
Levi keluar dari dalam mobil dengan sangat tergesa-gesa. Saat dia hendak masuk ke dalam perusahaan milik Gabrielle, dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang ingin keluar dari sana.
Bruukkkkkk
"Aaawwwwwww!" pekik Levi sambil memegangi bokongnya yang terbentur lantai. "Patricia..."
Patricia yang sedang memunguti barang-barangnya menoleh. Matanya membelalak lebar.
"Levi, apa yang kau lakukan di sini?."
Bukannya menjawab, Levi malah langsung berdiri kemudian menatap curiga kearah sepupunya.
"Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Patricia bingung.
Mata Levi memicing. Dia lalu mendekatkan wajahnya ke depan wajah Patricia. "Jangan bersikap manis jika sedang bersamaku, Patricia. Aku tahu kalau kau itu adalah kucing belang yang sedang berpura-pura menjadi seekor kelinci putih."
Awalnya Patricia merasa kaget mendengar perkataan Levi. Tapi sedetik kemudian, kekagetan di wajahnya segera berubah menjadi raut wajah yang penuh kelicikan.
"Ternyata kau mengenalku dengan sangat baik, Levita. Kenapa? Apa salahnya berpura-pura menjadi kelinci putih jika hal itu bisa mendatangkan keuntungan besar untukku. Apaau kau ingin mengadukanku pada ayah? Silahkan. Aku tidak takut!" sahut Patricia dingin.
"Ckckckck. Jika kali ini aku menyebutmu sebagai anak pungut yang tidak tahu diri, aku rasa itu sangat cocok. Pantas saja Paman Bryan tidak pernah menyukaimu, mungkin dia juga sudah menyadari siapa gadis yang tinggal di rumahnya!" tandas Levi.
Gigi Patricia menggeretak. Setiap kali bertemu dengan sepupunya ini, emosinya pasti menjadi tidak stabil. Tapi Patricia berusaha untuk tetap menahan diri. Dia sedang berada di perusahaan Gabrielle sekarang. Akan sangat gawat jika para karyawan di sini mengetahui seperti apa watak aslinya.
"Kenapa memelototiku hah! Ingin marah? Silahkan saja, aku tidak takut!" tanya Levi mengikuti kata-kata Patricia tadi.
"Tolong berhenti memprovokasi kemarahanku, Lev. Aku tidak punya masalah apapun denganmu" ucap Patricia berusaha mengakhiri pertengkaran itu.
Levi berdecih. Dia berjalan memutari tubuh Patricia kemudian mengendus bagian dadanya. "Dari dalam sini tercium bau busuk. Aku yakin kedatanganmu ke perusahaan Gabrielle pasti membawa niat tertentu. Benar kan!."
__ADS_1
"Jaga bicaramu, Levi. Apa kau tidak bisa melihat berkas yang aku bawa? Bisa-bisanya kau menuduhku seperti itu" sahut Patricia pura-pura terluka.
Patricia sengaja berbicara dengan nada suara yang cukup keras. Dia ingin karyawan di sini menganggap Levi sebagai seorang penindas.
"Berhenti bermain drama, Patricia Young. Apa kau pikir para karyawan di sini akan mem-bully ku? Tidak, kau salah Patricia. Aku sudah sering keluar masuk di perusahaan ini, dan mereka semua tahu siapa aku di mata Gabrielle!" ejek Levi yang menyadari niat jahat sepupunya.
"Maksudmu, kau sering datang kemari untuk menemui Gabrielle? Apa hubunganmu dengannya?" tanya Patricia kaget.
Kening Levi mengerut. Dia sedikit heran melihat respon cepat Patricia begitu dia mengatakan kalau dia sering datang ke perusahaan ini. Sebuah pemikiran timbul di benak Levi, dia curiga akan sesuatu hal.
'Jangan-jangan kucing belang ini menyukai Gabrielle. Oho tidak bisa, Gabrielle adalah milikku dan Elea. Tidak akan kubiarkan ada orang ke empat di antara kami bertiga. Dan kau Patricia, kau akan berhadapan denganku jika berani menjadi pelakor di dalam rumah tangga Gabrielle dan mahluk kecil itu. Cih, dasar wanita bermuka dua. Langkahi dulu mayatku sebelum kau berfikir untuk merenggut pria yang sudah menjadi donatur tetap untuk hidupku!.'
"Tidak ada urusannya denganmu, Nona!" sahut Levi sengaja.
Akhirnya Patricia lepas kendali juga. Dengan kasar dia mencengkeram pergelangan tangan Levi kemudian menatapnya tajam.
"Jangan main-main denganku, Levi. Cepat katakan sejujurnya ada hubungan apa kau dengan kekasihku!" gertak Patricia geram.
Mata Patricia melotot lebar. Dia segera mendorong tubuh Levi ke belakang hingga capitan di dagunya terlepas.
"Omong kosong. Jangan kau pikir aku akan mempercayai ucapanmu. Mustahil kalau kau adalah calon istrinya Gabrielle, itu tidak mungkin. Aku tahu seleranya Gabrielle seperti apa. Hanya wanita cantik dan cerdas sepertiku lah yang dia inginkan. Bukan wanita sepertimu yang selalu bertingkah bar-bar!" amuk Patricia tak terima.
'Tidak tidak. Levi tidak mungkin menjadi calon istrinya Gabrielle. Dia pasti sedang berbohong, ya, dia sedang berbohong. Levi pasti sengaja bicara seperti itu karena ingin menyingkirkan aku. Patricia, kau tidak boleh menyerah. Sebentar lagi Gabrielle akan segera masuk ke dalam genggaman tanganmu. Jangan sampai kau terpengaruh dengan kata-katanya barusan.'
Sadar kalau sepupunya sudah termakan drama yang dia buat, Levi malah semakin gencar mengakui hubungannya dengan Gabrielle. Biar saja, dia ingin melihat sejauh mana wanita tidak tahu diri ini akan tetap mengklaim dirinya sebagai kekasih dari suami teman kecilnya. Meskipun mereka adalah saudara sepupu, Levi sangat membenci Patricia. Di matanya, Patricia adalah seorang gadis cantik yang sangat jahat. Otaknya sangat licik dengan berjuta tipu muslihat yang sudah pernah dia saksikan sendiri. Itulah sebabnya mereka berdua tidak pernah akur. Mereja akan selalu bertengkar setiap kali bertemu layaknya anjing dan kucing. Dan tentu saja Patricia sebagai anjingnya.
"Oh ya? Memangnya kenapa kalau aku seorang wanita bar-bar hah! Buktinya Gabrielle selalu merasa puas setiap kali kami bercinta. Dan apa kau bilang tadi? Cantik dan cerdas? Pfftttt, hahahahahahaha... Kau lucu sekali Nona. Yang beranggapan seperti itu kan hanya dirimu seorang, orang lain belum tentu. Apalagi jika mereka tahu seperti apa watakmu sebenarnya, aku yakin kau pasti akan menjadi wanita paling menyedihkan di negara ini!."
"Levita!" bentak Patricia murka.
__ADS_1
"Apa? Tidak perlu berteriak seperti itu Patricia. Memangnya kau tidak takut nanti image mu rusak, hah? Bukankah selama ini kau selalu bertindak seperti putri malu ya!" ejek Levi sambil menyilangkan tangan di dada. "Iya putri malu, tapi putri malu yang sangat jahat. Sangat sangat jahat sampai mengalahkan kejahatan ratu penyihir!."
Nafas Patricia memburu. Dia berusaha menekan emosinya yang sudah terpancing keluar. Kalau saja mereka tidak sedang di depan umum, Patricia pasti akan langsung menampar mulut Levi. Tubuhnya terbakar api cemburu saat Levi menyebut jika Gabrielle selalu puas tidur dengannya.
Patricia memejamkan mata sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum dia kembali bertanya pada Levi mengenai hubungannya dengan Gabrielle. Dia ingin memastikan, jika memang benar Levi adalah calon istrinya Gabrielle maka dia harus segera menyingkirkannya. Tak peduli meskipun mereka terikat tali saudara.
"Levita, aku tanya sekali lagi. Apa hubunganmu dengan Gabrielle?."
"Kau tuli ya. Bukankah tadi aku sudah bilang kalau aku ini calon istrinya. Masih kurang jelas juga? Apa perlu aku bicara menggunakan toa agar gendang telingamu yang tersumbat itu bisa menangkap suara dengan baik, iya?" tanya Levi seraya tersenyum sinis.
'Rasakan. Ini akibatnya jika berani mengganggu pria milikku dan Elea. Lancangnya kau ingin merebut tambang emasku. Tidak semudah itu, Patricia!.'
Tangan Patricia terkepal kuat. Dia sangat tidak terima jika sepupunya lah yang akan menyandang gelar sebagai Nyonya Ma. Otak liciknya segera berputar keras. Dia tidak akan membiarkan Levi menjadi istrinya Gabrielle. Apapun yang terjadi.
"Yoo mari kita lihat betapa Nona Patricia Young yang sangat sempurna ini sedang patah hati karena ternyata dia ketahuan berbohong. Bagaimana rasanya? Pasti kau sangat malu bukan?" ledek Levi puas.
"Cih, hina saja aku sepuasmu, Levi. Tapi setelah ini, aku pastikan kau yang akan gigit jari. Gabrielle, cepat atau lambat dia pasti akan segera tunduk di bawah kakiku. Dia milikku Levi, kau akan kubuat menyesal seumur hidup jika berani menyentuhnya!" ancam Patricia kemudian segera pergi dari sana.
Levi diam memperhatikan mobil sepupunya yang baru saja lewat. Dia tidak menyangka kalau Patricia berani mengancamnya seperti itu.
"Patricia, meskipun harus bertaruh nyawa aku tidak akan pernah membiarkanmu mengusik kebahagiaan Elea. Jangan bermimpi kau bisa mendekati Gabrielle karena aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!" geram Levi. "Haisshhhh, sebenarnya Elea itu kenapa sih. Belum juga aku mengetahui siapa pria asing itu, sekarang malah bertambah satu kucing belang. Hidupmu benar-benar misterius Elea, kau mendadak menjadi orang yang memiliki banyak musuh. Luar biasa."
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...