Kisah Pendekar Maung Kulon

Kisah Pendekar Maung Kulon
Kembali Melakukan Pengembaraan


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat dan tidak terasa. Waktu ada sebuah kenyataan yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Waktu juga menjadi salahsatu bukti Tuhan bahwa yang dibumi tidak ada yang abadi.


Baik itu terasa secara lambat ataupun cepat, semuanya akan habis dimakan waktu. Semuanya tak dapat menahan waktu yang terus berputar tanpa kita sadari.


Sebulan sudah berlalu setelah kejadian perang besar itu. Selama itu pula Kerajaan Kawasenan dan Kerajaan Galunggung Sukma sibuk membangun wilayah baru keduanya.


Kini dua kerajaan itu benar-benar menjadi kerajaan yang besar dan kokoh. Tapi tetap saja, kejahatan dan keangkaramurkaan tidak dapat dilenyapkan.


Kejadian-kejadian yang diakibatkan oleh iblis berkedok manusia yang berada diluar istana kerajaan dan di pelosok selalu terjadi setiap hari. Baik itu kecil maupun besar.


Entah sudah berapa banyak muncul tokoh-tokoh aliran hitam yang menggemparkan, dan entah berapa banyak juga jumlah nyawa yang menjadi korban keganasan mereka.


Saat ini, pemuda bernama Langlang Cakra Buana akan pamit kepada gurunya untuk melanjutkan perjalanan dan menunaikan tugasnya sebagai pendekar seperti yang diamanatkan oleh gurunya, Eyang Resi Patok Pati.


Rasanya dia sudah bosan dan sangat tidak betah hidup di istana. Bukan apa-apa, dia sangat kaku dan tidak leluasa karena banyaknya adab dan tatakrama kerajaan yang merepotkan dirinya.


"Eyang, aku ingin berkelana kembali. Tugas yang eyang berikan kepadaku masih banyak. Keangkaramurkaan semakin merjalalela. Manusia-manusia semakin dikendalikan oleh nafsunya sendiri," kata Langlang Cakra Buana kepada Eyang Resi Patok Pati sambil berlutut di ruangan gurunya.


"Hahhh …" Eyang Resi menghela nafas berat. "Kau benar muridku, kejahatan semakin merajalela. Manusia semakin diperbudak oleh iblis dari waktu ke waktu. Pergilah, kau harus menyelesaikan tugas mulia ini. Doa eyang selalu merestuimu," kata Eyang Resi sambil mengusap kepala muridnya itu.


Orang tua itu lalu mengajak muridnya untuk menghadapa kepada Prabu Ajraga Wijaya Kusuma yang kini sedang duduk diatas singgasana bersama istri dan anaknya.


Sebelumnya memang raja itu akan memberikan sebuah kedudukan ataupun lainnya kepada Langlang Cakra Buana atas semua jasanya ketika perang besar lalu.

__ADS_1


Tapi tetap saja, dibujuk berapa puluh kali pun pemuda serba putih itu selalu menolak dan berkata bahwa dia ikhlas turun tangan ketika perang kemarin. Dia tidak mengincar kedudukan, melainkan hanya menjalankan tugasnya semata.


"Prabu, ratu dan pangeran sekalian, aku datang menghadap untuk meminta restu kalian. Aku ingin melanjutkan pengembaraan lagi, tugas yang harus aku selesaikan masih banyak," kata Langlang Cakra Buana.


"Aihhh … kau mau pergi lagi? Tidak betah kah kau disini Langlang? Tapi baiklah, aku faham. Tunggu sebentar," kata Prabu Ajiraga lalu menyuruh istrinya mengambil sesuatu.


Tak berapa lama kemudian, Ratu Kencana Wulan pun sudah kembali sambil membawa kantong berwarna putih.


"Terimalah ini Langlang, semoga bisa bermanfaat untuk bekal perjalananmu nanti," kata Prabu Ajiraga sambil menyerahkan kantong tersebut yang ternyata berisi keping emas.


Awalnya pemuda serba putih itu menolak, tapi karena dia dipaksa terus, akhirnya Langlang Cakra Buana pun menerimanya.


"Terimakasih prabu. Semoga Sang Hyang Widhi menggantikan semua ini," kata Langlang Cakra Buana.


"Tidak perlu sungkan Langlang. Jika kau suatu saat ingin kembali, kembalilah kesini. Kami akan menerimamu dengan senang hati,"


"Eyang, aku pergi dulu,"


"Berhati-hatilah muridku," jawab Eyang Resi Patok Pati.


Langlang Cakra Buana mengangguk, dia lalu berjalan keluar istana yang megah tersebut. Setelah keluar dari istana, dia merasa kembali bebas.


Mau kemanapun bebas, dia tidak lagi merasa seperti burung dalam sangkar. Sekarang Pendekar Maung Kulon itu merasa bagaikan burung elang yang hidup tanpa belenggu.

__ADS_1


Langlang Cakra Buana terus berjalan menyusuri kota raja dan memperhatikan setiap sudut kota. Kota itu ternyata begitu maju, rakyat hidup dengan berdagang. Ekonomi disana pun berkecukupan, sehingga rakyat merasa senang.


Di kanan kiri kota, berjejer para pedagang yang menjajalkan dagangannya. Seperti tidak ada kejahatan dikota raja Banjarsari ini, semuanya terlihat damai. Yang terdengar hanyalah hiruk-pikuk suara orang-orang.


Karena merasa lapar, Langlang Cakra Buana pun memilih untuk singgah terlebih dahulu disebuah kedai makan. Kedai makan itu cukup ramai, karena selain letaknya di kota raja, kedai itu juga menjadi favorit para pendekar.


Pemuda serba putih itu lalu mengambil tempat duduk dibelakang. Didepannya ada ramai orang-orang yang berpakaian seperti pendekar, mereka sedang membicarakan sesuatu.


"Hei apakah kalian sudah mendengar tentang Setan Baja Ireng?" salah seorang bercerita.


"Belum kang, memangnya apa yang sudah terjadi?"


"Aishh … berita heboh begini kau tidak mendengarnya? Dengarkan, aku akan bercerita sedikit. Setan Baja Ireng adalah seorang pendekar hitam yang selalu berbuat jahat. Konon dia selalu menculik para gadis untuk dipersembahkan kepada gurunya yang merupakan datuk besar aliran hitam," katanya.


"Hahhh … siapa dia? Apakah berita ini benar?" tanya salah seorang yang nampak kaget.


"Benar, kalau tidak salah gurunya itu bernama Anta Sena si Iblis Tiga Nyawa. Karena menurut kabar, gurunya itu tidak akan mati jika belum terbunuh tiga kali. Dan kemarin si Setan Baja Ireng juga sudah membuat onar lagi di desa Ciherang," kata orang itu sambil terus bercerita.


Langlang Cakra Buana amat penasaran dengan cerita yang didengarnya itu, dia ingin datang ke desa Ciherang untuk memastikan tentang kebenarannya. Ketika dia sedang berpikir demikian, pesanan pun datang sehingga dia memilih untuk segera makan.


Barulah ketika selesai makan, maka dia akan langsung menuju kesana untuk memastikan.


###

__ADS_1


Mohon maaf kalau jarang up ya. Fokus di novel utama😁🙏tapi tetap jadikan favorit ya, karena bakal dilanjut terus. Mungkin kalau novel utama sudah tamat, novel ini akan up setiap hari🙏🙏Semoga terhibur


Jika ada saran kritikan silahkan tulis di komentar ya🙏


__ADS_2