Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Pergi


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan, terlihat seorang pria yang sedang terisak-isak di samping seorang wanita yang tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit. Pria itu terlihat sangat menderita. Penampilannya terlihat sangat kacau, rambut dan pakaiannya pun sangat berantakan. Wajahnya yang biasanya terlihat bersih dan tampan, kini tak ubahnya seorang gelandang dimana bulu-bulu muncul tak beraturan di bagian rahang dan dagunya.


Dialah Gabrielle Shaquille Ma, seorang pewaris dari Keluarga Ma yang biasanya terkenal dingin dan tak tersentuh. Jangan lupakan juga tentang penyakitnya yang mengidap OCD akut tentang kebersihan. Namun penyakit itu sepertinya tidak berlaku untuk sekarang ini. Mungkin jika ada orang lain yang melihat, mereka pasti akan langsung tercengang kaget. Bagaimana tidak. Dua hari sejak Elea keluar dari ruang operasi, tak sedetikpun Gabrielle pernah pergi dari sisi Elea. Dia terus ada di sampingnya, hanya akan beranjak untuk pergi ke kamar kecil saja. Dan itupun dilakukan Gabrielle dalam waktu yang sangat singkat. Gabrielle benar-benar menjadi gila karena Elea yang tak kunjung sadar.


"Sayang, ini sudah dua hari. Kapan kau akan sadar, hm? Aku merindukanmu, aku sangat merindukan kepolosanmu. Cepat kembali Elea, kau sudah janji padaku" ratap Gabrielle sambil menciumi tangan Elea.


Suara mesin monitor nampak mengiringi tangisan Gabrielle. Seolah benda mati itu ikut merasakan kesedihan yang tengah di tanggungnya.


"Aku tidak bisa jika tidak ada dirimu, Elea. Aku mohon cepatlah sadar. Apa kau tidak ingin pergi ke Universitas? Semua teman-temanmu sudah menunggu, mereka tidak sabar ingin segera berkenalan denganmu sayang. Aku mohon kembalilah, Elea. Kembali padaku!.


Gabrielle langsung memerintahkan pihak Universitas untuk merekam segala aktifitas mereka sejak hari pertama di buka. Semua ini dia ketahui dari Lusi, mantan pelayan yang menjadi teman dekat istrinya. Berkatnya, Gabrielle bisa menyimpan momen-moment indah yang selama ini sudah begitu di nantikan oleh istrinya. Sesuatu yang akan dia tunjukkan begitu istri kesayangannya membuka mata.


Di luar ruangan, Jackson dan Reinhard tengah memandangi Gabrielle dengan tatapan yang tidak bisa artikan. Mereka terenyuh, iba, prihatin, semua bercampur menjadi satu. Sebagai dokter yang menangani operasi Elea, mereka berdua merasa gagal karena baik Elea maupun Kakek Karim, keduanya masih belum juga melewati masa kristis mereka. Bahkan keadaan Kakek Karim semakin menurun, membuat Jackson dan Reinhard hampir putus asa.


"Jack, apa menurutmu Elea bisa selamat?" tanya Reinhard sembari menyeka airmata yang menggenang di pelupuk matanya. Dia tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang begitu kacau.


"Dia pasti selamat" jawab Jackson sambil menggeretakkan gigi.


"Tapi alat vitalnya tidak menunjukkan respon yang baik,"


"Ini masih belum berakhir, Reinhard. Dia masih berjuang!" bentak Jackson emosi. "Ka-kau, kau jangan coba-coba berpikiran seperti itu tentang adikku. Elea pasti selamat, sebentar lagi dia akan segera sadar."


Kening Reinhard mengerut.


'Adik? Sejak kapan Elea menjadi adiknya Jackson? Pria ini sepertinya sedang berhalusinasi.'


Setelah membentak Reinhard, Jackson semakin merasa kacau. Sedikit banyak kata-kata Reinhard mempengaruhi pikirannya yang sedang gelisah karena Elea tak juga membuka mata. Padahal ini sudah dua hari sejak operasi itu dilakukan, sudah terlalu lama untuk Elea berada dalam pengaruh obat bius.


Jika Gabrielle berubah seperti orang gila, maka Jackson pun sama. Hanya saja dia hancur dalam diam, menangis di kala semua orang terlelap. Akal sehat Jackson seperti tidak bekerja, dia bahkan sudah bersumpah akan mengikuti jejak adiknya jika nyawa Elea sampai tak terselamatkan.


"Butuh kopi?.


Kayo muncul sambil membawa tiga gelas kopi di tangannya. Dia menatap lekat kearah Jackson yang seperti sedang melamun sambil menatap ke dalam ruangan dimana kakak sepupu dan juga kakak iparnya berada.

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Reinhard kemudian menerima kopi yang diberikan oleh Kayo. "Kau tolong temani Jackson di sini. Aku perlu pergi untuk mengecek keadaan pasien yang lain."


"Pergilah!" sahut Kayo.


Jackson sama sekali tidak menyadari kalau di sampingnya sudah ada Kayo yang tengah memandanginya. Pikirannya sedang berkelana jauh, melayang pada kejadian menyedihkan di masa lalu.


"Jangan terlalu terpuruk, aku yakin kakak ipar pasti sembuh" ucap Kayo memecah kebisuan.


"Untuk apa kau di sini?" tanya Jackson yang sedikit kaget saat mendapat tepukan pelan di bahunya.


"Untuk menemani seorang dokter angkuh yang tidak tahu diri,"


Jackson menoleh ke samping. Dia tertegun melihat manik mata Kayo yang entah kenapa terlihat begitu... indah.


"Kakak ipar adalah wanita yang sangat kuat. Bukankah selama tujuh tahun dia mampu bertahan diri dari rasa trauma yang kau berikan? Jadi akan sangat tidak mungkin kalau dia menyerah dengan operasi ini, kakak ipar pasti bisa melewati masa kritisnya. Percaya padaku!.


"Atas dasar apa aku harus mempercayai ucapanmu?" tanya Jackson sarkas.


"Atas dasar keyakinan" jawab Kayo kemudian menyesap kopi miliknya. "Jackson, kau harus yakin kalau kakak ipar pasti akan segera sadar. Jangan mencemari otakmu dengan sesuatu yang nantinya bisa membuatmu merasa putus asa. Yakinlah, tanamkan itu dalam pikiranmu dengan baik!.


"Kayo.."


"Hmm?.


"Ayo kita menikah setelah Elea sadar" ucap Jackson serius.


Kayo terkekeh. Lagi-lagi pria ini mengajaknya untuk membina rumah tangga. Bukannya tidak tertarik, hanya saja Kayo tengah menunggu Jackson serius dengan ucapannya. Dia ingin pria ini menikahinya karena memang ada rasa, bukan karena ingin menuruti permintaan kakak iparnya saja. Karena bagi Kayo, pernikahan adalah tentang bersatunya dua anak manusia yang memiliki sikap berbeda. Entah itu ego, perasaan, atau bahkan misi dan tujuan. Rasa saling mencintai akan berperan sangat besar dalam berjalannya biduk rumah tangga mereka nanti.


"Jack, apa arti pernikahan untukmu?" tanya Kayo.


"Ikatan,"


"Lalu?.

__ADS_1


"Perasaan,"


"Apalagi?.


"Aku menginginkanmu."


Deg


"Aku memang bukan pria romantis seperti yang ada di drama-drama, aku juga bukan type pria yang mudah untuk mengungkap rasa. Satu hal yang paling penting, aku nyaman berbicara denganmu. Kau bisa menjadi penengah saat aku hilang arah, dan kau juga selalu memposisikan diri sebagai teman bicara saat aku butuh sandaran. Aku tahu antara kita berdua belum ada rasa. Tapi seiring berjalannya waktu, aku yakin rasa itu pasti akan muncul. "


Aneh, mungkin itu yang sedang terjadi antara Kayo dan juga Jackson. Si pria melamar tanpa adanya cincin ataupun bunga. Sedangkan si wanita terlihat datar-datar saja tanpa ada ekpresi bahagia seperti kebanyakan orang. Tapi untuk masalah hati mereka, hanya Tuhan saja yang tahu.


Di saat Kayo dan Jackson sedang berada dalam proses lamaran yang sedikit aneh, di ruangan lain saat ini Bryan, Yura, dan Clarissa tengah menangis histeris. Karim, pria pendosa yang sudah dua hari ini mengalami koma akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Pria itu pergi dengan meninggalkan bagian dari tubuhnya untuk seorang gadis yang selama ini selalu dia sia-siakan. Ya, Karim mengorbankan diri demi kebahagiaan cucunya, Eleanor Young.


Tes, tes


Dari sudut mata Elea menetes butiran cairan bening yang mengalir mengenai jari tangan Gabrielle yang sedang membelai pipinya. Sontak saja hal itu membuat Gabrielle terperanjat kaget kemudian segera berteriak memanggil dokter.


"Beri aku ruang untuk memeriksanya dulu, Gab" ucap Jackson yang kesulitan memeriksa Elea karena Gabrielle terus memeluknya dengan sangat erat.


"Kak Iel, biarkan Jackson memeriksa kakak ipar dulu ya. Jangan takut, kakak ipar pasti baik-baik saja" bujuk Kayo dengan sabar.


"Elea menangis, dia meneteskan airmata barusan" sahut Gabrielle lirih.


"Iya, karena itulah sekarang biarkan Jackson memeriksanya dulu."


Gabrielle akhirnya mengalah. Dia kemudian menyingkir ke sisi ranjang, memperhatikan dengan cermat bagaimana Jackson dengan begitu hati-hati memeriksa keadaan istrinya.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


...🌻 IG: rifani_nini...


...🌻 FB: Rifani...


__ADS_2