Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Kegelisahan


__ADS_3

Di saat Gabrielle dan Elea sedang bersenang-senang, di kediaman Young saat ini sedang terjadi kepanikan. Bagaimana tidak! Karim yang sudah beberapa hari terakhir terus mengurung diri di dalam kamar tiba-tiba di temukan sudah dalam keadaan pingsan. Untung saja saat itu Yura cepat menyadari ada yang tidak beres dengan ayah mertuanya. Dia kemudian berteriak dengan sangat kencang hingga membuat seisi rumah berlarian karena kaget.


"Hiksss Bry, ayo cepat bawa Ayah ke rumah sakit" ucap Yura di sela-sela isak tangisnya.


"Tenanglah, aku sudah meminta dokter Reinhard untuk segera datang kemari. Terlalu lama jika harus kita yang membawa Ayah pergi ke rumah sakit" jawab Bryan sambil menatap sedih kearah ranjang dimana ayahnya sedang terbaring tak sadarkan diri.


Jujur, perasaan Bryan sedang sangat campur-aduk antara ingin memberitahu Eleanor perihal ayahnya atau tidak. Dia sudah di beritahu oleh menantunya kalau mental putrinya sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Jadi untuk beberapa waktu ini menantunya berpesan agar tidak mengabari sesuatu yang bisa membuat mental putrinya semakin memburuk.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kalau aku tidak mengabari Eleanor, aku takut nanti akan di persalahkan jika sampai terjadi hal buruk pada Ayah. Tapi jika aku memberitahunya...... Ya Tuhan, kenapa semuanya jadi rumit begini? Harus pada siapa aku memberatkan pilihan? Kesehatan Ayah dan Eleanor sama pentingnya bagiku, tidak mungkin aku memilih salah satu dari mereka.'


Yura yang melihat suaminya diam merenung segera mengguncang lengannya pelan. Dia tahu suaminya sedang dilema.


"Bryan, apa yang sedang kau pikirkan?.


"Aku bingung, Yura. Aku tahu kehadiran Eleanor akan sangat membantu Ayah keluar dari rasa penyesalannya sekarang. Tapi Gabrielle sudah memberitahu kalau keadaan putri kita sedang tidak baik, dan aku tahu kalau itu sebenarnya adalah sebuah peringatan agar kita tidak mengusik ketentraman hati Eleanor dengan hal-hal yang berhubungan dengan masa lalunya. Sekarang aku jadi serba salah, aku benar-benar bingung harus bagaimana" jawab Bryan lirih.


Yura pun akhirnya ikut menjadi bingung setelah mendengar penuturan suaminya. Ya, selama mengurung diri, ayah mertuanya memang beberapa kali kedapatan sedang menggumamkan nama Eleanor. Ayah mertuanya terlihat sangat tersiksa dengan penyesalan dosa yang harus dia tanggung seorang diri.


"Permisi Tuan, Nyonya, dokter Reinhard sudah datang" lapor seorang pelayan.


"Cepat bawa dokter Reinhard masuk kemari" sahut Yura dengan cepat.


Si pelayan mengangguk. Tak lama kemudian dia kembali muncul bersama seorang dokter tampan yang berstatus sebagai direktur rumah sakit milik Group Ma. Bryan yang melihat kedatangan Reinhard segera datang untuk menjabat tangannya. Dia lalu membawanya menuju ranjang dimana ayahnya berada.


"Dokter, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Ayahku. Pagi tadi istriku menemukannya pingsan diatas ranjang."


"Paman Bryan, tolong jangan memanggilku seformal itu. Sebut nama saja" sahut Reinhard membalas jabat tangan mertuanya Gabrielle kemudian segera memeriksa kondisi Kakek Karim.

__ADS_1


Bryan mengangguk. Dia dan Yura menunggu dengan harap-harap cemas di samping ranjang ayah mereka.


"Apa Kakek Karim tidak makan dengan baik akhir-akhir ini?.


"Iya, Ayah selalu menolak hampir semua makanan yang aku bawakan untuk beliau" jawab Yura sambil menatap sedih ke wajah ayah mertuanya. "Ayah mungkin sedang menghukum dirinya sendiri atas semua dosa yang pernah dia lakukan pada Sandara dan juga Eleanor."


Ruangan kamar mendadak jadi sunyi setelah Yura menyebut nama istri pertama suaminya. Hanya tangan Reinhard saja yang masih terus memeriksa kondisi pria malang yang tergeletak tak berdaya di bawah balutan selimut tebal.


"Paman, Kakek Karim tidak apa-apa. Dia hanya terlalu stress dan juga kekurangan asupan makanan makanya jatuh pingsan. Dan untuk kondisi jantungnya sendiri sebenarnya cukup mengkhawatirkan. Nanti aku akan melakukan pemeriksaan berkala setelah beliau sadar" ucap Reinhard melaporkan hasil pemeriksaan.


Dengan setengah ragu Bryan mencoba untuk mencari tahu keadaan putrinya dari Reinhard.


"Rein, boleh Paman bertanya padamu?.


"Boleh, silahkan Paman tanyakan saja" jawab Reinhard mempersilahkan.


Reinhard terdiam. Dia menimang jawabannya terlebih dahulu sebelum memberitahukan siapa yang mereka temui saat sedang berlibur di Paris kemarin.


"Rein?" panggil Bryan resah saat pertanyaannya tak kunjung di jawab.


"Paman, saat di Paris kemarin kami bertemu dengan neneknya Elea. Namanya Nyonya Clarissa Wu, dia adalah salah satu desainer kondang yang juga berasal dari keluarga bangsawan. Dari beliau kami tahu penyebab kenapa almarhum Nyonya Sandara bisa terdampar di negara ini. Mungkin karena terlalu kaget Elea jadi memperlihatkan emosi yang sedikit berbeda, dia berniat membunuh neneknya sendiri setelah di beritahu kalau ibunya sengaja di tinggal sendirian di negara ini demi melindungi aset berharga milik Keluarga Wu. Karena hal inilah aku menyarankan pada Gabrielle agar tidak membiarkan Elea mendengar kabar yang bisa memicu emosinya dulu. Dari sini aku harap Paman bisa memahami keadaan Elea, dia sedang sakit sekarang!" jelas Reinhard.


Tubuh Yura dan Bryan kaku begitu mereka tahu siapa keluarga Sandara sebenarnya. Selama menjadi istrinya, Bryan hanya tahu kalau Sandara adalah seorang anak yatim piatu. Termasuk juga dengan kelebihan yang menurun pada putri mereka.


"Ja-jadi Sandara adalah putrinya Nyonya Clarissa Wu?" tanya Yura dengan suara bergetar.


"Iya Bi. Dan beliau adalah pewaris dari seluruh harta kekayaan milik keluarga itu. Tapi kemungkinan besar sekarang nama ahli warisnya sudah berganti menjadi atas nama Elea karena Nyonya Clarissa sudah tahu kalau Nyonya Sandara sudah lama meninggal dunia" jawab Reinhard lagi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

__ADS_1


Rasanya Bryan ingin sekali menjerit. Dia merasa amat sangat bersalah karena bagaimana pun juga kematian Sandara ada campur tangan ibunya. Bryan tidak bisa membayangkan akan seperti apa reaksinya nanti jika Nyonya Clarissa sampai datang ke negara. Tapi baru saja Bryan berfikir seperti itu, Reinhard kembali mengatakan sesuatu yang langsung membuatnya seperti mati di tempat.


"Paman, Bibi, mungkin dalam waktu dekat ini Nyonya Clarissa akan segera datang mengunjungi Elea. Dan aku yakin sekali beliau pasti akan mencari Kakek Karim untuk meminta penjelasan darinya. Nyonya Clarissa sempat drop saat di beritahu kalau Nyonya Sandara meninggal di tangan ayah kandungnya sendiri, dia terlihat sangat terpukul dengan kenyataan itu!.


Yura dengan sigap menahan tubuh suaminya yang hampir limbung. Dia bisa merasakan kepanikan yang sedang mendera diri suaminya. Karena sebenarnya dia pun sama, Yura juga cukup gelisah mendengar kabar tersebut. Dia takut Nyonya Clarissa akan menuntut tanggung jawab dari suaminya karena sudah gagal melindungi Sandara dari kekejaman ayahnya sendiri.


"Paman baik-baik saja?" tanya Reinhard kaget kemudian membantu ayahnya Elea untuk duduk di sofa.


"Aku, bagaimana caraku nanti untuk menghadapi kemarahan neneknya Eleanor? Aku takut dia akan memisahkan kami berdua" jawab Bryan panik.


Reinhard bingung harus menjawab apa. Dia juga tidak tahu apa yang akan terjadi di saat Nyonya Clarissa datang ke negara ini. Tapi yang jelas, kedatangannya itu akan membawa dampak yang cukup buruk pada diri Elea jika sampai terjadi keributan di rumah ini. Memikirkan hal itu membuat kepala Reinhard tiba-tiba berdenyut.


"Bryan, jangan pikirkan masalah yang belum terjadi. Sebaiknya sekarang kau istirahat di kamar saja ya. Ayah biar aku yang menjaganya" ucap Yura tak tega melihat keadaan suaminya.


Bagai kehilangan roh, Bryan hanya menurut saja saat tubuhnya di giring keluar dari dalam kamar ayahnya. Pikirannya sudah terbelenggu, dia benar-benar sangat takut akan di pisahkan dengan putri kesayangannya begitu ibunya Sandara tiba di negara ini.


"Hmm Elea, semoga kau kuat menghadapi hantaman badai besar yang akan segera terjadi. Aku benar-benar sangat prihatin dengan jalan hidup yang harus kau lewati" gumam Reinhard lirih sembari memperhatikan pria tua yang masih belum sadarkan diri diatas ranjang.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: emak_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...

__ADS_1


__ADS_2