Kisah Pendekar Maung Kulon

Kisah Pendekar Maung Kulon
Ilmu Bara Neraka


__ADS_3

Kini Langlang Cakra Buana sedang memperhatikan pertarungan antara Eyang Tajimalela melawan Braja Suta. Pemuda itu sengaja tidak segera membantunya karenya mengingat pertarungan kedua tokoh besar itu salahsatunya menyangkut masalah pribadi mereka.


Langlang Cakra Buana saat ini sedang berdiri menyender kepada sebuah pohon beringin yang cukup rimbun dan besar. Tapi meskipun begitu, mata dan telinganya tetap mengawasi keadaan disana.


Sekarang yang tersisa bukanlah pertarungan antara murid bersama murid. Melainkan pertarungan antara guru besar sekaligus maha guru dari masing-masing padepokan.


Suara senjata beradu terus terdengar bersahutan. Malam yang seharusnya sepi sunyi kini sudah berubah. Dibawah cahaya sang rembulan sedang terjadi pertarungan yang mungkin bisa menggemparkan dunia persilatan sekalipun.


Di sisi lain, pertarungan antara Eyang Tajimalela dengan Braja Suta sudah mencapai ratusan gerakan silat. Tapi hingga sekarang belum ada yang terluka diantara keduanya. Kedua maha guru tersebut terlihat sangat imbang.


Terlihat bahwa sekarang pun keduanya sedang bertukar serangan. Sekarang giliran Eyang Tajimalela yang berada pada posisi menyerang. Maha guru Padepokan Kuda Sembrani itu terus memberikan serangan pukulan yang dialiri tenaga dalam tinggi kepada Braja Suta.


Setiap pukulannya akan menimbulkan deru angin dan juga kilatan cahaya berwarna putih. Dia menyerang tanpa kenal lelah, bahkan Braja Suta tidak diberikan waktu walau untuk mengambil nafas dengan tenang sekalipun.


Kini Eyang Tajimalela mulai merubah pola serangan. Kali ini dia mulai menyerang menggunakan kaki juga, pukulan dan tendangan mulai diberikan kepada Braja Suta. Ternyata tendangannya pun tak kalah hebatnya dengan pukulan yang sedari tadi dia keluarkan.


Deru angin yang tercipta semakin kencang. Pertarungan masih terus berlanjut dengan sengit. Tapi karena Eyang Tajimalela terus menyerang tanpa berhenti, perlahan Braja Suta merasa kewalahan juga.

__ADS_1


Braja Suta mulai kehilangan kefokusannya, gerakan menahannya mulai tidak beraturan. Bahkan banyak celah yang tidak sengaja tercipta karena hilangnya kefokusan. Hingga akhirnya Eyang Tajimalela berhasil memberikan pukulan yang kuat disertai tenaga dalam.


"Ahhh …"


Braja Suta terpental hingga bergulingan beberapa kali. Maha guru Padepokan Goa Neraka itu terlihat menahan sakit sembari memegangi dada kanannya.


"Hanya pukulan biasa saja bisa sekuat itu? Sungguh luar biasa," gumam Langlanh Cakra Buana yang sedari tadi memperhatikan pertarungan dua maha guru itu.


"Setan alas. Baiklah, aku akan mulai serius sekarang." kata Braja Suta sembari perlahan bangkit berdiri.


Maha guru Padepokan Goa Neraka itu mulai merapalkan ajiannya. Matanya terpejam, tangannya ditaruh didepan dada seperti sedang menyembah. Mulutnya terlihat seperti komat-kamit membaca rapalan (bacaan mantra).


Setelah beberapa saat terpejam, mata Braja Suta perlahan terbuka kembali. Tidak ada yang berbeda darinya kecuali kedua tangan. Tapi meskipun begitu, sekarang dia terlihat nampak lebih menyeramkan. Tangannya sama persis seperti baja yang dipanaskan hingga ke titik maksimal.


Di lain sisi, Eyang Tajimalela yang melihat kejadian ini cukup terkejut. Hal ini dikarenakan dia tahu ajian apa yang dikeluarkan oleh Braja Suta tersebut.


"Ilmu Bara Neraka." kata Eyang Tajimalela kaget. "Tidak kusangka Ilmu Baru Neraka miliknya kini sudah mencapai tahap sempurna." gumamnya.

__ADS_1


Ilmu Bara Neraka adalah sebuah ilmu dari kalangan aliran hitam. Ilmu ini bahkan sangat terkenal di dunia persilatan, biasanya yang berhasil menguasai orang ini adalah mereka yang berilmu tinggi. Salah satunya Braja Suta sendiri.


Sebab jika tidak kuat menjalankan tirakat dan juga besarnya kekuatan yang masuk, maka penggunanya akan tewas dengan tubuh kurus kering. Sekarang yang memiliki ilmu ini dapat dihitung jari.


Kehebatan ilmu ini adalah bisa menghancurkan batu karang sebesar gubuk sekalipun hanya dengan memegangnya. Bisa dibayangkan bagaimana jika Ilmu Bara Neraka digunakan untuk melawan manusia. Batu pun hancur. Besi pun meleleh. Lalu kalau manusia? Entahlah. Hanya mereka yang berilmu tinggi saja yang bisa menahannya.


Braja Suta sudah selesai mengeluarkan Ilmu Bara Neraka. Dia kini sudah bersiap untuk melakukan pertarungan kembali dengan Eyang Tajimalela.


Braja Suta langsung melesat menyerang Eyang Tajimalela. Pertarungan pun akhirnya dilanjutkan kembali. Tapi gerakan Braja Suta sangat jauh berbeda daripada sebelumnya. Terlebih dari serangan pukulan, kini setiap pukulannya mengandung hawa panas yang cukup mengerikan.


Setiap dia mengayunkan tangannya, maka tangan itu terlihat seperti bara api. Braja Suta terus menyerang, gerakannya lambat tapi sangat berbahaya. Eyang Tajimalela hanya bisa menghindari pukulan itu untuk saat ini. Dia belum mengeluarkan ajiannya untuk melawan Ilmu Bara Neraka milik Braja Suta.


Tapi meskipun begitu, pendekar tua itu belum terlihat kewalahan. Adu pukulan kembali terjadi diantara mereka. Gerakan silat yang membahayakan mulai ditampilkan. Tendangan, pukulan, tangkisan, terlihat sangat berirama dari keduanya.


Tapi dalam adu pukulan kali ini pemenangnya mungkin Braja Suta. Pasalnya karena setiap kali beradu pukulan maka Eyang Tajimalela selalu merasa tangannya panas seperti terbakar. Bahkan pakaiannya pun sedikit gosong akibat efek Ilmu Bara Neraka.


###

__ADS_1


Mohon maaf kalau beberapa hari kemaren ga up ya😁soalnya lagi repot juga, author msh fokus ke novel satu lagi. Tapi in shaa allah ke depannya kalo gaada halangan selalu up dua chapter lagi perhari🙏


Jangan lupa berikan likenya ya, jadikan favorite juga. Vote mah seikhlasnya aja😂yang penting karya author dinikmati kalian🙏


__ADS_2