Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Number One


__ADS_3

Gabrielle diam memandangi istrinya yang terlelap setelah meminum obat pemusnah kecebong. Jari telunjuknya bergerak mengusap bibir tipis istrinya yang selalu terlihat menggoda. Ya, setelah acara sensus kebutuhan rumah, Gabrielle benar-benar mengabulkan keinginan istrinya untuk membawa semua pelayan pergi jalan-jalan. Dia sebenarnya bukan keberatan karena takut hartanya habis, hanya saja selama berjalan-jalan Elea selalu mengacuhkannya. Dia malah asik sendiri menemani para pelayan berbelanja.


"Sayang, kau unik sekali. Di saat para majikan meminta pelayan untuk membawakan barang belanjaan miliknya, kau malah sibuk mengambil ini dan itu untuk para pelayan sampai-sampai lupa untuk membelanjakan dirimu sendiri."


Saat di mall tadi, Elea sama sekali tidak membeli barang apapun. Bahkan sebelum pulang istrinya itu masih sempat mengecek apakah ada barang milik pelayan yang belum terbeli. Untuk sebagian orang, kehadiran Elea di rumah ini menjadi sebuah berkah yang sangat besar. Tapi bagi kaum pria, keberadaan Elea adalah ancaman besar. Gabrielle sadar itu, tapi dia selalu tidak bisa mengkondisikan rasa cemburunya. Dia benar-benar tidak rela jika harus melihat Elea dekat dengan orang lain. Terlebih lagi itu adalah kaum adam, jiwa psikopatnya langsung bersemi dengan memberikan ancaman-ancaman yang cukup mematikan.


"Elea, seandainya kau tahu kalau Bryan adalah ayah kandungmu, apa yang akan kau lakukan? Meskipun hari itu kau bilang akan baik-baik saja, aku tahu kalau hatimu pasti akan terluka. Apa yang harus aku lakukan jika hal itu sampai terjadi?" gumam Gabrielle lirih. "Dan juga almarhum ibumu, latar belakangmu tidak seremeh yang aku pikiran selama ini. Sayang, aku harap kau kuat dan tetap menjadi seperti Elea yang sekarang."


Bukan apa, Gabrielle memiliki firasat kalau keluarga dari ibu mertuanya merupakan keluarga yang sangat mengerikan. Dia khawatir istrinya yang menggemaskan ini akan tersakiti jika di ketahui keberadaannya oleh mereka. Meskipun begitu, Gabrielle juga ingin agar istrinya tahu siapa keluarganya agar kesedihannya bisa sedikit terobati.


Tok,tok,tok


Gabrielle segera beranjak dari samping Elea saat pintu kamar di ketuk. Dengan langkah perlahan dia menuju kearah pintu kemudian membukanya.


"Ada apa?."


"Tuan Reinhard menunggu anda di bawah, Tuan Muda" jawab Ares.


"Reinhard? Untuk apa dia datang malam-malam begini? Apa di rumah ada yang sakit?" tanya Gabrielle sambil menutup pintu kamar.


"Tidak ada, Tuan Muda. Mungkin dokter Reinhard ingin membicarakan hal lain dengan anda."


Ares dan Gabrielle berjalan masuk ke dalam lift. Benak Gabrielle sedikit penasaran akan kedatangan Reinhard ke rumahnya. Karena jarang sekali dokter itu menyambangi rumahnya jika tidak ada kepentingan tertentu.


Ting


"Tuan Muda!" sapa Nun yang sudah menunggu di depan lift.


Gabrielle mengangguk. "Dimana dia?."

__ADS_1


"Di ruang tamu, Tuan Muda" jawab Nun.


Tanpa membuang waktu lagi Gabrielle bergegas menemuinya. Dia lalu melihat seorang dokter tampan yang tengah duduk seorang diri sambil melamun. Tapi tetap saja ketampanan dokter itu belum bisa melewati ketampanannya. Gabrielle is number one.


"Ada apa kau kemari Rein? Tidak biasanya sekali!" tanya Gabrielle sembari mendudukkan bokongnya di sofa empuk rumahnya.


Reinhard menghela nafas. "Aku masih mengkhawatirkan keadaan istrimu, Gab. Apa yang terjadi setelah dia bangun?."


"Benar kau ingin tahu apa yang terjadi?."


Reinhard mengangguk cepat. Tapi beberapa detik kemudian dia menelan ludah. Sepertinya keadaan gadis kecil itu tidak seperti yang dia bayangkan saat di rumah sakit.


"Begitu dia bangun, dia langsung membuat Ayah dan Ibuku lari kocar-kacir karena kata ajaibnya. Setelah itu kami menghadiri pemberkatan acara pernikahan Grizelle dan di sana pun dia hampir membuat suami Grizelle dan Pendeta mati jantungan. Dia juga membuat Grizelle terlihat bodoh dengan menyebutnya jelek seperti zombie" ucap Gabrielle sambil memperhatikan ekpresi di wajah sahabatnya. "Dan sesampainya di rumah, dia menyebut Nun setan lalu memerasku dengan membawa seluruh pelayan pergi berbelanja ke mall. Dan yang lebih menajubkan lagi, saking sibuknya dia membelanjakan teman-temannya dia sampai lupa untuk membeli barang untuknya sendiri. Istriku sangat luar biasa bukan?."


Mulut Reinhard ternganga begitu mendengar perkataan Gabrielle yang sangat panjang. Dia tidak menyangka kalau sahabatnya ini memiliki istri yang sangat unik.


"Kenapa? Kau terkejut?" tanya Gabrielle.


Gabrielle tersenyum. Wajar kalau sahabatnya merasa frustasi, karena dia pun sama. Di tambah lagi dia yang di abaikan selama proses pemerasan ATM berjalan tadi, semakin lah membuat Gabrielle hampir depresi.


"Gabrielle, istrimu menyebut kalau pelaku pelecehan itu adalah seorang dokter. Apa kau sudah mencari tahu siapa dokter itu?" tanya Reinhard dengan wajah serius.


"Bukan aku yang mencari tahu, tapi Ibuku dan anak buahnya. Dokter yang melecehkan Elea adalah orang yang tujuh tahun lalu ingin membunuh walikota. Dan dokter itu adalah Jack-Gal, si pembunuh bayaran yang selalu di takuti semua orang" jawab Gabrielle.


"Apaa....!" pekik Reinhard syok.


"Ckck, kau terlihat seperti b*nci jika berteriak seperti itu Rein" ejek Gabrielle sambil menggosok telinganya.


Reinhard tergagap. "Maaf maaf, aku benar-benar sangat kaget mengetahui siapa pelakunya, Gab."

__ADS_1


Gabrielle menarik nafas. "Beberapa hari lalu Ares bilang kalau Jack-Gal sudah kembali ke negara ini. Tapi aku maupun Ibuku tetap tidak bisa menyentuhnya. Dia di lindungi oleh orang-orang dari kepemerintahan. Kata Ibuku akan sangat berbahaya jika kami menyentuhnya terlebih dahulu."


"Jadi maksudmu kau tidak bisa menuntut pertanggungjawaban dari bajingan itu?" tanya Reinhard kaget.


"Ya.."


"Waahhhh, keparat sekali dia. Setelah membuat anak orang mengalami trauma seperti ini dengan santainya dia melenggang bebas menghirup udara segar. Astaga, rasanya ingin sekali aku meremukkan kepalanya" geram Reinhard sambil mengepalkan tangan. "Gabrielle, yang aku tahu Jack-Gal tidak pernah membiarkan orang yang melihat wajahnya tetap hidup. Tapi kenapa Elea bisa selamat? Tidakkah menurutmu kepulangannya ke negara ini ada hubungannya dengan Elea?."


Ares, Nun dan Gabrielle memelototkan mata begitu mendengar perkataan Reinhard. Tidak ada satupun dari mereka yang terfikir akan hal ini.


"Ya Tuhan, kenapa aku tidak berfikir kesana? Jack-Gal, astaga... Bagaimana kalau dia benar-benar kembali untuk memburu Elea karena sudah melihat wajahnya tujuh tahun lalu?" ucap Gabrielle panik.


Ares yang melihat kepanikan di wajah Tuan Muda-nya segera bertindak. Dia menghubungi anak buahnya supaya melakukan penjagaan yang jauh lebih ketat lagi di sekeliling rumah. Jack-Gal, semua orang tahu betapa licinnya pembunuh bayaran itu dalam melakukan tugas. Hampir tak pernah ada jejak yang tertinggal, dan satu-satunya ciri yang bisa di kenali hanyalah semua orang korban akan mati dengan kepala terpenggal, sesuai dengan julukan pembunuhnya, Jack-Gal.


"Gabrielle, sebaiknya untuk sementara ini Elea jangan di biarkan pergi keluar dari rumah. Jika memang benar Jack-Gal mencarinya, akan sangat berbahaya jika Elea sampai tertangkap!" ucap Reinhard tak kalah panik.


"Kau benar. Arrgghhh brengsek! Sudah membuat istriku ketakutan seperti ini pun dia masih ingin mengincarnya. Awas saja, kalau dia berani menyentuh Elea sedikit saja, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisinya sekalipun harus berhadapan dengan pemerintah. Persetan dengan julukan pemberontak, Elea adalah istriku. Tidak ada yang boleh menyakitinya tanpa izinku!" amuk Gabrielle.


Semua orang mendadak jadi gelisah memikirkan keselamatan gadis kecil yang sedang tertidur nyenyak di atas ranjangnya. Hampir saja mereka melupakan alasan Jack-Gal masih membiarkan Elea hidup jika Reinhard tidak datang dan mengatakan hal tersebut. Malam ini Gabrielle benar-benar sangat berterima kasih pada sahabatnya ini. Secara tidak langsung sahabatnya sudah menyelamatkan istrinya dari sebuah ancaman yang sangat berbahaya.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2