
Gabrielle berdiri diam di depan pintu kamar orangtuanya. Sudah enam jam sejak dia datang kemari, kedua orangtuanya masih belum juga keluar menemuinya. Gabrielle sebenarnya paham kenapa hal ini bisa terjadi. Ini tak lain dan tak bukan adalah bentuk kekecewaan orangtuanya atas kelalaiannya dalam melindungi Elea.
"Tuan Muda, sepertinya Tuan dan Nyonya masih belum akan keluar. Apa tidak sebaiknya Tuan Muda beristirahat dulu di kamar? Anda sudah ada di sini sejak jam tiga dini hari tadi, saya yakin anda pasti sangat lelah!" bujuk Hansen tak tega melihat anak tuannya berdiri seperti orang bodoh.
"Terima kasih, Paman Hansen. Tapi aku akan tetap menunggu di sini sampai Ayah dan Ibu keluar. Ini adalah hukuman yang harus aku terima karena sudah mengecewakan mereka berdua. Jadi Paman tidak perlu repot-repot memintaku untuk beristirahat" sahut Gabrielle sambil tersenyum kecut.
Saat Gabrielle dan Hansen sedang bicara, pintu kamar akhirnya terbuka. Gabrielle menarik nafas lega melihat kemunculan ibunya yang keluar sambil bergandengan tangan dengan ayahnya.
"Selamat pagi Ibu, selamat pagi Ayah" sapa Gabrielle.
Liona dan Greg kompak mengangguk. Mereka bukan tidak tahu kalau sejak dini hari tadi putra mereka sudah berada di depan kamar. Tapi mereka sengaja membiarkannya agar putra mereka tahu kesalahan apa yang sudah di perbuat.
"Ayah, Ibu, aku tahu kalian marah padaku. Jika kalian ingin menghukumku, aku siap menerimanya. Tapi untuk sekarang tolong bantu aku, Elea tidak sedang baik-baik saja di rumah sakit!" ucap Gabrielle mengadu.
Mata Liona langsung menajam begitu di beritahu jika menantunya tengah berada dalam kondisi yang tidak baik. Dia lalu menatap Gabrielle dengan tatapan penuh kemarahan. "Kali ini kebodohan apalagi yang sudah kau lakukan, Iel? Mau sampai kapan kau akan terus membahayakan keselamatan istrimu?."
Gabrielle terdiam. Ya, ini semua memang kesalahannya. Seandainya saja dia lebih mementingkan istrinya ketimbang para pejabat itu, saat ini Elea pasti baik-baik saja. Gabrielle benar-benar merutuki kebodohan yang sudah dia lakukan. Dia merasa sangat tidak berguna sebagai seorang suami.
Liona menarik nafas panjang melihat kebungkaman putranya. "Gabrielle, sekarang jelaskan apa yang sudah terjadi pada Elea. Melihatmu diam begini sepertinya keadaan menantu Ibu cukup parah!."
"Obat bius yang di suntikkan Jack-Gal ke dalam tubuh Elea ternyata mengandung zat yang bisa membuatnya berada dalam tingkat halusinasi yang sangat tinggi. Tadi saat Elea tersadar dia dengan gilanya mencabut semua selang yang ada di tubuhnya hingga membuat seluruh ranjang di penuhi darah. Dan sekarang Reinhard terpaksa mengikatnya untuk menghindari hal seperti itu terjadi lagi Bu" jawab Gabrielle sedih. "Bu, tolong bantu aku menemukan obat penawar untuk Elea, Bu. Aku mohon!."
Greg sangat kaget mendengar penuturan putranya. Dia kemudian menatap kearah Hansen yang terlihat damai-damai saja dengan wajah tampannya. "Hansen, kau mintalah mereka membuatkan obat penawar untuk menantuku. Keadaannya cukup genting sekarang!."
"Baik Tuan Greg" sahut Hansen kemudian segera pergi menuju ruang bawah tanah.
Tangan Liona terulur mengusap bahu putranya yang sedang gelisah. Dia lalu tersenyum saat Gabrielle melihat kearahnya.
__ADS_1
"Bu, aku...
"Sudahlah, kali ini Ibu memaafkanmu. Tapi jika lain kali kau kedapatan menomorduakan Elea, maka jangan salahkan Ibu kalau memisahkan kalian secara paksa. Ini peringatan terakhir untukmu, Iel" ucap Liona tegas tak terbantahkan.
"Baik Bu, aku mengerti!."
Teringat akan sesuatu, Gabrielle segera memberitahukan rahasia yang di sembunyikan oleh Elea. Termasuk juga dengan penglihatannya dimana Jack-Gal akan mengurungnya di dalam sebuah sangkar emas. "Bu, ada hal penting yang ingin aku beritahukan pada kalian. Ini tentang rahasia yang di sembunyikan Elea!."
Greg dan Liona segera memasang wajah serius menantikan apa yang akan di sampaikan oleh Gabrielle.
"Selama ini Elea memiliki kemampuan melihat masa depan yang akan terjadi pada orang-orang di sekelilingnya. Termasuk dengan apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri!" lanjut Gabrielle dengan mimik wajah tak kalah serius.
"Greg, benarkan yang aku katakan? Menantu kita itu tidak sepolos yang kita lihat. Hmm, tidak Ibu sangka gadis kecil itu ternyata pandai menyembunyikan rahasia sebesar ini dari kita semua. Tidakkah menurutmu kau sudah menemukan berlian di atas berlian, Tuan Muda Gabrielle Shaquille Ma?" tanya Liona bangga.
Greg terkekeh senang mengetahui kelebihan yang di miliki menantunya. Istri dan kedua anaknya memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain, sementara menantu kesayangan memiliki kemampuan untuk membaca masa depan. Sungguh, Greg benar-benar merasa mempunyai keluarga yang sangat luar biasa. "Honey, Tuhan sangat baik terhadap keluarga kita. Dia mengirimkan gadis seistimewa Elea untuk menjadi pendamping hidupnya Gabrielle. Keluarga kita benar-benar terberkati!."
"Ayah, Ibu.. Masih ada hal lain yang ingin kusampaikan pada kalian" lanjut Gabrielle menyela kebahagiaan orangtuanya.
Sejenak Gabrielle terdiam. "Bu, dalam mimpinya, Elea melihat kami berdua di celakai oleh Jack-Gal. Lalu setelahnya Jack-Gal akan mengurungnya di sebuah sangkar emas yang sangat besar. Tapi...
"Tapi apa?" desak Liona mulai panik.
"Tapi setelah itu Elea sudah tidak mendapat penglihatan apapun lagi. Semuanya terhenti tepat setelah dia di masukkan ke dalam sangkar emas itu" lanjut Gabrielle resah. "Elea bilang, hidup matinya tergantung bagaimana aku menolongnya nanti!."
Greg dan Liona saling berpandangan. Jujur saja, ada sebersit rasa khawatir di benak Liona karena bagaimana pun Jack-Gal bukan orang yang bisa di anggap remeh. Bahkan sekarang Liona mulai curiga kalau Jack-Gal sebenarnya sudah tahu jika Fendry bukanlah temannya yang asli. Kecurigaan itu muncul saat Jack-Gal mengganti rencana tanpa memberitahu Fendry terlebih dahulu.
"Ibu, apa yang harus aku lakukan sekarang? Elea bilang takdir itu tidak bisa di hindari. Hanya tinggal menunggu waktu kapan semua itu akan terjadi" imbuh Gabrielle sembari menekan pelipisnya.
__ADS_1
"Gabrielle, begini saja. Sebelum Jack-Gal menjebak kalian, lebih baik kita saja yang membuatnya masuk ke perangkap yang akan kita buat" ucap Greg memberi saran.
"Maksud Ayah bagaimana?" tanya Gabrielle bingung.
"Begini sayang, dua hari lagi adikmu akan menggelar pesta pernikahan. Kita gunakan uforia itu untuk memancing Jack-Gal melakukan aksinya. Ibu fikir dengan begini kita masih sempat membuat persiapan sebelum dia mencelakai kalian berdua!" imbuh Liona.
"Tapi Bu, Elea bahkan masih belum sembuh. Aku tidak yakin untuk membawanya datang ke pesta pernikahan Grizelle dan Drax!."
Liona tersenyum. "Apa kau lupa kalau di rumah ini Ibu memiliki dewa obat, hem? Kalau hanya masalah halusinasi itu bukan rintangan yang berat untuk di atasi. Nanti Ibu akan meminta mereka agar meramukan obat yang bisa membuat Elea pulih dengan cepat. Jangan khawatir, selama ada Ibu semua pasti baik-baik saja. Kau dan Elea hanya perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi Jack-Gal nantinya!."
Setelah mendengar perkataan ibunya, barulah Gabrielle bisa merasa tenang. Dia lalu menengadahkan wajah keatas sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Terima kasih banyak, Ibu. Tanpamu aku bukanlah siapa-siapa. Dan juga aku minta maaf karena sudah membuat Ayah dan Ibu kecewa. Aku janji setelah ini tidak akan lalai lagi dengan tugasku sebagai seorang suami!."
"Gabrielle, wajar jika seorang anak melakukan kesalahan, tugas kami sebagai orangtua untuk mengingatkannya. Ibu senang kalau kau mau memperbaiki kesalahanmu, itu tandanya kau bersedia untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ibu harap setelah ini kau tidak akan membuat kami kecewa lagi. Kau sudah besar, sudah ada beban rumah tangga yang harus kau pikul sayang!" sahut Liona bijak.
"Iya Bu. Terima kasih untuk nasehatnya Bu, aku pasti akan selalu mengingatnya!."
Setelah menemukan titik terang untuk menghadapi kejahatan Jack-Gal, Gabrielle segera pamit untuk kembali ke rumah sakit. Tak lupa juga dia membawa obat yang sudah di racik anak buah ibunya untuk menyembuhkan Elea.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
__ADS_1
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...