
Dengan langkah lebar Kimmy berjalan menuju kamar Clarissa. Sejak tadi dia mencari keberadaan Levi, dan kata pelayan dia sedang berada di kamar saudarinya itu.
"Maaf Nyonya, anda tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam" cegah Ares sambil berdiri tepat di depan pintu kamar Nyonya Wu.
"Minggir kau asisten sialan. Aku tidak ada urusan denganmu maupun Clarissa. Aku hanya ingin meminta pertanggungjawaban dari Levi!" sentak Kimmy sembari berkacak pinggang.
"Apapun alasan Nyonya saya tetap tidak akan membiarkan Nyonya masuk ke dalam!."
"Kau!" kesal Kimmy kemudian menunjuk wajah Ares dengan jari telunjuknya.
Ceklek
"Yoo, coba lihat siapa yang sedang membuat gaduh di sini...!."
Reinhard dengan cepat segera membungkam mulut Levi ketika melihat Nyonya Kimmy yang sedang menatap penuh amarah kearah mereka. Dia berusaha agar kekasihnya ini tak lagi menambah masalah setelah menyerang Fulgi dengan jurus nyeleneh yang di milikinya.
"Emmmmmmmmmttttt" geram Levi sambil berusaha melepaskan tangan Reinhard dari mulutnya.
"Diamlah, aku tidak mau Nyonya Clarissa berfikir lain tentangmu sayang. Jadi tolong jangan mencari masalah lagi dengan Nyonya Kimmy, oke?" bisik Reinhard membujuk Levi agar mau patuh padanya.
"Hei kau wanita gila, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu yang sudah mencelakai putraku. Apa kau tahu, gara-gara jurus anehmu itu masa depan putraku terancam hancur. Kau hampir saja membuat benda tumpul itu kehilangan calon bibit-bibitnya!" teriak Kimmy berapi-api.
"Nyonya Kimmy, apa maksudmu? Tolong bicara dengan jelas" sahut Reinhard bingung.
"Diam kau dokter dungu. Urusanku bukan denganmu tapi dengan wanita gila yang sedang kau peluk itu!" hardik Kimmy sambil memelototkan mata kearah Levi.
Melihat kekasihnya yang tampan di katai sebagai dokter dungu, amarah Levi langsung naik ke ubun-ubun. Dia menggigit tangan Reinhard yang masih membekap mulutnya kemudian menatap tajam kearah wanita yang masih memelototkan mata kearahnya.
__ADS_1
"Kau bilang apa barusan? Dokter dungu?? Hei kau wanita tua yang sudah bau tanah, masih untung kedua biji telur anakmu hanya kubuat bengkak saja, bukan ku patahkan sampai ke akar-akarnya langsung. Itu akibatnya jika berani bertindak mesum pada kami kaum wanita. Cihh, di pikir tampang anakmu itu setampan apa hah sampai berani melecehkan Elea? Minta dia untuk berkaca di depan cermin sebelum mendekati saudaranya sendiri!" hina Levi yang langsung membuat Kimmy diam tak bersuara. "Asal kau tahu ya nenek tua, pria yang kau sebut dokter dungu ini masih jauh lebih sopan dalam menghargai wanita ketimbang putramu yang menjijikkan itu. Begitu tahu kalau Elea adalah pewaris tunggal dari harta kekayaan milik Keluarga Wu dia langsung melakukan pendekatan untuk mengambil hati Elea. Jangan kalian pikir aku tidak bisa membaca niat dan tujuan kalian sebenarnya ya. Dasar serakah, memangnya kurang baik apa Nyonya Clarissa pada kalian selama ini. Sudah di berikan tempat tinggal dan makanan gratis kalian malah dengan tidak tahu malunya ingin menjerat Elea demi agar bisa mengalihkan hak kepewarisan atas nama kalian. Sadar tidak kalau kau dan putramu itu sudah bertingkah layaknya sampah yang tidak ada harganya. Dan satu hal lagi, beraninya mengatai kekasihku sebagai dokter dungu. Kau itu sudah bosan hidup ya? Iya? Jawab!!!."
Kimmy terperangah ketika niatannya di baca begitu mudah oleh Levi. Tak ingin ketahuan dan juga karena sudah kalah dalam berdebat, Kimmy berniat pergi dari sana. Mentalnya sudah tidak sanggup lagi jika harus mendengar omelan wanita ini. Tapi baru saja dia berbalik, rambutnya tiba-tiba di tarik dengan sangat kuat ke belakang. Kimmy yang tidak siap hampir saja jatuh terbangkang jika Ares tak menahan lengannya.
"Siapa yang menarik rambutku!" teriak Kimmy dengan sangat marah.
"Aku!."
Elea menatap datar kearah bibinya. Ya, dialah orang yang telah menarik rambutnya. Elea sengaja melakukan hal itu karena merasa sangat jengkel setelah Levi mengatakan kalau bibi dan saudaranya itu berniat mendekatinya hanya karena harta. Elea lagi-lagi harus merasakan sakit akibat kearoganan seseorang yang haus akan kemewahan. Dia muak dan hatinya merasa terbakar. Memaksanya untuk bersikap sedikit kasar pada bibinya meskipun mereka belum lama saling bertemu.
"Elea, sayang, kenapa kau bersikap kasar seperti ini, hm? Bibi salah apa padamu?" tanya Kimmy melembut ketika berhadapan dengan kunci kekayaannya.
"Banyak" jawab Elea singkat. "Aku sangat membenci orang-orang yang tega menyakiti anggota keluarganya sendiri hanya demi sebuah kekayaan. Sudah cukup apa yang aku alami selama ini, kenapa Bibi tega menambah deretan luka di hidupku? Kenapa kalian suka sekali membuat aku hidup merana? Memangnya kesalahan apa yang sudah ku perbuat sampai Bibi dan Fulgi tega melakukan hal ini padaku? Aku sudah menikah Bi, kenapa Fulgi ingin merusak kebahagiaanku? Kita bahkan baru kemarin saling mengenal, bisa-bisanya kalian mempunyai pikiran sepicik ini untuk menghancurkan rumah tanggaku. Kalian jahat, kalian tidak punya hati. Jahaaattt!!!!."
Reinhard, Levi, Kimmy, Ares, dan juga Clarissa yang baru datang menatap tak percaya ketika Elea mengeluarkan semua unek-uneknya. Sedangkan Gabrielle, pria itu hanya berdiri menyender sambil melipat tangan di dada. Dia suka melihat istrinya bisa menumpahkan seluruh perasaan yang dia pendam, juga merasa lega karena istrinya tidak lemah akan serangan dari para musuh yang Gabrielle yakini akan semakin banyak bermunculan.
"Apa?? Bibi pasti ingin mengelak dari tuduhan yang aku lontarkan bukan? Mengelaklah jika Bibi sanggup!" potong Elea cepat.
Kimmy menelan ludah. Dia maju selangkah agar bisa meraih tangan si kunci harta karun. Tapi sayang langkahnya itu langsung di hadang oleh Levi, membuatnya memilih untuk mundur perlahan-lahan.
"Sayang, Fulgi melakukan hal itu hanya karena ingin lebih akrab saja denganmu. Tak sedikitpun ada niat di hatinya untuk merusak rumah tanggamu dengan Gabrielle. Sungguh!."
"Oh ya??" cibir Elea.
Kimmy mengangguk yakin.
"Memelukku, menarik lenganku, lalu menatapku penuh rasa lapar, apa seperti itu bisa di sebut dengan istilah mengakrabkan diri? Bibi Kimmy, aku tahu kau tidak bodoh. Aku ini sudah besar, bukan lagi anak berusia lima tahun yang bisa dengan mudah kau bohongi. Aku bisa merasakan kalau Fulgi itu tertarik padaku, dia ingin merebutku dari tangan Kak Iel. Aku tidak suka, aku tidak suka!!!!!."
__ADS_1
Gabrielle segera merengkuh Elea ke dalam pelukannya kemudian membawanya pergi dari sana. Sudah cukup, seharusnya kemarahan Elea bisa membuat Kimmy dan putranya merasa jera. Alasan Gabrielle segera membawa Elea pergi dari sana adalah karena Elea sudah terfikir untuk membunuh bibinya sendiri. Gabrielle tidak mau kejiwaan Elea di manfaatkan oleh Kimmy untuk meraih apa yang mereka inginkan. Bisa gawat jika istrinya ini sampai merasa terprovokasi.
"Kimmy, apapun niat dan tujuanmu pada Elea aku pasti akan menghalaunya. Fulgi dan Elea itu masih saudara, kau seharusnya menghentikan kegilaan putramu yang ingin menjadikan Elea sebagai miliknya. Itu tidak benar, mereka tidak boleh bersama" ucap Clarissa lirih sambil di papah oleh Cira.
"Banyak omong kau Clarissa!" sentak Kimmy tak terima.
"Kau yang banyak omong, kadal buntung. Cihh, Ibu dan anak sama saja, sama-sama menjijikkan dan tidak tahu malu!" sela Levi sambil mencibir jijik.
"Kauuuu...." sahut Kimmy sembari menunjuk wajah Levi.
"Kau apa hah? Turunkan jarimu sekarang atau aku akan membuatnya menjadi keriting seperti mie rebus. Tahu tidak, selain Jurus Tapak Dewa, aku masih memiliki ribuan jurus lain yang tak kalah ampuh seperti yang di terima oleh putramu. Aku tidak keberatan jika harus membagi jurus itu padamu sekarang juga!" ancam Levi kemudian menyeringai lebar.
Mendengar ancaman yang membuat bulu kuduk berdiri membuat Kimmy segera mengambil langkah seribu. Kalau milik putranya saja bisa di serang dengan sangat mudah oleh Levi, tidak menutup kemungkinan kalau dadanya lah yang akan menjadi bahan percobaan dari jurus-jurus nyelenehnya itu. Bisa pecah silikon yang dia tanam di dadanya jika Levi benar-benar melakukan apa yang dia katakan. Kimmy akan sangat malu pada semua teman sosialitanya nanti.
"Huh, baru begitu saja sudah kabur. Dasar srigala loreng" gerutu Levi.
Clarissa menghela nafas dalam. Dia lalu mengajak semua orang untuk pergi menemui Gabrielle dan Elea. Dia merasa sedikit khawatir dengan perubahan emosi yang terjadi di diri cucunya tadi. Seolah itu memperlihatkan kalau cucunya mempunyai sisi lain yang sangat mengerikan. Entah itu bawaan dari lahir atau malah terlahir dari semua rasa sakit yang di rasakannya selama ini. Clarissa tidak tahu itu dan akan berusaha untuk mencari tahu.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
__ADS_1