Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Terbongkar


__ADS_3

Bibir Jack menyeringai lebar saat dia mendapat pesan masuk yang di kirim oleh Fendry. Dalam pesan tersebut ada sebuah video yang sepertinya tidak sengaja terekam oleh seseorang dimana memang benar kalau saat itu Elea berada di taman yang sama tempatnya berolahraga. Wajar kalau saat itu Jack tidak bisa melihat Elea karena mereka terhalang tikungan. Dan kebetulan juga saat mencarinya Jack bukan menuju kearah depan, melainkan kearah belakang. Tapi sekarang semua itu tidak penting lagi karena gadis kecilnya sudah dia temukan. Kepenatannya setelah berjuang di meja operasi langsung menghilang begitu melihat video tersebut.


"Jadi sayang, kau ini benar-benar tinggal bersama Keluarga Ma ya?Pantas saja semua jejakmu hilang tak berbekas" gumam Jack tak henti mengelus gambar Elea di dalam ponsel.


Kening Jack mengerut saat dia merasa familiar dengan seseorang yang sedang di tolong oleh Elea. Dia merasa kalau pakaian orang tersebut tidaklah asing.


"Aku seperti pernah melihatnya? Tapi siapa dia?."


Lama Jack berfikir, hingga akhirnya matanya terbelalak lebar. Bahkan dia sampai berdiri dari duduknya saking dia merasa kaget.


"Tuan Karim...." ucap Jack sembari mengusap wajah. "Pagi itu Tuan Karim terlihat sangat syok, bahkan kondisinya hampir kolaps. Tapi apa hubungannya dengan Elea? Tubuh gadis itu sangat mini, mustahil Tuan Karim terluka hanya karena di tabrak olehnya. Lagipula di video itu Elea-lah yang terpental lalu menabrak batang pohon, lalu kenapa Tuan Karim bisa sampai syok begitu? Aneh sekali."


Jack berjalan mondar-mandir di dalam ruangannya sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan kecil yang bisa memberinya kejutan baru. Saat dia hendak memutar kembali video itu, tiba-tiba tangannya terhenti di udara. Untuk sesaat tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya, sedetik kemudian dia berucap satu rahasia yang tidak sengaja terbongkar.


"Eleanor, Elea....Kedua nama ini tidak mungkin hanya sebuah kebetulan saja bukan? Dan wajah anaknya Tuan Karim, mungkinkah Elea adalah cucu terbuang itu?" gumam Jack di sertai dengan kekehan kecil dari mulutnya. "Oh Jack, kau menemukan harta karun ternyata. Tidak di sangka ternyata Elea adalah cucu yang sedang di cari oleh pasienmu. Eleanor Young, jadi ini nama aslimu ya sayang? Aku suka!."


Saat Jack sedang bersukacita dengan hasil temuannya yang sangat luar biasa, seseorang mengetuk pintu ruangannya. Jack lalu meminta orang tersebut untuk masuk ke dalam.


"Ada apa?" tanya Jack pada perawat.


"Maaf dokter Jackson, Tuan Karim ingin berbicara dengan anda."


Jack tersenyum samar, dia lalu menganggukkan kepala. "Baiklah, sebentar lagi aku akan segera kesana. Kau kembalilah bekerja."


"Baik dokter."


Sepeninggal perawat tersebut, Jack mulai memilah kata yang tepat untuk mencari tahu lebih banyak tentang Elea dari Tuan Karim. Sebenarnya dia bisa saja langsung membunuh kakek tua yang telah menyakiti calon ratunya, namun niat itu dia urungkan karena Jack merasa kalau suatu saat kakek tua itu akan sangat berguna untuknya bisa merebut Elea dari tangan Keluarga Ma.


"Mari Jack kita temui kakek tua itu. Kita lihat apakah dia akan membahas tentang pertemuannya dengan Elea atau tidak."

__ADS_1


Sambil bersiul kecil, Jack akhirnya keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ruangan Tuan Karim. Saat dia hendak masuk, dia berpapasan dengan wanita yang juga cucu dari kakek tua tersebut.


"Selamat siang dokter, kakekku ingin bertemu denganmu" sapa Patricia sedikit cetus.


"Saya tahu Nona. Perawat sudah mengabari saya barusan" sahut Jack datar.


Sorot mata Jack mendingin. Dia bisa merasakan kalau wanita ini seperti sedang memendam kemarahan. Tak ingin membuat pasiennya menunggu, Jack bergegas masuk kemudian menghampiri Tuan Karim yang sedang termenung di ranjangnya.


"Tuan Karim, anda mencari saya?."


Karim menghela nafas panjang kemudian mengangguk. "Cucuku, aku menemukannya."


Jack pura-pura terkejut mendengarnya. Lalu mulailah dia mencecar si kakek tua ini. "Benarkah? Kalau begitu selamat Tuan Karim, akhirnya anda berhasil menemukan Nona Eleanor."


"Tapi Jack, apa aku masih pantas untuk mengajaknya pulang dan meminta maaf atas dosa-dosa yang telah aku lakukan dulu? Eleanor, dia terlihat baik-baik saja dengan hidupnya. Wajahnya sangat bersinar dan tubuhnya begitu terawat. Mungkinkah dia sudah menemukan kebahagiaannya?" ucap Karim bertanya-tanya.


'Kau benar kakek tua. Cucu yang kau sia-siakan kini hidup bersama dengan keluarga yang statusnya sangat di hormati.'


Karim mengangguk. Dia menatap seksama kearah dokter yang merangkap sebagai teman bicaranya.


"Apakah anda menyesali semua kejahatan yang pernah anda perbuat pada Nona Eleanor?."


"Ya, aku bahkan seperti akan mati setiap kali mengingatnya. Aku ingin sekali menebus semua dosa-dosa itu, Jack. Tapi aku tidak berani untuk sekedar memanggil namanya kemarin" jawab Karim sendu. "Aku takut Eleanor akan menolakku jika dia tahu akulah yang menyebabkan penderitaan dalam hidupnya sejak bayi!."


"Kau harus berani, Tuan Karim. Eleanor adalah cucumu, kau harus membawanya pulang ke rumah dan menebus semua kesalahan di masa lalu. Saya yakin Nona Eleanor pasti akan memberikan maaf untuk anda" imbuh Jack penuh maksud.


Ya, di sini Jack berusaha memanfaatkan Tuan Karim untuk merebut Elea dari Keluarga Ma. Karena dengan begini Jack tidak harus merasa khawatir berurusan dengan keluarga itu. Ibarat kata, dia mendapat keuntungan tanpa harus mengotori tangannya sendiri. Jika Elea berhasil kembali ke keluarganya, maka Jack akan lebih mudah untuk mendapatkannya. Keluarga Young tidak seberbahaya Keluarga Ma.


"Lalu bagaimana dengan putraku? Dia pasti akan sangat murka jika tahu kalau aku sengaja membuang Eleanor dan berkata bohong kalau anaknya sudah meninggal. Aku sangat takut putraku akan membenciku Jack. Tolong beritahu apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi kemarahannya nanti" tanya Karim gelisah.

__ADS_1


Rahang Jack mengetat. Rasanya ingin sekali dia memenggal kepala kakek tua ini yang ternyata cukup sulit untuk di perdayai. Namun Jack tak mau menyerah begitu saja, apapun caranya dia harus tetap membuat Karim mau mengambil Elea dari genggaman keluarga itu. Dia sudah tidak sabar untuk segera memboyong ratunya pulang ke dalam sangkar emas yang sudah lama dia persiapkan.


"Tuan Karim, dengan membawa Nona Eleanor kembali saya rasa itu sudah cukup untuk menembus rasa bersalah anda. Saya yakin putra anda pasti akan mengerti jika anda benar-benar tulus meminta maaf padanya. Saya sarankan anda untuk secepatnya bicara jujur pada Tuan Bryan. Dengan begitu kalian bisa bekerjasama mencari keberadaan Nona Eleanor" ucap Jack memberi semangat.


"Apakah tidak apa-apa jika seperti itu Jack?" tanya Karim ragu.


"Percaya saja Tuan Karim. Mungkin ini adalah karma yang harus anda tuai setelah menebar benih dosa dalam rumah tangga Tuan Bryan. Tidak apa-apa, setidaknya anda masih di beri waktu untuk menebus semua itu. Ingat Tuan Karim, tidak semua orang mempunyai kesempatan kedua seperti anda. Maka dari itu gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya!" jawab Jack.


Semangat di diri Karim kembali naik setelah dia mendapat wejangan dari Jack. Dia seperti menemukan jalan terang setelah terjebak dalam labirin tiada akhir. Cucunya, apapun yang terjadi dia akan membawanya pulang ke rumah. Dan untuk amarah Bryan, Karim memilih untuk pasrah saja. Toh ini terjadi juga karena ulahnya sendiri. Jadi, mau tidak mau dia harus menerima kebencian putranya dengan lapang dada.


"Jadi Jack, darimana aku harus memulai semua ini?" tanya Karim sambil menarik nafas panjang.


"Mulailah dari bicara jujur pada putra anda, Tuan Karim" jawab Jack lega.


'Akhirnya, berhasil juga dia aku perdayai. Hahhahaha, sebentar lagi aku akan segera mendapatkanmu Eleanor sayang. Tunggulah sayang, secepatnya kita akan tinggal bersama di istanaku.'


"Kalau begitu urus kepulanganku sekarang juga. Aku tidak mau menundanya lagi Jack" perintah Karim menggebu-gebu.


Jack mengangguk. Dia tentu saja yang paling bersemangat di sini. Jack bahkan melupakan fakta kalau kondisi kakek tua ini masih belum stabil, akan sangat beresiko jika serangan jantung itu kembali datang.


Tanpa Jack dan Karim sadari, dari balik pintu Patricia sedang berdiri mematung begitu tahu kalau kakeknya telah menemukan Elea. Setelah tersadar dari keterkejutannya, Patricia dengan langkah cepat pergi meninggalkan rumah sakit. Dia harus bertindak lebih dulu sebelum kakeknya benar-benar membawa parasit itu pulang ke rumah.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS......


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...

__ADS_1


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...


__ADS_2