
"Fulgi, Mama sudah tidak kuat lagi. Tolong Mama sayang" rintih Kimmy ketika Lan tidak berhenti memainkan tubuhnya.
Tak ada sahutan dari Fulgi. Pria itu hanya bisa diam sambil memandangi langit yang begitu panas. Baju yang di kenakannya pun nampak koyak sana-sini dengan cakaran kuku binatang memenuhi hampir sekujur tubuhnya. Ya, pagi tadi Fulgi dan ibunya di paksa melakukan olahraga yang sangat tidak masuk akal oleh anak buah orangtuanya Gabrielle. Mereka di paksa berlari menghindari kejaran seekor harimau yang bernama Lan. Tidak hanya itu saja, ketika Fulgi berhasil menghindari kejaran binatang buas tersebut, dia di datangi oleh para penjaga yang langsung menghajarnya hingga babak belur. Tentu saja Fulgi kalah telak dan harus berakhir pasrah ketika tubuhnya di seret ke tengah-tengah rerumputan dimana kini dia dan ibunya berada.
"Fulgi, tolong Mama!.
"Bagaimana caraku menolong Mama kalau aku sendiri terluka parah? Memangnya mata Mama tidak bisa melihat ya bagaimana kondisiku sekarang" sentak Fulgi dongkol.
Kimmy menangis. Dia benar-benar seperti akan mati karena ulah binatang buas ini. Jangan tanya lagi bagaimana keadaan tubuhnya sekarang. Kulit yang biasanya mulus dan putih bersih kini harus rela menjadi kumal dan lecet sana sini akibat cakaran dan juga goresan tanah saat dia berlarian tadi. Kimmy sungguh tidak menyangka kalau kedatangannya ke negara ini akan berakhir dengan yang begitu tragis. Dan yang lebih tidak dia sangka adalah keganasan orangtua Gabrielle. Wanita bernama Liona itu benar-benar sangat mengerikan. Bahkan di rumahnya bisa ada seekor binatang buas yang selama ini hanya dia lihat di layar televisi. Memikirkan hal itu membuat nyali Kimmy menciut, dia bergidik ngeri membayangkan akan seperti apa nasib hidupnya kelak.
"Ini semua gara-gara kau, Fulgi. Kau seharusnya mencari tahu dulu seperti apa keluarganya Gabrielle. Kita tidak akan bernasib sial begini kalau kau tidak ceroboh. Dasar bodoh!.
Fulgi langsung menatap tajam kearah ibunya ketika dia di persalahkan. Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Fulgi menarik rambut panjang ibunya yang sudah kusut. Dia bahkan tidak mempedulikan geraman Lan yang seperti tidak suka melihat kelakuannya.
"Kau wanita sialan, bicara apa kau barusan, hah! Berani-beraninya kau menyalahkan aku atas apa yang terjadi pada kita. Kalau kau merasa lebih pintar dariku kenapa tidak kau sendiri saja yang mencari tahu. Dasar k*parat, tahu begini aku langsung menghabisimu dari dulu. Tidak berguna. Huh!" hardik Fulgi geram.
"Awwww, sakit Fulgi. Lepaskan!" jerit Kimmy kesakitan. "Aku ini Mama-mu Fulgi, kau jangan gila!.
"Gila!! Kau yang gila sialan! Dasar brengsek!.
Prok, prok, prok
"Owh, jadi begini ya kelakuan asli kalian. Saling menuduh dan menyalahkan saat rencana kalian tidak berjalan lancar. Ckck, sungguh menjijikkan!" sindir Liona sembari menatap dingin kearah pasangan ibu dan anak yang sedang saling serang dengan Lan menjadi wasitnya.
Greg menyeringai. Dengan sayang dia mencium puncak kepala istri kesayangannya yang sudah mendatangkan dua badut bodoh untuk menghibur harinya.
__ADS_1
"Kau luar biasa, Honey. Coba saja mereka tiba bersamaan dengan Jackson, rumah kita pasti akan menjadi semakin ramai dengan teriakan-teriakan mereka!.
"Kau benar, Greg. Sayang sekali mereka harus datang terpisah, Lan pasti akan sangat senang jika mempunyai banyak teman. Hmmm,.." sahut Liona.
Fulgi dan Kimmy diam mematung. Kedatangan dua orang ini bukanlah sesuatu yang bagus, dan mereka sadar itu. Fulgi yang tadinya masih menjambak rambutnya ibunya segera melepaskannya kemudian beringsut menjauh. Dia lebih memilih membiarkan ibunya menjadi tumbal terlebih dulu daripada melindunginya.
"Aaaaaa... ampun Elea!! Tolong jangan sakiti aku. Ampuuunnnnn!.
Mata semua orang tertuju pada pria menyedihkan yang sedang menjerit-jerit sambil menunjuk seorang pelayan yang datang sambil membawa piring makanan. Jackson, keadaan pria itu benar-benar sangat memprihatinkan. Dia begitu depresi, ketakutan setiap kali berpapasan dengan orang lain.
'Jack-Gal sebenarnya kenapa? Bagaimana bisa seorang pembunuh bayaran sepertinya bisa bernasib naas seperti ini? Mustahil dia jadi begini hanya gara-gara Elea. Pasti ada sesuatu yang sudah di lakukan oleh orangtuanya Gabrielle, aku yakin itu!.
Sudut bibir Liona terangkat keatas ketika mendengar apa yang sedang di pikirkan oleh Fulgi. Dia lalu berbisik pada Greg, meminta suaminya itu untuk membuat sebuah pertunjukan dimana hal itu akan langsung mengguncang mental kedua badut yang menjadi tahanannya.
"Sesuai yang kau inginkan, Honey" ucap Greg kemudian melangkah pergi dari sana.
"Katakan dengan jelas apa saja yang sudah kau terima selama berada di rumah ini. Jangan sampai ada yang terlewat."
"Tuan, tolong aku, tuan. Elea, dia ingin membunuhku. Dia-dia ingin mengambil nyawaku!" ucap Jackson ketakutan.
Bola mata Jackson nampak bergerak gelisah. Dia menatap takut pada orang-orang yang berada disana. Sejak hari dimana dia di lepas, sejak hari itu pula dia selalu mendapat teror dimana wajah semua orang berubah sama seperti wajah Elea. Pagi tadi dia sempat kabur dari rumah ini, tapi lagi-lagi dia kembali lagi karena hanya di rumah inilah yang paling aman karena Elea tidak selalu mengejarnya. Elea hanya sesekali muncul sambil mengacungkan pistol kearahnya seperti barusan.
"Aku tahu. Makanya sekarang kau katakan apa saja yang sudah kau alami selama berada disini. Aku janji setelah itu akan menolongmu dari kejaran Elea" sahut Greg kemudian menatap datar kearah Kimmy dan Fulgi. "Aku ingin kau mengatakan dengan lantang penderitaan seperti apa yang kau terima karena sudah berani menyentuh menantu kesayanganku."
"Baik-baik, aku akan mengatakannya" ucap Jackson dengan cepat. "Selama aku tinggal disini, aku di kurung di dalam kandang bersama Lan. Setiap pagi aku akan berolahraga tidak lazim dengannya hingga daging-daging di tubuhku koyak. Lalu setelahnya aku akan di beri makanan yang langsung membuat tubuhku kembali sehat. Hal ini terus berlanjut sampai dimana aku di teror oleh Elea. Dia-dia ingin membunuhku, dia terus datang dan mengejarku. Tuan, tolong selamatkan aku darinya, aku sangat ketakutan!.
__ADS_1
Bola mata Fulgi dan Kimmy hampir melompat keluar begitu mendengar cerita Jackson. Seketika keduanya berniat untuk melarikan diri dari sana. Tapi baru saja mereka hendak berdiri, Lan sudah lebih dulu melompat kearah mereka. Dia dengan beringas langsung menggigit lengan Fulgi hingga membuatnya berteriak kesakitan.
"Aaaarrrggghhhhhhhg!! Toloooongggg!.
"Nyonya tolong kami, Nyonya. Aku mohon!" jerit Kimmy antara takut dan juga khawatir melihat putranya terus menjerit kesakitan ketika lengannya di gigit oleh harimau hingga berdarah-darah.
"Maaf, Nyonya Kimmy. Binatang kesayanganku sedang asik bermain, dia bisa tersinggung jika di paksa untuk berhenti" sahut Liona. "Tapi kalau kau mau silahkan minta dia agar berhenti mempermainkan putramu.Siapa tahu dia tertarik untuk bermain denganmu juga!.
Kimmy langsung menelan ludah.
"Aku-aku...
"Lan, ajak wanita ini bermain bersamamu. Sekarang!" perintah Liona kemudian berjalan menghampiri Greg yang masih berjongkok di sebelah Jackson. "Greg, jangan lupa masukan mereka ke dalam ruangan kaca yang terpisah. Gabrielle bilang sekitar dua jam lagi dia dan Elea akan datang. Aku tidak mau menantu kita melihat keberadaan Kimmy dan juga Fulgi di sini. Tapi aku ingin mereka melihat keberadaan menantu kita di rumah ini. Aku ingin mereka menjerit dan memohon ampun padanya, namun tak di dengar. Mereka berdua pasti akan merasa sangat tersiksa!.
"Siap Yang Mulia Ratu" sahut Greg sambil mengedipkan mata. "Ah, berat rasanya harus berpisah dengan dokter Jackson. Padahal aku sudah terbiasa mendengar jeritannya setiap hari. Tapi ya sudahlah, semua yang hidup pasti akan mati, dan malaikat yang akan mencabut nyawanya akan segera tiba. Aku bisa apa!.
Jackson membatu. Dia sadar kalau ayahnya Gabrielle tidak akan pernah mau menolongnya. Dengan raut penuh keputus-asaan, Jackson berbaring di rerumputan kemudian menatap kosong kearah langit. Dia mencoba berlapang dada menjelang kematiannya.
"Maafkan aku, Tuhan. Mungkin ini adalah karma atas semua dosa yang pernah aku lakukan. Jika nanti aku memiliki kesempatan untuk hidup kembali, aku ingin terlahir sebagai manusia baik. Aku trauma dan jera menjadi orang jahat. Tolong kabulkan do'aku, Tuhan...."
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Rifani...