
Nun memperhatikan dari balik jendela saat nyonya kecilnya tengah asik menggambar di taman bersama beberapa pelayan. Yah, setelah kepanikan yang terjadi semalam, Tuan Muda-nya memutuskan untuk membiarkan gadis kecil itu tetap berada di rumah. Dan dengan sikap polosnya, gadis kecil itu mengangguk patuh tanpa banyak bertanya apa alasannya tidak di izinkan ikut pergi ke perusahaan seperti hari biasa.
"Nyonya, gadis selugu dirimu bagaimana bisa berurusan dengan orang-orang jahat seperti Jack-Gal?" gumam Nun pelan.
Pukk
Nun hampir jatuh terjungkal saat punggungnya di tepuk dari arah belakang. Cepat-cepat dia berbalik kemudian terdiam kesal setelah tahu siapa pelakunya.
"Apa diam-diam kau mengagumi istri Tuan Muda-mu Nun, hem?" tanya Levi curiga sambil melipat tangan.
"Tolong jangan bicara sembarangan, Nona Levi" jawab Nun dingin.
Levi berdecih. "Cih, kau pikir mataku buta sampai tidak bisa melihatmu yang sedang mengintip Elea dengan penuh nafsu? Untung aku datang tepat waktu, jika tidak, kau pasti sudah berfantasi liar dengan memandangi tubuhnya kan?."
"Saya rasa Nona harus bisa membedakan mana orang yang sedang mengintip dan mana orang yang sedang mengawasi. Jika mata Nona tidak buta, bisa tolong beritahu saya di menit ke berapa milik saya menegang."
Levi gelagapan sendiri mendengar pertanyaan Nun yang begitu frontal.
"Kau,kau bagaimana bisa bertanya sefrontal itu padaku hah! Dasar tidak tahu malu!" hardik Levi sembari memalingkan muka.
"Bukan saya yang tidak tahu malu, Nona. Tapi anda yang memaksa saya bicara seperti itu" sahut Nun dengan wajah datarnya.
Nun kembali melihat kearah taman saat mendengar suara tawa dari arah sana. Tampak nyonya kecilnya yang sedang terbahak-bahak bersama para pelayan sambil memandangi kertas di tangannya.
"Ekhmm Nun, ada masalah apa sampai Tuan Muda-mu meminta aku untuk datang kemari?" tanya Levi yang juga ikut melihat kearah taman.
"Keselamatan Nyonya Elea sedang terancam" jawab Nun singkat.
"Oh, " sahut Levi santai. "APAAAA....!."
"Keselamatan Nyonya Elea sedang terancam" ulang Nun.
"Terancam bagaimana hah! Setahuku di rumah ini orang yang mengancam kelangsungan hidup Elea ya hanya Gabrielle saja. Lalu apa hubungannya denganku? Toh itu sah-sah saja terjadi karena mereka kan suami istri" ucap Levi heran sekaligus kaget.
"Jika itu yang Nona pikirkan, maka jawabannya adalah salah besar. Bukan kegilaan Tuan Muda Gabrielle yang mengancam keselamatan Nyonya, melainkan dokter yang telah membuatnya mengalami trauma" sahut Nun memberi penjelasan. "Sekarang dokter itu telah kembali, dan sepertinya Nyonya Elea akan segera di buru karena dokter itu tidak pernah membiarkan siapapun yang melihat wajahnya tetap hidup. Itu artinya...
"Artinya Elea dalam bahaya. Benar begitu?."
__ADS_1
Nun mengangguk. Dia melirik kearah wanita yang kini sedang berdiri dengan wajah syoknya. "Apa Nona baik-baik saja?."
"Apa kau berharap aku menari hanya dengan mengenakan pakaian dalam sambil tertawa bahagia?" sahut Levi ketus sambil menatap tajam kearah Nun. "Kau gila ya. Temanku sedang dalam bahaya dan kau bertanya apakah aku baik-baik saja? Sebenarnya kau punya otak tidak Nun?."
Nun mengendikkan bahunya acuh. Dia sama sekali tidak tersinggung dengan kata-kata kasar yang di lontarkan oleh gadis gila di sebelahnya.
"Semalam dokter Reinhard datang kemari, dan dia yang mengingatkan kami semua jika Jack-Gal akan langsung menghabisi orang-orang yang tidak sengaja melihat wajahnya. Dan Nyonya Elea, dia di biarkan hidup entah karena alasan apa. Itulah sebabnya hari ini Tuan Muda tidak membawanya pergi ke perusahaan. Beliau khawatir Jack-Gal atau anak buahnya melihat keberadaan Nyonya di sana kemudian menculiknya" jelas Nun.
"Siapa Jack-Gal?" tanya Levi penasaran.
"Pembunuh bayaran yang selalu menghabisi korbannya dengan cara memenggal kepala. Dan dia adalah dokter yang telah mengguncang kejiwaan Nyonya Elea" jawab Nun.
Nafas Levi tertahan sejenak begitu dia mendengar perkataan Nun. Dia lalu menatap kasihan kearah gadis kecil yang sedang tertawa lebar di taman rumah ini.
"Elea ini sebenarnya kenapa Nun. Dia kan bodoh, polos dan juga lambat seperti keong. Tapi bagaimana bisa dia terlibat urusan dengan orang jahat seperti Jack-Gal dan juga pria asing yang hari itu datang ke rumahku."
Setelah bicara seperti itu, mata Levi melotot lebar. Dengan tergesa-gesa dia mengambil ponsel dari dalam tas kemudian memutar video tentang percakapannya bersama pria asing yang hari itu datang mencari keberadaan Elea.
"Astaga Nun, jangan-jangan pria asing ini adalah orang suruhannya Jack-Gal!" pekik Levi histeris sambil menutup mulutnya.
"Nona Levi, sebaiknya Nona tinggal di sini dulu untuk sementara waktu sampai saya memastikan apakah orang ini ada hubungannya dengan Jack-Gal atau tidak. Saya khawatir mereka akan kembali mendatangi kediaman Nona kemudian melakukan sesuatu yang buruk pada anda!" ucap Nun serius sambil menyerahkan ponsel itu kembali. "Permisi, saya harus segera melaporkan hal ini pada Tuan Muda."
Kaki Levi gemetaran setelah mendengar perkataan Nun. Dia lalu memutuskan untuk menghampiri Elea yang masih tertawa bersama para pelayan yang menemaninya.
"Elea... " panggil Levi dengan suara bergetar.
Elea yang sedang asik bercanda bersama para pelayan menoleh. Dia tersenyum lebar begitu melihat siapa yang datang.
"Kak Levi."
Tangan Levi terulur ke depan meminta untuk di peluk. Jujur saja, dia sedang sangat ketakutan sekarang. Bukan hanya takut dirinya akan di celakai, tapi juga takut kalau teman kecilnya sampai kenapa-napa. Levi tidak rela jika harus melihat Elea menderita, dia tidak rela.
"Kemari, ayo peluk model cantik ini" ucap Levi berusaha bersikap seperti biasa.
Dengan patuh Elea segera memberi pelukan hangat yang di minta oleh Levi. Sejenak Elea merasa aneh saat merasakan tubuh Levi yang gemetar. Namun dia enggan untuk menanyakannya karena takut akan membuatnya merasa tidak nyaman.
"Kapan Kakak datang?" tanya Elea setelah pelukannya terlepas.
__ADS_1
"Baru saja" jawab Levi. "Apa yang sedang kalian lakukan di sini? Suara tawa kalian terdengar sampai kearah pintu gerbang."
Elea tersenyum. Dia lalu menarik tangan Levi untuk melihat apa yang dia kerjakan sejak tadi.
"Makhluk aneh apa ini?" tanya Levi sambil menatap heran kearah kertas putih yang tergeletak di atas meja.
"Ini namanya alien Kak Levi. Bagaimana, bagus tidak?" sahut Elea bangga.
"Alien?" beo Levi syok. "Elea, kau benar-benar sangat bodoh. Sejak kapan alien berubah menjadi seekor ular yang sedang sakit mata begini? Ya Tuhan, sebenarnya dimana kau belajar menggambar hah! Para alien pasti menangis jika melihat bentuk mereka yang seperti ini.."
Para pelayan hanya bisa meringis pasrah saat nyonya mereka di katai seperti itu oleh Levi. Mereka juga merasakan hal sama tadi saat di minta untuk menilai hasil karya tangan gadis kecil yang kini sedang tersenyum tanpa dosa.
"Aku pernah melihat di koran kalau bentuk alien memang seperti ini, Kak. Kepala dan mata mereka besar, tapi tubuhnya kecil. Kurang lebih ya seperti yang aku gambar sekarang" jelas Elea dengan seyakin-yakinnya.
"Tapi tidak seperti ular juga Elea. Tubuh mereka kecil dengan wajah yang sangat mengerikan. Sekarang coba kau perhatikan hasil gambaranmu yang tidak jelas ini. Makhluk ini sama sekali tidak menakutkan, yang ada malah membuat orang tertawa geli jika melihatnya. Kau ini ada-ada saja."
"Jadi kali ini alien yang aku gambar salah ya?" tanya Elea sambil menggaruk kening.
"Seratus persen salah" sahut Levi dongkol.
"Kalau begitu mau tidak ajari aku cara menggambar yang benar, Kak Levi?."
Melihat mata polos yang begitu berharap padanya, membuat Levi akhirnya luluh. Dia kemudian meminta kertas dan juga pensil untuk mengajari Elea bagaimana cara menggambar yang baik. Dalam sekejap, suasana taman berubah menjadi sangat tenang saat Levi dan Elea terfokus pada gambaran mereka.
'Elea, aku bersumpah tidak akan pernah membiarkanmu terluka meskipun hanya sedikit. Entah itu Jack-Gal ataupun Patricia, aku tidak akan membiarkan mereka bisa menyentuhmu. Kau kesayanganku, kau hanya kuizinkan hidup bahagia Elea.'
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...
__ADS_1