Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Tujuan


__ADS_3

"Biar aku saja yang buka pintunya, Bi" ucap Yura mencegah pelayan yang ingin membuka pintu rumah.


"Baik Nyonya."


Pagi tadi, Yura dan Bryan di landa kecemasan saat ayah mertuanya menolak untuk sarapan bersama mereka. Dia sangat terenyuh ketika melihat keadaan ayah mertuanya yang tergolek lemah di atas ranjang. Yura dan Bryan sudah berusaha untuk membujuknya untuk sarapan, namun ayah mertuanya malah mengusir mereka untuk keluar. Ayah mertuanya begitu terpukul setelah mengetahui kenyataan kalau Sandara adalah putri kandungnya. Orangtua itu di dera sesal dan perasaan bersalah yang sangat besar hingga membuatnya terus mengurung diri dalam sepi.


Ceklek


"Halo Ibu, selamat pagi!."


Yura yang setengah melamun terperanjat kaget saat mendengar sapaan dari putrinya. Untuk beberapa saat Yura tertegun melihat penampilan baru Patricia yang mengecat habis rambut hitamnya menjadi warna blonde.


"Cia, ada apa dengan rambutmu? Kenapa kau berganti warna?" tanya Yura sambil menarik tangan putrinya masuk ke dalam rumah. "Kau terlihat aneh dengan penampilan seperti ini. Ibu jadi merasa asing!."


Patricia hanya tersenyum sinis mendengar perkataan ibunya. Tujuan dia mengganti warna rambutnya adalah untuk memberitahu semua orang kalau dia bukanlah Patricia yang dulu lagi. Patricia yang sekarang adalah wanita yang akan menaklukkan dunia dengan segala macam cara. Dan fokus utamanya saat ini tertuju pada ibunya. Ya, Patricia sengaja datang ke rumah ini adalah untuk menekan ibunya agar bersedia memberikan dukungan saat dia menjalankan rencana untuk melenyapkan Elea. Juga karena dia sangat ingin melihat langsung wajah gadis yang telah merebut posisinya di rumah ini.


"Cia, kenapa kau diam saja? Ayo cepat beritahu Ibu kenapa kau mengganti warna rambut seperti ini?" desak Yura saat mereka sudah duduk di ruang tengah.


"Karena aku ingin memberitahu dunia kalau Patricia yang sekarang sudah bukan Patricia yang dulu lagi. Aku ingin semua orang tahu kalau aku adalah orang yang akan menghalalkan semua cara untuk mendapatkan apa yang aku mau. Termasuk mendatangi Ibuku tersayang" jawab Patricia dengan seringai licik di sudut bibirnya.


"Apa maksudmu?."

__ADS_1


Yura mulai resah saat dia melihat seringai di bibir putrinya. Dia tahu kalau putrinya ini datang dengan niat tertentu. Dengan gelisah Yura menantikan jawaban dari Patricia, dia menunggu dengan dada yang berdebar sangat kuat.


"Aku tahu Ibu tidak bodoh untuk bisa mengartikan maksud dari perkataanku barusan. Oh iya Bu, dimana Kakek? Aku rindu sekali padanya" jawab Patricia kemudian mengalihkan pembicaraan. "Bu, kira-kira seperti apa reaksi Kakek jika kuberitahu kalau di awal kedatangan Elea Ibu sempat memiliki keinginan untuk membunuhnya ya? Kakek pasti akan sangat murka kemudian meminta Ayah untuk mengusir Ibu keluar dari sini. Iya kan, hahahahahaha....!."


Keringat dingin langsung menetes keluar saat Yura di ancam oleh putrinya sendiri. Duduknya semakin gelisah, bola matanya juga terus bergerak mengawasi keadaan di sekitar ruang tengah. Yura sangat khawatir ada orang yang sedang menguping pembicaraannya dengan Patricia.


"Cia, Ibu mohon jangan seperti ini sayang. Kau tahu betul kalau Ibu hanya terbawa emosi saat menyetujui keinginanmu yang ingin melenyapkan Eleanor. Ibu tidak sungguh-sungguh ingin melakukannya!" ucap Yura berharap kalau putrinya akan mengerti.


"Tidak sungguh-sungguh? Apa telingaku tidak salah dengar Bu? Darimananya yang tidak sungguh-sungguh kalau Ibu sendiri bilang siap membantu semua rencana yang akan aku lakukan. Aaa,,, atau jangan-jangan Ibu mau cuci tangan dari masalah ini ya karena Ibu takut di campakkan oleh Ayah? Iya!" sergah Patricia meradang. "Ku beritahu satu hal pada Ibu. Kaki yang sudah terlanjur masuk ke dalam lumpur akan tetap kotor, itu artinya mustahil untuk Ibu bisa keluar dari rencana ini. Karena aku tidak akan pernah melepaskan Ibu begitu saja. Aku tidak rela kalau harus melihat Ibu bahagia di atas penderitaanku. Aku muak melihat Ibu yang begitu menyayangi Elea, aku muak melihat kalian semua yang melupakan aku begitu saja!."


"Patricia, tidak ada yang seperti itu sayang. Ayah dan Ibu masih sangat menyayangimu, Ibu tidak bohong Nak!" ucap Yura sambil mengelus bahu putrinya yang sedang emosi. "Benar kalau Ibu menyayangi Elea, tapi Ibu sama sekali tidak pernah melupakanmu. Kau besar dalam pelukan Ibu, jadi tidak mungkin Ibu sanggup melakukan hal itu. Tidak sayang, tolong jangan bicara seperti ini lagi ya? Hati Ibu sangat sedih mendengarnya, Cia...!."


"Cia...


"Ibu...!" teriak Patricia dengan mata memerah. "Apa susahnya tinggal menuruti keinginanku hah. Aku sekarang ini sedang berjuang demi kebahagiaan kita berdua, Bu. Aku melakukan semuanya demi masa depan Ibu juga. Jadi ayolah Bu, jangan kecewakan aku dan jangan membuatku nekad mengadukan masalah ini pada Ayah dan juga Kakek Karim. Dukung dan bantu aku menyingkirkan Elea dari rumah ini. Hanya itu satu-satunya jalan agar masa depan kita terjamin Bu. Ibu paham tidak!."


Yura tersentak kaget setelah mendengar suara teriakan Patricia. Dia lalu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Yura merasa sangat sedih dan juga kecewa pada dirinya yang kalah pada keegoisannya sendiri. Kini Yura benar-benar sangat menyesal pernah tergiur dengan tawaran Patricia yang mengajaknya untuk menyingkirkan Eleanor.


"Cih, buang airmata buayamu itu, Bu. Aku tidak akan merasa iba sekalipun Ibu menangis darah di hadapanku. Nama Ibu akan tetap kubawa dalam rencana yang sudah aku persiapkan dengan sangat matang!" ejek Patricia jijik melihat ibunya menangis dalam diam.


"Cia, setega ini kau pada Ibu Nak?" tanya Yura lirih.

__ADS_1


"Kenapa tidak, Ibu juga tega membiarkan aku terluka seorang diri. Ibu dengan bahagia tersenyum sambil merangkul Elea tanpa mempedulikan perasaanku sama sekali. Jadi sekarang untuk apa lagi aku memikirkan perasaan orang yang sangat egois seperti Ibu? Saat posisi Ibu terancam, Ibu datang padaku dan bersedia untuk bekerjasama untuk melenyapkan Elea. Tapi setelah Ayah dan Elea menerima kehadiran Ibu, dengan gampangnya Ibu mengatakan padaku kalau Ibu tidak bersedia ikut dalam rencana yang sudah kubuat. Tidakkah menurut Ibu itu sangat menyakiti hatiku? Ibu membuangku begitu saja setelah mendapatkan cinta dari Ayah dan Elea. Kau mengkhianati aku Bu!."


Ucapan Patricia seperti tamparan yang sangat keras bagi Yura. Benarkah dia sudah sangat egois hanya demi mendapatkan cinta dari suaminya? Benarkah dia yang telah menelantarkan putrinya sendiri yang dia rawat dari kecil hanya demi mendapat tempat di hati putri sambungnya? Tanpa sadar airmata Yura kembali menetes. Dia bimbang, bingung harus bagaimana menghadapi putrinya yang sedang merasa sangat tersakiti.


"Tapi sekarang aku tidak akan peduli pada apapun lagi. Tujuanku datang ke rumah ini hanyalah untuk memberitahu Ibu kalau sebentar lagi rencanaku akan segera di lakukan. Dan aku tidak mau mendengar penolakan dari Ibu apapun alasannya. Jika Ibu berani tidak menuruti kata-kataku, maka bersiaplah di depak dari rumah ini karena aku tidak akan hancur seorang diri. Aku akan memberitahukan pada semua orang isi rekaman yang berisi percakapan kita saat merencanakan pembunuhan Elea. Ibu pasti sudah bisa menebak sendiri bukan apa yang akan terjadi selanjutnya?" ucap Patricia kemudian berdiri. "Ingat pesanku baik-baik Bu. Aku pergi!."


Setelah berkata seperti itu Patricia melenggang pergi dengan sorot mata yang di penuhi amarah. Dia pergi meninggalkan ibunya yang sedang menangis dalam kebimbangan.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mau mencelakai Eleanor, tapi aku juga tidak mungkin lari dari kata-kataku sendiri. Tolong aku Tuhan, aku tidak mau melihat kedua putriku ada yang tersakiti. Aku ingin mereka hidup bahagia bersamaku dan Bryan. Tolong bantu aku Tuhan, aku sangat takut!" ratap Yura sambil terisak lirih.


Tak ingin mengundang kecurigaan dari penghuni rumah, Yura segera menghentikan tangisnya. Dia lalu berjalan masuk ke dalam kamar, mencoba merenungi dan mencari jalan keluar dari masalah yang sedang membelitnya.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


__ADS_2