tertekan. Bagaimana tidak, dia sebelumnya sudah mendapat peringatan dari orang suruhannya agar tidak macam-macam dengan keluarga ini. Namun dia abai karena hasratnya yang terlalu menggebu ingin segera merebut Elea dari tangan Gabrielle. Sadar jika nyawanya sedang berada dalam bahaya Fulgi segera memikirkan cara agar bisa kabur dari tempat ini. Biarlah dia gagal mendapatkan Elea, yang penting dia bisa selamat dari cengkeraman seorang wanita yang mendapat julukan sebagai singa pencabut nyawa.

__ADS_1


Di saat Fulgi sedang sibuk memikirkan cara untuk melarikan diri, Hansen datang sambil menyeret Jackson yang sedang bergelayut di kakinya. Pria yang di juluki sebagai pembunuh berdarah dingin itu terlihat sangat ketakutan melihat banyaknya orang yang berada di ruangan ini.


"E-Elea, a-aku mohon tolong jangan bunuh aku. Tolong ampuni aku, Elea. Aku menyesal sudah menyakitimu. Aku menyesal!" ucap Jackson panik melihat wajah semua orang berubah menjadi wajah gadis kecil yang dulu menjadi obsesinya.


Greg turun tangan. Dia melangkah maju, menjambak rambut Jackson kemudian menariknya kearah Fulgi. Sambil menyeringai Greg menunjukkan betapa tidak berdayanya si Jackson ini di hadapan pria yang sedang ternganga kaget.


"Kau tahu dia siapa bukan?" tanya Greg. "Dia adalah pria yang tujuh tahun lalu menyakiti menantu kesayangan kami. Dan lihatlah sekarang, pembunuh bayaran yang pernah kau sewa jasanya saat ini terlihat sangat menyedihkan. Kau tahu apa penyebabnya?.


Sambil gemetar ketakutan Fulgi menggelengkan kepala. Dia benar-benar sangat syok melihat keadaan Jack-Gal yang begitu mengerikan. Sekujur tubuhnya di penuhi luka mengaga dan juga luka bekas cakaran. Tubuhnya juga terlihat sangat kurus dengan bola mata hitam melingkar besar di bawah kantung matanya. Sungguh sangat jauh berbeda dengan apa yang dia lihat saat pertemuan mereka dulu.


"Dia jadi seperti ini karena berniat mengambil Elea dari sisinya Gabrielle. Dan kau, kau sengaja datang kemari hanya untuk merusak kebahagiaan putra dan menantuku. Tidakkah kau merasa kalau kau datang hanya untuk mengunjungi pintu neraka, Tuan Fulgian Alexander Wu?.


Baik Kimmy maupun Fulgi sudah tidak ada yang berani untuk sekedar membalas perkataan ayahnya Gabrielle. Tubuh keduanya kaku, mereka sangat takut akan mengalami hidup yang sama seperti Jack-Gal. Sungguh, kini mereka berdua baru tahu apa artinya penyesalan.


"Hansen, biarkan Jackson berada di luar kandang. Karena mulai sekarang kandangnya Lan akan menjadi rumah bagi kedua tamu istimewa kita. Dan ya, satu hal lagi. Untuk malam ini biarkan mereka istirahat dengan tenang. Tapi besok pagi mereka akan menggantikan Jackson menemani Lan berolahraga. Dia sepertinya sudah tidak sabar ingin segera bermain dengan teman barunya. Iya kan Lan?" ucap Liona kemudian terkekeh ketika Lan menggesek-gesekkan kepala di kakinya.


Kimmy dan Fulgi, jangan kalian tanya lagi bagaimana perasaannya. Saking takutnya, mereka sampai tidak bisa bicara. Mereka berdua hanya bisa pasrah ketika di seret masuk ke dalam sebuah kandang dimana terdapat bercak darah mengering di sana sini. Sungguh lah, mencari masalah dengan Keluarga Ma adalah hal yang paling mengerikan di hidup mereka. Ingin menyesal pun sudah tidak ada gunanya lagi karena sekarang nasi sudah menjadi bubur. Hidup mereka akan segera berakhir di tangan wanita berjuluk singa si pencabut nyawa.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2