Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Attitude


__ADS_3

Gabrielle dengan penuh perhatian menarik kursi kemudian membantu Elea duduk di sana. Reinhard pun melakukan hal yang seperti Gabrielle. Sayangnya wanita yang sedang dia perlakuakan dengan romantis ini nampak cemberut. Emosi Levi masih terbawa ke meja makan karena dia merasa belum puas memberikan pelajaran pada Kimmy dan juga anaknya.


"Sayang, sudahlah. Kau sudah membuat mereka mati kutu tadi, tolong jangan cemberut seperti ini. Tidak enak dengan Nyonya Clarissa" bisik Reinhard dengan sabar.


"Ck, tidak enak apanya. Memangnya tadi matamu tidak bisa melihat kalau Nyonya Wu terlihat puas sekali saat aku memarahi kedua makhluk astral itu!" sungut Levi dongkol.


"Meskipun begitu kau harus ingat kalau kita di sini adalah tamu!" bujuk Reinhard sambil menyelipkan anak rambut Levi ke belakang telinganya. "Tapi aku salut dengan keberanianmu. Kau terlihat seperti pahlawan saat membela Elea tadi!."


Levi mengulum senyum kemudian menundukkan kepala karena malu setelah di puji oleh kekasihnya. Pipinya merona.


'Oh, jadi begini cara untuk menjinakkan kemarahannya ya? Kena kau sayang. Setelah ini kau tidak akan bisa lagi marah-marah padaku karena aku sudah tahu apa kelemahanmu. Hehehe..!.'


Gabrielle yang mendengar isi pikiran Reinhard tersenyum samar, sedikit tergelitik ketika sahabatnya berhasil mengetahui cara untuk menjinakkan kekasihnya yang bar-bar itu.


"Elea, kau ingin makan apa sayang. Biar Grandma saja yang ambilkan!" ucap Clarissa penuh semangat.


"Biar aku saja, Grandma" sahut Gabrielle sedikit tak rela istrinya di layani oleh orang lain.


"Gabrielle, kemarin saat di Butik Madam Yo kau sudah berjanji pada Grandma kalau kita akan berbagi waktunya Elea secara adil. Semalam kau sudah menguasainya penuh, sekarang giliran Grandma yang akan menikmati waktu bersama Elea. Kau tidak akan mengingkari janjimu sendiri bukan?" tanya Clarissa yang merasa gemas melihat ketidakrelaan di wajah cucu menantunya.


Kalau saja yang bicara seperti itu bukan Nyonya Clarissa, Ares yakin sekali Tuan Muda-nya pasti akan langsung mengamuk. Karena apapun yang berhubungan dengan Nyonya Elea adalah mutlak menjadi urusan si banteng pencemburu itu. Hukumnya fardu 'ain.


"Tapi Grandma, Elea adalah istriku. Dia tidak biasa di layani oleh orang lain selain aku!" ucap Gabrielle kekeh memperjuangkan haknya.


"Masa?" ledek Clarissa.


Gabrielle mengangguk cepat. Dia lalu menatap kearah istrinya. "Iya kan sayang?."


"Iya benar. Biasanya saat kami makan, kami akan saling melayani, Grandma. Jadi lebih baik sekarang Grandma duduk saja dan nikmati sarapan ini. Aku takut pinggang Grandma patah jika terlalu banyak bergerak!" jawab Elea meyakinkan neneknya.


Clarissa terperangah saat di katai seperti itu oleh cucunya sendiri. Dia lalu menoleh kearah Cira, tersenyum karena cucunya ternyata sangat polos.


"Nona Elea sangat lucu, Nyonya. Pantas saja Tuan Gabrielle begitu posesif padanya" bisik Cira sembari menyendok makanan ke piring majikannya.

__ADS_1


"Iya kau benar. Hah ya sudahlah, sepertinya aku memang tidak bisa memisahkan mereka barang sejenak" sahut Clarissa memutuskan untuk tak lagi berebut cucunya dengan Gabrielle.


Sadar kalau kemenangan berada di tangannya, dengan senyum penuh kebahagiaan Gabrielle tiba-tiba mencium pipi Elea di hadapan semua orang. Dia bahkan tidak peduli saat Levi melemparinya dengan sendok.


"Dasar tidak tahu tempat" omel Levi bersungut-sungut.


"Bilang saja kalau kau iri" balas Gabrielle santai.


"Cihh, apanya juga yang harus di irikan!."


Tepat setelah Levi bicara seperti itu Kimmy dan Fulgi datang bergabung di meja makan. Kedua orang itu nampak kikuk saat Levi dan Gabrielle menatap mereka dengan tajam.


"Aku datang kesini hanya untuk makan, bukan untuk berdebat dengan kalian!" kesal Kimmy sembari mengambilkan makanan ke piring putranya.


"Yang bilang kau ingin buang kotoran siapa memangnya?" celetuk Levi yang langsung membuat Reinhard menghela nafas panjang.


Clarissa yang melihat saudarinya terus di pojokkan benar-benar merasa sangat puas. Levi seakan menjadi pahlawan yang membalaskan dendam atas semua kesulitan yang dia alami akibat ulah kedua orang ini. Sambil terus menikmati sarapan paginya, Clarissa diam mendengarkan perdebatan antara Levi dan juga Kimmy.


"Halah, memangnya cuma kau saja yang mengalir darah bangsawan. Nyonya Kimmy yang menyebalkan, aku beritahu padamu ya kalau aku ini juga berasal dari keluarga bangsawan. Ayahku bernama Samuel Foster, telingamu yang jelek itu pasti pernah mendengar nama itu bukan? Sok-sok sekali kau ini, berlagak menasehati segala. Tanpa kau beritahupun aku sudah tahu kalau di meja makan kita tidak di perbolehkan untuk berkata tidak sopan. Jadi tidak perlu lah membawa-bawa nama bangsawan segala. Anak SD juga pasti mempelajari atitude seperti ini di sekolah, tidak hanya keluarga bangsawan saja. Dasar bodoh!."


Sekali lagi Kimmy di permalukan oleh Levi. Dia yg sudah puas mengeluarkan semua unek-uneknya dengan riang hati menikmati sarapan yang sudah di ambilkan oleh Reinhard.


"Sayang...


"Iya iya Rein, setelah ini aku tidak akan berurusan dengan makhluk astral itu lagi. Tapi tergantung!."


"Tergantung bagaimana?" tanya Reinhard penasaran.


"Ya tergantung bagaimana sikap mereka nanti. Kalau mereka sopan dan tahu diri, maka aku tidak akan marah-marah lagi. Tapi kalau mereka membuat darahku mendidih, ya jangan salahkan aku kalau aku kembali mengoceh. Pokoknya ketenangan itu tergantung mereka sendiri lah" jawab Levi kemudian menatap sinis kearah Nyonya Kimmy yang sedang memelototinya. "Apa kau??."


"Apa sih" sahut Kimmy lalu buru-buru memakan sarapannya.


Sedangkan Fulgi, ekor matanya terus memperhatikan Elea. Jujur saja, ada getaran aneh di hatinya saat melihat wajah gadis itu dari dekat. Cantik, dan juga sangat lucu. Yang mana sangat sesuai dengan type wanita idamannya.

__ADS_1


"Ares!" teriak Gabrielle menahan emosi.


"Ya Tuan Muda!" sahut Ares sedikit kaget mendengar teriakan Tuan Muda-nya.


"Katakan padaku hukuman seperti apa yang biasanya kau berikan pada pria yang berani menatap istriku lebih dari tiga detik!."


Ares tanggap. Dia lalu melirik kearah Fulgi yang sedang memandangi kecantikan Nyonya kecilnya dengan penuh nafsu.


"Ekhmm, biasanya saya akan langsung mencongkel bola matanya kemudian menukarnya dengan mata buaya. Ah tidak itu saja Tuan Muda, saya dan Nun biasanya juga menjadikan tangan dan kaki mereka sebagai cemilan untuk Sully dan para buaya lainnya, karena pria tidak tahu malu yang berani menginginkan istri orang lain hanyalah sampah yang harus segera di singkirkan dari muka bumi!" jawab Ares penuh penekanan.


Gluukkkk


Fulgi langsung menelan ludah begitu dia menyadari kalau ancaman itu tertuju untuknya. Cepat-cepat dia mengalihkan pandangannya dari wajah Elea kemudian pura-pura menjatuhkan sendok. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah dia yang berusaha menyembunyikan tangannya yang sedang bergetar hebat. Manusia mana yang tidak takut jika mendengar ancaman yang sangat gila seperti itu.


Semua orang terkecuali Fulgi saat ini menatap kearah Gabrielle yang sedang bernafas dengan suara yang cukup keras. Elea yang sadar kalau suaminya sedang marah segera membujuknya. Dia dengan lembut berpindah duduk keatas pangkuannya, mengalungkan tangannya sambil memperlihatkan senyum semanis mungkin.


"Aku sedang tidak ingin bercanda, Elea. Bajingan itu, beraninya dia menatapmu saat aku ada di sini!" geram Gabrielle kemudian melirik tajam kearah Fulgi yang terus menundukkan kepala.


"Biarkan saja. Mungkin dia hanya ingin lebih mengenalku Kak" sahut Elea dengan lembut. "Jangan marah, nanti Kakak cepat tua kalau otot di leher Kakak terlalu sering menegang. Sudah ya, kita sarapan lagi. Mau aku suapi tidak?."


Levi dan Reinhard melengos saat melihat Gabrielle yang langsung mengangguk dengan cepat ketika berhasil mendapatkan perhatian dari istrinya. Benar-benar definisi orang yang tidak tahu malu. Bahkan pria itu melarang Elea untuk turun dari pangkuannya. Gabrielle seperti sengaja menggunakan kesempatan itu untuk memperlihatkan pada Fulgi kalau Elea hanya boleh menjadi miliknya. Dan seperti biasa, gadis bodoh itu hanya akan menuruti apa yang di inginkan oleh suaminya. Tak peduli apapun lagi meski saat itu ada Nyonya Clarissa yang juga ikut menyaksikan betapa posesifnya Gabrielle pada Elea.


'Elea, sayangku, kau terlihat sangat bahagia berada di samping suamimu Nak. Grandma sangat lega melihatnya. Setidaknya nasibmu jauh lebih baik dari nasib yang di alami oleh Grandma dan juga Mama-mu. Semoga saja cinta kalian akan selalu bersemi hingga di ujung hayat....🤧.'


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


__ADS_2