Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Niat Jahat


__ADS_3

Seperti yang di duga sebelumnya, pagi ini Junio bangun dengan wajah yang sangat mengerikan. Matanya memerah dengan lingkaran hitam yang cukup tebal menggantung di bagian bawah matanya. Andai saja kalian tahu apa yang terjadi semalam, kalian pasti akan langsung menertawakannya. Setelah dia kembali dari apartemen Patricia, kecambah bar-bar itu langsung mengeluarkan ajiannya. Sepanjang malam waktunya hanya di habiskan untuk muntah dan juga merintih kesakitan karena kepalanya tidak berhenti berdenyut. Tak kuat dengan ilmu santet jarak jauh yang dikirimkan oleh anaknya, Junio pun meminta anak buahnya untuk menjemput paksa Patricia dari apartemennya. Sumpah, dia sudah tidak kuat lagi. Tenaganya bahkan sampai habis tak bersisa.


"Maaf Tuan Junio, Nona Patricia menolak untuk ikut kemari. Beliau bilang lebih baik mati daripada harus bertemu dengan orang bau sampah seperti anda, Tuan. Dan setelah berkata seperti itu Nona Patricia langsung muntah hingga hampir pingsan. Melihat keadaannya yang lemah seperti itu kami memutuskan untuk tidak memaksanya datang kemari. Kami khawatir terjadi sesuatu pada kandungannya."


Kurang lebih begitulah laporan yang dikatakan oleh anak buahnya yang gagal membawa wanita hamil itu datang ke rumah ini. Alhasil, Junio terpaksa harus melewati malam dengan penuh siksaan. Dia berulang kali mengumpat si kecambah bar-bar yang tega mengirim santet pada daddy-nya sendiri.


"Kau masih sebesar upil saja sudah membuat Daddy-mu terlihat seperti zombie. Bagaimana nanti kalau kau sudah sebesar anak burung? Ilmu hitam apalagi yang akan kau kirimkan pada Daddy, Junior!" gerutu Junio sambil berjalan menuruni anak tangga.


Gleen yang di beritahu kalau Junio terkena santet pun bergegas datang begitu pagi tiba. Dia terperangah syok melihat keadaan sahabatnya yang hampir menyerupai mayat hidup dengan lingkaran hitam pekat di bawah matanya dan juga wajah pucat seperti vampir. Sungguh, Gleen benar-benar sangat kaget melihat keadaan Junio sekarang.


"Gleen, tolong aku!" rengek Junio dengan kaki yang gemetaran.


"Astaga Jun. Kenapa kau jadi seperti ini sih? Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan sampai ada orang yang mengirim santet padamu?" tanya Gleen sambil memapah Junio ke arah sofa.


Baru saja bokong Junio menempel di kulit sofa, rasa mual kembali datang menghampiri. Dengan langkah terseok-seok dia segera menuju kamar mandi, membiarkan mulutnya memuntahkan sisa air yang di minumnya saat bangun tidur tadi.


Hoek, hoeekk


"Ambilkan air hangat. Cepat!" teriak Gleen panik melihat sahabatnya jatuh terkapar di lantai.


Dengan raut penuh kekhawatiran Gleen segera membantu Junio berdiri. Dia kembali memapahnya ke arah sofa seraya menunggu pelayan membawakan air hangat yang dia minta.


"Kita ke rumah sakit!"


"Itu sia-sia, Gleen," sahut Junio dengan suara gemetaran. Wajahnya berada di level pucat paling tinggi.


"Sia-sia apanya hah! Sudah tahu sakit begini bukannya ke dokter malah menyiksa diri di rumah. Memangnya uangmu sudah habis apa!" omel Gleen sambil menyeka keringat di wajah Junio.


Junio menggeleng. Dia lalu menyender ke sofa, kepalanya kembali berdenyut-denyut.

__ADS_1


"Obat yang bisa menyembuhkan aku itu bukan obat dari dokter, Gleen. Tapi Patricia dan si kecambah bar-bar itu. Mereka adalah dalang di balik semua siksaan ini!"


Kening Gleen mengerut. Dia tidak paham dengan maksud ucapan Junio barusan.


"Oke, kalau Patricia aku tahu. Tapi kecambah bar-bar, dia itu manusia atau apa? Kenapa namanya jelek sekali?"


"Dia anakku. Benih yang aku tinggalkan di rahim


Patricia."


Kali ini Gleen terdiam seperti orang bodoh. Bukan karena perihal kehamilan Patricia, melainkan penyebutan nyeleneh Junio pada calon anaknya. Untuk beberapa saat lamanya Gleen hanya bisa diam mencerna alasan kenapa sahabatnya bisa sampai seperti ini. Dan tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri. Gleen ketakutan.


"Jun, apa kau jadi seperti ini setelah tahu kalau Patricia hamil?" tanya Gleen sambil menelan ludah.


"Iya. Dan ini sudah terjadi sejak aku menghadiri acara pemberkatanmu dengan Lusi di gereja. Sejak malam itu aku tidak pernah bisa tidur, Gleen. Perutku selalu bergejolak dan mataku tidak pernah bisa terpejam. Kau bisa saksikan sendiri bagaimana keadaanku sekarang," jawab Junio lemas.


"Kenapa hal-hal seperti ini bisa terjadi padamu, Jun? Bukankah orang yang akan memiliki anak itu harusnya merasa bahagia ya?"


Hehe, Gleen. Kali ini aku tidak akan menderita seorang diri. Tenang saja, aku akan membagi ketakutan ini agar kau semakin takut dan tidak berani menyentuh Lusi ketika kau pulang nanti.


"Gleen, apa benar kau ingin tahu kenapa aku bisa jadi begini setelah Patricia hamil?"


Gleen mengangguk dengan cepat. Kini telapak tangannya sudah berkeringat, Gleen merasa ada hal buruk yang akan segera dia dengar dari Junio.


"Ini adalah karma dari Tuhan karena selama ini aku selalu bersikap jahat pada banyak wanita. Termasuk juga pada Mommy-nya si kecambah bar-bar, Patricia Young. Kau tidak lupa kan bagaimana aku merenggut kesucian Patricia malam itu? Juga dengan wanita-wanita cantik yang aku tiduri sebelum kita jadikan manekin. Siksaan yang aku rasakan berasal dari semua itu, Gleen. Ini adalah karma yang sangat menyakitkan!" ucap Junio dengan nada serius yang dibuat-buat.


Jangan tanya bagaimana reaksi Gleen saat ini. Dia terlihat sangat gelisah dalam duduknya. Wajahnya yang tadi terlihat normal kini mulai aneh dan di banjiri keringat dingin. Sebagai orang yang telah banyak melakukan kejahatan, sudah pasti Gleen sangat takut mendapat karma setelah melihat keadaan Junio. Dia mulai parno sendiri membayangkan percintaannya dengan Lusi. Gleen khawatir kalau-kalau di rahim istrinya juga ikut tumbuh si kecambah bar-bar yang akan membalas semua dosa-dosa yang pernah dia perbuat dulu. Memikirkan hal ini membuat dada Gleen terasa sangat sesak. Dia seperti sedang dicekik oleh tangan-tangan kecil milik anaknya.


Junio yang melihat ketakutan di diri Gleen nampak menyeringai licik. Dia rasanya benar-benar sangat puas melihat sahabatnya menderita seperti ini. Padahal belum tentu juga anaknya Gleen senakal si kecambah bar-bar miliknya. Bisa saja nanti Lusi mengandung dengan normal tanpa ada kejadian seperti yang dia alami. Namun karena tak mau sendirian, Junio dengan begitu baik sengaja membagi penderitanya dengan Gleen.

__ADS_1


"Gleen, kau kenapa?" tanya Junio pura-pura tidak tahu.


"Em Jun, sepertinya aku harus segera pulang ke rumah," jawab Gleen kemudian buru-buru berdiri.


"Hei, kau kan baru saja datang. Kenapa sudah ingin pulang sih? Temani aku dululah, aku sedang sekarat sekarang!"


Gleen menggelengkan kepala. Dia lalu mengusap wajahnya hingga memerah. Gleen ingin sesegera mungkin sampai di rumah untuk membahas masalah ini dengan Lusi. Dia tidak mau memiliki nasib yang sama seperti Junio. Dia tidak mau.


"K-kau minta pelayan saja yang menemanimu ya. Aku harus segera pulang, Jun."


"Oh, ya sudah sana pulang. Ah aku ada pesan untukmu, Gleen. Tolong dengarkan baik-baik!" ucap Junio sambil menahan tawa.


"Pesan apa?"


"Begini, katakan pada Lusi untuk terus membujuk rahimnya agar tidak muncul benih si kecambah bar-bar. Minta dia untuk meminta benih bunga matahari agar hari-hari kalian selalu bersinar cerah. Dan kau Gleen, sering-seringlah meminta pengampunan dari Tuhan supaya tidak mengalami nasib yang sama sepertiku. Rasanya benar-benar seperti akan mati saat tubuhmu di kirimi ilmu santet oleh calon anakmu, Gleen. Percaya padaku!".


Tanpa bicara apapun lagi Gleen segera berlari keluar dari sana. Dia sangat panik, panik sampai tak menyadari kalau saat ini Junio tengah membungkam mulutnya untuk menahan suara tawa.


"Hahahahaha... Gleen-Gleen, kenapa kau bodoh sekali sih. Hahahaha!" ejek Junio sambil terus tertawa. "Ya Tuhan, ini lucu sekali. Ahahaha, aduh-aduh perutku.... Hoeeekkkkkk!!!"


Dan akhirnya, Junio kembali merasakan penderitaan itu. Memuntahkan isi perutnya yang mana hanya tinggal mengeluarkan lendir kental yang rasanya sangat sangat pahit.


(Yang pernah ngidam pasti paham kek mana rasanya jadi Junio)🀣🀣🀣🀣


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


...🌻VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻IG: rifani_nini...


...🌻FB: Rifani...


__ADS_2