Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Mulut Badas


__ADS_3

Setelah puas bertengkar dengan Elea, Levi buru-buru datang ke perusahaan ayahnya. Sebenarnya hari ini adalah hari dimana Levi akan di umumkan sebagai CEO baru di perusahaan tersebut. Hanya saja apa yang dilakukan oleh Elea membuat Levi jadi berbelok ke rumah sakit. Dan alhasil, sekarang Levi mau tidak mau harus menghadapi kemarahan sang ayah yang sedang menatapnya dengan sangat tajam.


"Kau tahu ini jam berapa?" tanya Samuel kesal.


"Jam sepuluh" jawab Levi santai.


"Tahu dimana kesalahanmu?.


Levi memutar bola matanya jengah. Dia lalu menatap sinis ke arah semua dewan direksi yang sedang berkumpul di ruangan tersebut. Sungguh, ini adalah wajah-wajah para penjilat yang menjijikkan. Belum apa-apa saja Levi sudah merasa muak hanya dengan melihat rupa mereka.


"Apa yang sedang kalian lihat, hah?" tanya Levi cetus. "Jangan kalian pikir aku tidak tahu kalau kalian sedang mencari titik kelemahanku. Dasar tikus negara!.


"Levita Foster!" bentak Samuel.


Sebenarnya Samuel cukup kaget karena putrinya bisa langsung memahami keadaan kalau orang-orang yang ada di sini adalah para munafik yang sedang membuat rencana untuk menjatuhkannya dari kursi kepemimpinan di perusahaan ini. Namun Samuel tak ingin putrinya bertindak dengan gegabah. Dia khawatir kalau orang-orang ini akan menjadi waspada kemudian merencanakan sesuatu yang bisa membuat putrinya celaka setelah melihat sikapnya yang terang-terangan menuduh.


"Jangan meneriaki aku di depan sampah-sampah ini, Ayah. Biarkan aku mengupas tuntas tentang rencana busuk mereka yang ingin merebut perusahaan ini dari tangan kita!" sahut Levi sengit.


"Nona Levita, jaga bicara anda. Jangan menuduh kami yang tidak-tidak!" protes dari salah satu dewan direksi.


"Menuduh yang tidak-tidak?! amuk Levi sambil memelototkan mata. " Apa kalian pikir selama ini aku tidak mengawasi gerak-gerik kalian di belakang Ayahku? Iya? Hei kau pak tua, aroma tubuhmu itu sudah berbau tanah, masih saja serakah ingin mengambil sesuatu yang bukan menjadi hakmu. Kau ingin mati cepat atau bagaimana hah!.


Samuel dan semua orang yang ada di sana langsung tercengang begitu Levi melontarkan kata-kata pedasnya. Sungguh, tidak ada yang menyangka kalau Levi akan seberani ini saat menghina orang. Sedangkan orang yang di rendahkan olehnya hanya bisa diam sambil menahan kesal.

__ADS_1


"Asal kalian tahu saja ya, orang yang akan meneruskan kepemimpinan seorang Samuel Foster hanyalah aku, Levita Foster. Jadi kalian jangan berani macam-macam padaku atau aku akan membuat kalian menyesal seumur hidup!" ancam Levi dengan tatapan tajam. "Sedikit saja kalian berani mencuri uang di perusahaan ini, maka aku bersumpah akan mengambil seluruh harta yang kalian miliki. Karena mulai sekarang aku adalah orang yang berhak mengambil keputusan di sini. Paham!.


"Tapi Nona Levita, kami ragu apakah orang muda sepertimu mampu memimpin perusahaan sebesar ini atau tidak. Karena yang kami tahu selama ini kau berprofesi sebagai model busana, bukan seorang pembisnis seperti kami. Tidakkah menurutmu akan sangat beresiko kalau kau tetap nekat ingin mengambil alih posisi Tuan Samuel di perusahaan ini?.


Levi menyeringai. Dia membanting tasnya ke atas meja lalu berjalan ke arah orang yang baru saja melakukan protes. Samuel yang melihat kelakuan putrinya hanya bisa menarik nafas panjang. Dia sadar kalau putrinya akan menjadi seorang pemimpin yang cukup bengis di perusahaan. Namun Samuel juga tidak memungkiri kalau dirinya amat bangga akan keberanian yang di tunjukkan oleh sang putri. Sungguh badas dan juga sedikit mengerikan.


"Apa kau pikir semua model itu hanya tahu bagaimana cara berlenggak-lenggok di atas karpet merah saja? Pikiranmu sangat dangkal, tuan. Kau belum tahu saja gebrakan seperti apa yang bisa aku lakukan untuk memajukan perusahaan ini. Jadi sebaiknya kau jangan banyak bicara karena nafasmu itu bau sampah. Diam dan tunggu saja bagaimana nanti aku membungkam mulut kalian dengan prestasi yang gemilang!" ucap Levi penuh keyakinan.


Bagaimana tidak yakin. Di belakang Levi ada Gabrielle dan juga Elea. Sepasang suami istri yang akan selalu ada untuk mendukungnya. Juga masih ada Junio dan Paman Bryan, Levi berencana mengajak mereka semua untuk bergabung dengan perusahaan miliknya. Jika sudah begini siapa yang berani merendahkan seorang Levita Foster? Kalau pun ada, maka orang itu adalah orang yang bo doh.


"Nona Levita, tapi kau masih lajang. Bahkan kekasih saja kau tidak punya!" sindir salah satu dewan direksi.


Apa-apaan mereka. Memangnya apa hubungan menjadi seorang CEO dengan mempunyai kekasih atau tidak? Sialan, beraninya kalian menghinaku. Apa mereka pikir aku ini perawan tua yang tidak laku? Dasar brengsek!.


Para dewan direksi tersenyum mengejek ke arah Levi. Yang mana hal itu membuat kekesalan Levi kian menjadi.


"Kekasihku bernama Reinhard. Dia adalah satu-satunya direktur di semua rumah sakit milik Group Ma. Dan kami berdua akan segera menikah setelah aku resmi menjadi CEO di perusahaan ini" ucap Levi membungkam mulut para dewan direksi yang tidak berhenti tersenyum mencemooh padanya. "Oh satu hal lagi. Gabrielle Shaquille Ma, dia adalah teman dekatku. Dengan kedekatan kami apa kalian pikir bisa menyerangku? Jangan mimpi! Pergi ke neraka saja kalian sana!.


Mata semua orang melebar besar begitu Levi menyebutkan nama Gabrielle. Ini masih Gabrielle saja, belum Elea. Levi rasa orang-orang ini akan langsung terserang stroke jika tahu kalau istrinya Gabrielle adalah sahabatnya. Elea, gadis kecil itu memiliki status yang bahkan jauh lebih menakjubkan lagi ketimbang suaminya. Elea adalah istri kecil kesayangan Gabrielle, menantu kesayangan semua orang di keluarga Ma, pewaris dari Group Young dan juga cucu dari seorang bangsawan ternama sekaligus desainer besar bernama Clarissa Wu. Kalau sudah begini apakah iya masih ada orang yang berani menyenggol posisi Levi di perusahaan? Sepertinya itu mustahil.


"Bagaimana? Apa masih tertarik mencari masalah denganku, hm?" tanya Levi.


"Ekhmm, Tuan Samuel, sepertinya rapat pengalihan pemimpin di perusahaan ini harus segera di mulai. Untuk acaranya sendiri biar kami yang akan mengurusnya!.

__ADS_1


Samuel melirik ke arah putrinya kemudian mengangguk. Luar biasa. Baru beberapa menit putrinya berada di ruangan ini dia langsung bisa mengalahkan semua orang. Kali ini Samuel harus mengakui kalau kemampuan putrinya sungguh tiada tanding. Levita begitu membanggakan.


"Sayang, apa benar setelah ini kau dan Reinhard akan segera menikah?" bisik Samuel ketika Levi duduk di sebelahnya.


"Ck, tadi itu aku hanya bersandiwara saja, Ayah. Aku kesal melihat wajah tengil mereka" sahut Levi ikut berbisik.


"Tapi Ayah benar-benar sangat berharap kalau kalian akan secepatnya menikah. Ayah sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu."


"Astaga, aku saja belum pernah kepikiran ke arah sana, Ayah!" pekik Levi kaget mendengar keinginan sang ayah. "Tahu tidak, Reinhard itu tak pernah menyentuhku lebih dari sekedar ciuman dan pelukan saja. Sepertinya keinginan Ayah akan cukup lama tercapainya. Tapi kalau Ayah sudah sangat tidak sabar ingin memiliki cucu, minta Reinhard untuk menghamili aku saja. Mudah kan?.


Andai saja mereka tidak sedang berada di ruang rapat, ingin rasanya Samuel menjahit mulut putrinya ini. Bisa-bisanya Levi berkata seperti itu didepannya.


Dasar gadis kurangajar. Apa dia tidak malu bicara seperti itu pada ayahnya sendiri? Levita-Levita, mulutmu ini benar-benar.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


...🌻VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻IG: rifani_nini...


...🌻FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2