Istri Kecil Sang Pewaris

Istri Kecil Sang Pewaris
Sesuatu Yang Hot


__ADS_3

"Selamat pagi, Nona Levita."


"Selamat pagi, Nona."


"Selamat pagi....


Selamat pagi, selamat pagi, selamat pagi, kata-kata itu terus terdengar begitu Levi melangkah masuk ke dalam perusahaan. Pagi ini adalah pagi perdana seorang Levita menyandang gelar resmi sebagai seorang CEO dari FS Group, perusahaan milik keluarga Foster. Levita berjalan dengan begitu anggun dan memukau, seolah sedang menampilkan sosoknya sebagai seorang model ternama yang biasa berlenggak-lenggok memperagakan busana. Semua karyawan yang ada di sana nampak tercengang kagum. Bagaimana tidak! Siapa yang menduga kalau mereka akan mempunyai bos yang mantan seorang top model kenamaan. Di tambah lagi dengan rumor yang menyebutkan kalau mantan model bernama Levita Foster mampu memukul mundur para bandit yang ingin menggulingkan kekuasaan Samuel Foster, ayahnya. Membuat semua karyawan yang ada di sana tak sabar untuk menunggu gebrakan dari sang model yang bermulut king kobra.


"Selamat pagi, Nona Levita," sapa Kania, wanita dewasa yang akan menjadi sekertaris dari CEO baru di FS Group.


"Pagi, Kania. Bagaimana tidurmu? Nyenyak?"


Sambil merapihkan pakaian, Levi melangkah masuk ke dalam lift di ikuti oleh sekertarisnya. Dia lalu menekan tombol ke lantai paling atas dimana ruangannya berada. Meskipun sudah menjadi seorang bos, Levita masih sedikit sungkan untuk meminta Kania melakukan hal-hal seperti ini. Apalagi Kania terlihat lebih tua darinya. Jadi Levi memutuskan untuk tidak menyiksanya dulu.


"Sangat nyenyak, Nona. Terima kasih atas perhatiannya," sahut Kania sopan.


"Apa kau sudah berkeluarga?" tanya Levi iseng.


Ah, menyebut kata keluarga membuat Levi teringat dengan Reinhard. Kekasihnya itu sejak kemarin sibuk berada di ruang operasi. Bahkan sampai pagi ini Levi tak kunjung menerima ucapan selamat karena telah menjabat sebagai seorang CEO. Meski sedikit kecewa, Levi tetap memahami alasan kenapa kekasihnya bersikap seperti itu. Reinhard adalah seorang direktur yang bertanggung jawab terhadap semua rumah sakit yang bernaung di bawah Group Ma, wajarlah kalau pria itu sedikit lebih sibuk jika di bandingkan dengan kebanyakan dokter yang lainnya.


"Sudah, Nona. Suami saya juga bekerja di perusahaan ini."


"Oh ya?"


"Iya, Nona."


Levi menganggukkan kepala.


"Apa kalian sudah mempunyai anak?"


"Belum, Nona. Kami baru lima bulan menikah," jawab Kania seraya tersenyum malu.


Ting


Pintu lift terbuka. Levi segera keluar dari sana diikuti oleh Kania di belakangnya.


"Apa para perusuh itu melakukan konspirasi di belakangku?" tanya Levi.

__ADS_1


"Untuk sekarang ini masih belum, Nona. Akan tetapi saya yakin setelah ini mereka pasti akan kembali membuat ulah," jawab Kania kemudian mengambil tablet dari dalam tasnya. "Ini rekaman yang tidak sengaja saya ambil saat sedang makan malam bersama suami saya di luar. Mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang berhubungan dengan posisi anda sekarang."


Langkah Levi terhenti. Dia segera mengambil tablet dari tangan Kania sebelum akhirnya membuka knop pintu ruangannya.


"Oh jadi mereka....


"Surprise!!"


Tablet di tangan Levi hampir saja terlepas jika Kania tidak sigap menangkapnya lebih dulu. Wajahnya merah padam, kesal karena ada orang yang berani membuatnya kaget di hari pertamanya bekerja.


"Apa-apaan kau hah! Kau pikir ini hutan apa?"


Reinhard yang sedang menyembunyikan wajahnya di belakang buket bunga nampak menahan tawa. Sebelumnya dia sudah bersekongkol dengan Kania kalau dia ingin memberikan kejutan untuk Levi. Dan sepertinya kejutan ini berhasil karena suara kekasihnya terdengar begitu kesal.


"Kania, siapa makhluk berbunga itu? Bagaimana bisa kau membiarkan orang asing masuk ke dalam ruanganku?" tanya Levi heran melihat seseorang yang sedang berdiri di balik buket bunga berukuran besar.


"Ekhmm maaf Nona, saya permisi ke kamar kecil dulu," jawab Kania kemudian buru-buru keluar dari ruangan.


Mulut Levi ternganga. Baru kali ini dia melihat ada seorang sekertaris berani mengabaikan pertanyaan bosnya. Memikirkan keanehan itu, tiba-tiba saja Levi merasa ada yang tidak beres dengan orang asing ini. Dia kemudian menyeringai, satu ide sesat muncul di pikirannya.


Kening Reinhard mengerut saat dia tak mendengar suara apa-apa di dalam sana. Penasaran, dia akhirnya menurunkan buket bunga yang menutupi wajahnya. Dan begitu dia melihat ke arah depan, sebuah wajah dengan ekpresi yang mengerikan muncul di hadapannya. Sontak saja hal itu membuat Reinhard memekik kaget hingga hampir jatuh terjengkang ke belakang.


"Hahahahaha... rasakan! Memangnya enak kalau dibuat kaget. Hm?" ucap Levi sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sayang, apa kau tidak ada cara lain lagi untuk membalas dendam?" tanya Reinhard sambil mengusap dadanya yang sedang berdebar kuat. Hampir saja dia mati jantungan.


Bukannya menjawab, Levi malah langsung masuk ke pelukan Reinhard. Dia benar-benar sangat merindukan dokter gadungan ini. Sungguh.


"Aku sekarang seorang CEO,"


"Lalu?"


Reinhard mengulum senyum. Dengan penuh sayang dia menciumi puncak kepala kekasihnya yang tiba-tiba saja bermanja.


"Aku ingin ucapan selamat," ujar Levi sambil mengerucutkan bibir.


"Seperti?"

__ADS_1


"Reinhard!!"


Kesal karena kekasihnya tidak peka, Levi langsung melepaskan pelukannya. Dia kemudian duduk di kursi kerjanya, mengabaikan Reinhard yang sedang memandanginya dengan tatapan aneh.


"Sayang, jangan marah."


"Pergi sana. Mulai hari ini kita putus, aku tidak sudi mempunyai kekasih yang tidak peka sepertimu. Lebih baik aku mencari pria lain saja yang bisa lebih romantis. Pokoknya mulai sekarang kita tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi. Titik!" usir Levi dengan nada yang sangat ketus.


"Oke, tidak masalah!"


Setelah berkata seperti itu dengan santai Reinhard melenggang pergi dari ruangan Levi. Meninggalkan kekasihnya yang sedang tercengang dengan mulut terbuka lebar.


"Re-Reinhard setuju untuk berpisah denganku?" ujar Levi tak percaya. "Tidak mungkin. Awas saja kau Rein, berani meninggalkan aku maka kau harus siap kehilangan burungmu. Ishh, dasar jahat. Kau jahat Reinhard!!"


Tepat ketika Levi sedang memaki Reinhard, ponselnya bergetar. Sambil bersungut-sungut Levi mengambil ponsel dari dalam tas kemudian membaca pesan yang dia terima.


Buka laci mejamu. Jika terlambat, maka jangan salahkan aku kawin lari dengan wanita lain.


Begitu membaca pesan, cepat-cepat Levi membuka laci mejanya. Wajahnya yang tadi terlihat kesal langsung berganti dengan raut wajah penuh kebahagiaan. Di dalam laci ada satu buah kotak berisi gaun berwarna maroon lengkap dengan satu set perhiasan berlian di dalamnya. Juga ada sepasang sepatu berwarna senada yang mana semua itu membuat mata Levi berkaca-kaca.


"Reinhard, kau manis sekali," ucap Levi saat membaca sepucuk surat cinta yang terselip di dalam kotak.


Penasaran dengan model gaun yang dipilih oleh kekasihnya, Levi pun memutuskan untuk mencobanya. Gaun itu adalah jenis gaun malam dengan belahan tinggi di sepanjang lutut hingga pahanya. Gemas dengan kejutan itu, Levi segera mengambil foto dengan gaya yang sangat menggoda. Dia lalu mengirimkannya pada Reinhard di sertai caption yang pastinya akan membuat dokter gadungan itu menjadi gerah.


Reinhard yang saat itu sedang mengemudi di jalan raya hampir saja menabrak pengendara lain begitu membuka pesan yang dikirim oleh Levi. Tiba-tiba saja ruangan di dalam mobil terasa sangat panas saat Reinhard melihat sesuatu yang sangat hot disertai dengan tulisan yang membuatnya menelan ludah.


Baby, aku pastikan juniormu akan mengamuk saat bertemu denganku nanti. See you, muach.


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„


...🌻VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🌻IG: rifani_nini...


...🌻FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2