
Gleen duduk sambil terus menggenggam tangan Lusi yang baru saja di pindahkan ke ruang rawat. Ya, gadisnya baru saja berhasil melewati masa kritis tepat ketika Gleen sampai di rumah sakit. Sambil menatap wajah Lusi yang di tutupi banyak perban, Gleen merutuki nama wanita yang telah membuat gadisnya terbaring tak berdaya.
"Sialan kau Patricia. Awas saja kalau Lusi sampai tak selamat, menjadi musuhnya Gabrielle pun akan aku lakukan demi bisa menghabisimu!.
Mungkin kali ini takdir baik sedang berpihak pada Patricia dimana dia berhasil selamat dari tangan Gleen dan Junio yang ingin menjadikannya patung manekin. Semenit saja Gabrielle terlambat mengirim pesan, wanita sinting itu pasti sudah berubah menjadi patung saat ini. Mengingat kejadian menyebalkan itu membuat Gleen menggeram marah. Hatinya masih sangat dongkol karena di paksa berhenti untuk melakukan kesenangannya bersama Junio.
Pleetaaakkkk
Saat Gleen sedang beradu dengan amarahnya, tiba-tiba saja ada yang memukul kepalanya dari arah belakang. Dia yang kaget langsung berdiri lalu berniat menghajar orang tersebut. Tapi baru saja Gleen hendak membuka mulut, dia kembali mendapat pukulan di bagian perut.
"Rasakan!" ucap Elea sambil tersenyum puas. "Itu balasan karena sudah berani mencelakai Ibuku. Huh, rasanya tidak enak kan kalau di pukul? Dasar orang jahat!.
Ingin mengamuk tapi tidak mungkin saat Gleen melihat pria dingin yang sedang berdiri menyandar di pintu. Dia juga tidak bodoh membahayakan keselamatannya sendiri hanya demi membalas pukulan Elea yang sama sekali tidak berasa apapun.
"Paman Gleen, apa kau tidak merasa kasihan saat memukuli Ibuku? Dia itu wanita, sama sepertiku dan juga Kak Lusi. Tega-teganya kau berbuat seperti itu pada kaum lemah seperti kami. Kalian para pria seharusnya melindungi kami para wanita, bukan malah melakukan kekerasan tanpa mencari tahu terlebih dahulu apakah benar kami bersalah atau tidak. Paman ini bagaimana sih!" omel Elea dengan tatapan tajamnya.
"Aku melihatnya berada di sekitar lokasi kejadian. Siapa yang mengira kalau wanita itu tidak bersalah" sahut Gleen membela diri.
"Alasan. Dasar matamu saja yang tidak berfungsi dengan baik. Memangnya Paman tidak bisa melihat kalau Ibuku juga sedang terluka? Dia bahkan sedang memangku kepala Paman penjaga yang sedang pingsan. Memangnya bola mata Paman pergi kemana saat itu?.
Gabrielle mengulum senyum menyaksikan bagaimana Gleen yang tidak bisa berkata apa-apa lagi. Rasanya dia puas sekali melihat korban kembali berjatuhan akibat lontaran kata-kata polos yang keluar dari kerongkongan istrinya yang mematikan.
"Kau, kenapa bicaramu seperti itu, Elea! Aku ini lebih tua darimu, kau tidak seharusnya bicara kurang ajar begini" protes Gleen yang kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan istrinya Gabrielle yang sangat menusuk hati.
"Yang bilang kalau Paman lebih muda dariku itu siapa hah! Tidak ada!" balas Elea dengan sengit.
Geram karena teringat dengan luka-luka di tubuh ibu sambungnya, dengan beringas Elea kembali memukuli Gleen menggunakan sapu yang tadi dia bawa. Saking asiknya dia membalas dendam, Elea sampai melupakan keberadaan suaminya yang kini sedang membungkam mulut menahan tawa. Elea sungguh-sungguh ingin membuat perhitungan dengan orang yang telah membuat ibu sambungnya terluka dengan cukup parah.
"Awwww, sakit Elea!" pekik Gleen sembari menahan ayunan sapu yang sedang melayang kearah pahanya. "Gabrielle, tolong bawa istrimu keluar dari sini sebelum aku habis kesabaran. Kau jangan hanya diam saja disana. Cepat kemari dan tolong aku!.
"Jangan mau Kak Iel. Orang jahat ini harus menerima balasan atas apa yang sudah dia lakukan. Aku tidak terima Bibi Yura di buat babak belur olehnya, pokoknya Kak Iel tidak boleh membela Paman Gleen. Kalau Kakak berani melakukannya, mulai malam ini aku akan tinggal di rumah Ayah. Aku tidak akan mau lagi kembali ke rumah Kakak. Titik!" sahut Elea setelah berbalik menghadap suaminya.
__ADS_1
Gabrielle langsung tergagap begitu mendengar ancaman paling menakutkan yang ada di dunia. Segera dia mendekat kearah Elea untuk membujuknya. Sebelum sampai, dia lebih dulu melemparkan tatapan tajam kearah Gleen. Gara-gara dialah keselamatan juniornya Gabrielle jadi terancam.
Gleen tersenyum samar, dia tentu saja sadar arti dari tatapan mata tersebut. Sekarang dia tahu bagaimana cara untuk membuat pria ini melemah.
"Coba saja kau berani melakukannya, Gleen. Kau akan tahu bagaimana rasanya kehilangan masa depan!" ancam Gabrielle yang mendengar niat jahatnya Gleen.
"Hehehehehe... Akan kucoba suatu hari nanti, Gab. Tenang saja, waktu itu pasti akan segera tiba!" sahut Gleen dengan tawa penuh kemenangan.
"Sialan kau!.
Elea hanya diam memperhatikan kedua pria yang sedang berbincang dengan arah pembicaraan yang terdengar aneh. Dia kemudian menoleh kearah ranjang dimana Lusi sedang terbaring. Kening Elea mengerut.
"Kenapa aku seperti mendengar suara orang mendesis ya? Apa iya ada ular di ruangan ini?" gumam Elea.
"Sayang, ada apa?.
Gabrielle langsung merangkul pinggang istrinya dengan erat. Dia menatap seksama, penasaran melihat tatapan mata istrinya yang terus terarah kearah ranjang.
"Kak Iel, tadi aku mendengar suara desisan dari arah ranjang. Apa mungkin ada ular yang sedang bersembunyi di bawah badan Kak Lusi ya? Bagaimana kalau ada kobra disana? Kak Lusi bisa mati nanti" jawab Elea penuh kekhawatiran.
Gleen langsung memeriksa bagian bawah ranjang kekasihnya begitu mendengar ucapan Elea. Dia benar-benar sangat takut jika benar ada ular yang bersembunyi disana.
"Tidak ada apa-apa disini. Kau mungkin salah dengar, Elea" ucap Gleen saat tak menemukan apapun di bawah ranjang.
"Paman, aku tidak bohong. Tadi itu aku benar-benar mendengar suara desisan. Coba Paman periksa sekali lagi, siapa tahu tadi bola mata Paman sedang bergeser!.
Gabrielle dan Gleen sama-sama ternganga setelah mendengar ucapan Elea. Mereka lalu di kejutkan oleh sebuah suara yang tenyata adalah suara Lusi yang tengah merintih lirih dengan mata yang masih terpejam.
"Euugghhhh, s-sa-kiittt!.
"Gabrielle, cepat panggil dokter kemari!" teriak Gleen setelah duduk di tepian ranjang. "Sweety, hey, mana yang tidak nyaman, hm? Jangan khawatir, aku ada disini menemanimu. Ada aku, oke!.
__ADS_1
Rasanya Gabrielle ingin sekali menendang wajah Gleen yang dengan begitu beraninya memerintah. Namun saat dia ingin memakinya, istrinya melarang.
"Jangan marah-marah, Kak Iel. Kasihan Paman Gleen, tadi kan aku sudah memukulinya. Jadi jangan marahi dia lagi ya" rayu Elea sambil menusuk-nusuk dada suaminya.
"Sayang, kenapa kau manis sekali sih? Kalau sudah begini aku mana bisa menolak keinginanmu. Baiklah, kali ini aku akan memaafkannya. Demi istriku yang manis ini" sahut Gabrielle yang tiba-tiba di landa gairah melihat cara Elea merayunya.
Elea tersenyum. Dia kemudian mendorong dada suaminya agar sesegera mungkin memanggil dokter. Setelah berhasil membuat suaminya pergi, Elea bergegas menghampiri Lusi. Dia duduk di samping ranjang berseberangan dengan Gleen yang sedang menciumi tangan kekasihnya.
"Kak Lusi, ini aku. Bagaimana keadaanmu? Tunggu sebentar ya, Kak Iel sedang pergi memanggil dokter" ucap Elea di samping telinga Lusi.
Tak berselang lama, Gabrielle muncul bersama Reinhard. Gleen dan Elea segera menyingkir dari samping ranjang, mereka memberikan ruang untuk Reinhard memeriksa Lusi.
"Tolong kalian keluar dulu. Lusi butuh ruang yang luas untuk mengisi pasokan udara bersih di paru-parunya" ucap Reinhard sambil terus melakukan pemeriksaan dengan teliti.
"Aku tidak mau" sahut Gleen cepat.
"Paman, kau mau keluar atau aku akan mematahkan kakimu!" gertak Elea jengkel. "Sudah tahu kekasihmu sedang butuh udara segar, kau malah sengaja tidak mau memberinya ruang. Sebenarnya Paman ini sayang Kak Lusi tidak sih?.
Bagai kerbau yang di colok hidungnya Gleen dengan patuh mengikuti Gabrielle dan Elea keluar dari ruangan tersebut. Entahlah, dia sedikit bingung darimana Gabrielle bisa menemukan gadis kecil bermulut pedas seperti Elea. Sungguh, tidak akan ada yang menyangka kalau Elea mampu membungkam seseorang hanya dengan kata-kata polos yang terdengar sedikit aneh nan ajaib. Benar-benar definisi gadis langka yang sudah sangat sulit untuk di temukan.
πππππππππππππππππ
β Hei gengss, emak bawa novel baru punya temen nih. Kuy lah mampir kesana, ceritanya seru lho. Tentang anak SMA yang menikah muda akibat satu kesalahan yang tidak di sengaja. Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya gengss...
...π» VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...π» IG: emak_rifani...
__ADS_1
...π» FB: Rifani...