Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Kupu-Kupu Malam


__ADS_3

Elea berdiri diam memperhatikan suasana ramai yang ada di tempat ini. Bibirnya berdecak kagum saat dia melihat banyak wanita-wanita cantik bertebaran dengan pakaian yang sangat bagus. Dan juga di tubuh mereka menempel perhiasan mewah yang Elea yakini pasti memiliki harga selangit.


"Apa aku tersesat di surga ya?" gumam Elea keheranan.


Para penjaga yang melihat kemunculan seorang gadis kecil di dekat pintu rahasia itu saling menatap heran. Mereka sebelumnya tidak pernah menjumpai gadis kecil ini. Tapi karena gadis itu muncul dari tempat yang hanya boleh di gunakan oleh bos mereka, mereka kemudian mendatanginya untuk bertanya. Berjaga-jaga saja, siapa tahu kalau gadis ini adalah orang penting yang ingin mengawasi kinerja mereka di Club Ivory.


"Selamat malam, Nona!".


"Selamat malam, Paman" sahut Elea ramah.


Meskipun memakai kacamata hitam, nyatanya hal tersebut tak mampu menutupi keterkejutan para penjaga yang di buat kaget saat gadis ini memanggil mereka dengan sebutan paman.


"Paman, ini dimana? Apa aku sudah sampai di surga Tuhan?" tanya Elea mendekat kearah salah satu penjaga.


"Su,surga?" beo seorang penjaga heran.


Elea mengangguk. Dia lalu menunjuk seorang wanita cantik yang baru saja lewat di depannya.


"Lihat, bukankah mereka adalah bidadari yang tinggal di sini?".


"APAAA..! BIDADARI?".....


Para penjaga segera melihat kearah wanita yang di tunjuk oleh Elea. Ekpresi di wajah mereka terlihat sangat buruk.


'Darimana asal gadis ini sebenarnya? Bagaimana bisa dia menyebut wanita malam sebagai bidadari? Matanya sudah buta ya?'.


"Nona, mereka bukan bidadari, tapi mereka adalah wanita penghibur. Mudahnya kita bisa menganggap mereka sebagai kupu-kupu malam!" jelas penjaga dengan sangat sabar.


Meskipun tak paham dengan maksud dari kupu-kupu malam, Elea tak berniat untuk meminta penjelasan dari paman penjaga.


"Paman, aku boleh jalan-jalan tidak? Ini pertama kalinya aku datang ke surga!".


Para penjaga menarik nafas berat. Lagi-lagi gadis kecil ini menyebut club malam sebagai surga.


"Sebaiknya Nona tetap bersama kami di sini. Tempat ini sangat berbahaya untuk gadis kecil sepertimu. Banyak pria hidung belang yang sedang berkeliaran untuk mencari kepuasan!".


"Maksud Paman apa? Aku tidak mengerti" sahut Elea kebingungan.


"Sudahlah, Nona ikut kami saja. Nanti Paman akan memberimu banyak cemilan!" ucap penjaga ikut menyebut dirinya sebagai paman.


Dengan patuh Elea mengikuti beberapa penjaga yang mengajaknya pergi. Dia terus bertanya ini dan itu setiap kali menjumpai sesuatu yang menurutnya aneh. Membuat para penjaga tak tahan untuk tidak mentertawakannya.


Entah kenapa para penjaga di club itu merasa cukup segan terhadap Elea. Mereka juga memperlakukannya dengan sangat baik mengingat kalau gadis kecil ini muncul dari tempat yang tidak boleh di masuki oleh sembarangan orang. Para penjaga tak mau menanggung resiko di habisi oleh keluarga mengerikan itu jika benar kalau gadis kecil ini ternyata adalah bagian dari mereka. Karena hanya orang-orang dari Keluarga Ma saja yang boleh keluar masuk dari pintu rahasia itu.


Jika Elea sedang bersenang-senang di dalam club bersama para penjaga, di dalam rumah utama, seluruh orang sedang panik karena tidak bisa menemukan keberadaannya. Gabrielle bahkan mencurigai Lan telah memakan istrinya karena binatang itu juga tidak di ketahui dimana keberadaannya sekarang.


"Shiitttt....... Siapa yang membawa lari istriku!" teriak Gabrielle murka sambil meninju tembok.

__ADS_1


"Tenang dulu Gab. Ayah yakin Elea pasti masih ada di rumah ini. Mungkin dia hanya sedang tersesat di salah satu ruangan!" hibur Greg sembari menepuk bahu putranya yang sedang kalut.


Liona berdiri diam melihat kekhawatiran putranya. Pikirannya mencoba menebak-nebak kemana menantunya itu pergi.


"Gabrielle, apa Elea tahu tentang ruang rahasia di rumah ini?".


Gabrielle langsung teringat kalau Elea sempat menanyakan ruang rahasia yang tadi di masuki Ares setelah ibunya bertanya. Tanpa memberikan jawaban, dia segera berlari cepat kearah ruangan tersebut. Berharap kalau istrinya memang berada di sana.


Saat Gabrielle hampir menggapai gagang pintu, bersamaan dengan yang Ares keluar dari dalam ruangan. Dia menatap bingung kearah Tuan Muda-nya yang terlihat begitu panik.


"Tuan Muda, ada apa?".


"Dimana Elea? Dia ada di dalam tidak?" tanya Gabrielle tak sabar.


"Tadi Nyonya memang masuk ke dalam. Tapi saya sudah memintanya untuk kembali, Tuan Muda. Beliau sudah tidak ada di dalam lagi" jawab Ares keheranan.


Gabrielle kembali mengumpat. "Dia hilang, cepat cari di semua tempat. Periksa CCTV. Sekarang!!".


Mata Ares melotot kaget. Dia mengangguk kemudian kembali masuk ke ruangan menyusul Tuan Muda-nya.


"Paman Mario, tolong periksa CCTV di rumah ini. Istriku hilang!" teriak Gabrielle.


Saat semua orang sedang panik, Lan dengan santai berjalan kearah mereka. Dia mengaum kuat saat Gabrielle tiba-tiba mencekik lehernya.


"Lan, dimana istriku hah! Cepat katakan dimana Elea!" teriak Gabrielle seperti orang gila.


Ares dan ayahnya berusaha melepaskan Lan dari amukan Gabrielle. Begitu terlepas, harimau tidak bersalah itu segera melarikan diri kearah pintu yang di masuki majikan barunya tadi.


"Tuan Muda, Lan tidak mungkin memakan Nyonya. Mereka sangat dekat, Nyonya bahkan tidak takut sama sekali padanya!" ucap Ares sambil menahan tangan Tuan Muda-nya yang ingin menembak Lan. "Lebih baik kita ikuti Lan saja. Siapa tahu dia mengetahui dimana keberadaan Nyonya!".


Setelah mendengar perkataan Ares, Gabrielle segera berlari menyusul Lan. Keningnya mengernyit saat Lan menyampaikan sesuatu melalui pikiran mereka.


"Jadi Elea masuk kesana?" gumam Gabrielle.


Tanpa membuang waktu lagi, Gabrielle dan semua orang bergegas masuk ke dalam terowongan yang menghubungkan rumah utama dengan Club Ivory. Entahlah, perasaan Gabrielle campur aduk sekarang. Senang karena istrinya ternyata tidak hilang, dan kesal karena istrinya pergi diam-diam.


"Tenanglah, para penjaga tidak akan mungkin membiarkan Elea terluka!' hibur Liona begitu mereka sampai di Club Ivory.


"Elea sangat polos, Bu. Aku khawatir ada pria brengsek yang memanfaatkan kepolosannya" sahut Gabrielle sambil melihat kesana kemari mencari keberadaan istrinya.


"Selamat malam Nyonya Liona,Tuan Besar Greg, Tuan Muda Gabrielle!" sapa beberapa penjaga sembari menunduk hormat.


"Apa kalian melihat seorang gadis kecil yang sangat cantik keluar dari sini? Dia istriku!" tanya Gabrielle langsung.


Para penjaga tersentak kaget. Mereka kemudian menarik nafas lega karena tidak salah mengambil tindakan.


"Tadi memang ada seorang gadis kecil yang keluar dari pintu ini, Tuan Muda. Dan sekarang Nona itu sedang di jaga oleh yang lain di ruangan sebelah sana!".

__ADS_1


"Hah, syukurlah. Antar aku kesana!".


"Baik Tuan Muda".


Greg menepuk bahu Gabrielle kemudian tersenyum. "Ibumu kan sudah bilang kalau para penjaga disini pasti akan melindungi Elea!".


Gabrielle mengangguk lega. Mereka semua kemudian pergi menuju ruangan dimana Elea berada.


Ceklek


"Kak Iel...!".


Begitu mendengar suara istri kesayangannya, Gabrielle segera berlari untuk memeluknya. Dia menciumi puncak kepala Elea tanpa mempedulikan lagi keberadaan orang-orang yang ada di sana.


"Kak Iel, bagaimana caranya kau datang kemari?" tanya Elea sambil memejamkan mata saat Gabrielle tak berhenti menciumi wajahnya.


"Sayang, lain kali jangan pergi sendirian ya. Aku khawatir sekali tadi" ucap Gabrielle dengan nafas yang masih memburu.


"Tadinya aku bersama Lan, Kak. Tapi dia tidak mau ikut, jadi ya sudah aku masuk sendiri saja. Tahu tidak Kak Iel, awalnya aku pikir kalau aku ini sedang tersesat di surga Tuhan. Tapi paman itu bilang ini bukan surga, melainkan neraka dunia karena banyak orang-orang tidak baik berada di tempat ini. Memangnya benar ya Kak?" tanya Elea sambil menunjuk seorang penjaga yang berada tak jauh darinya.


Penjaga yang tadi bicara seperti itu langsung memucat. Kakinya gemetaran, dia tidak menduga kalau gadis kecil ini akan menunjuk dirinya.


"Ma,maafkan saya T,Tuan Mu,Muda. S,saya saya bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Nona ini!".


Liona yang melihat anak buahnya ketakutan segera mendekat. Dengan tatapan yang penuh intimidasi dia bicara padanya.


"Nona yang kau maksud adalah menantuku. Namanya Elea, dia istri Tuan Muda kalian. Dan hari ini kalian semua sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Mulai bulan depan gaji kalian akan di naikkan menjadi tiga kali lipat beserta dengan bonusnya!".


Mata para penjaga membelalak lebar. Mereka semua bersuka cita menyambut kabar baik tersebut.


"Terima kasih banyak, Nyonya Liona. Terima kasih Nona Elea!" ucap para penjaga dengan senyum semringah.


Elea menatap kagum kearah ibu mertuanya. Bibirnya tersenyum. 'Ibu Liona ternyata sangat baik hati. Jika aku kaya nanti, aku akan menjadi orang dermawan sepertinya'.


Gabrielle tersenyum kearah ibunya saat dia mendengar keinginan Elea. Setelahnya, mereka semua segera kembali ke rumah dengan Elea yang tidak berhenti menyatakan kekagumannya tentang club ini.


🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄


...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻 IG: nini_rifani...


...🌻 FB: Nini Lup'ss...


...🌻 WA: 0857-5844-6308...

__ADS_1


__ADS_2