
Pertarungan pun berlangsung semakin seru saja. Dua jurus tingkat tinggi kini sudah dikeluarkan oleh masing-masing pendekar itu, sehingga deru angin setiap serangan pun semakin terasa lebih kencang.
Langlang Cakra Buana masih menyerang seperti orang mabuk dengan tangannya dibentuk cakar, sedangkan penyusup tadi tangannya dibuat seperti totokan. Sehingga jika kena totokan itu, sepertinya akan mengakibatkan efek parah.
Langlang Cakra Buana menyerang mengincar dada, gerakannya yang terbilang lucu tapi mematikan ini cukup untuk membuat lawan pusing. Pasalnya karena gerakan pemuda itu sungguh aneh.
Pemuda serba putih itu kini sudah semakin dekat dan terus memberikan cakaran-cakaran kepada lawannya. Tak jarang juga dia memberikan tendangan yang tak kalah hebatnya.
Lawannya yang sudah mengira pemuda itu akan menyerang ke bagian dada, buru-buru dia menutupi area itu karena memang terdapat celah. Siapa sangka, saat dia mengayunkan cakarannya ke arah dada, tiba-tiba ia membelokkan tangannya lalu lalu menyerang bagian leher.
Tak ayal lagi, penyusup itu langsung terpental kepinggir hingga menabrak tembok karena saking kuatnya cakaran Langlang Cakra Buana.
Di sisi lain, tepat ketika rekannya terpental, penyusup yang satu lagi pun sudah kembali bangun. Sehingga dia kini sudah bisa turut andil dalam pertempuran tersebut.
Karena sudah tahu kehebatan seorang pemuda yang kini menjadi lawannya, kedua penyusup itu tak mau lagi main-main.
Keduanya lalu mengeluarkan sebuah jurus yang sama persis. Kedua tangannya dibentangkan lalu pergelangannya ditekuk. Kaki kanannya ditarik ke depan sedikit sambil menekuk setengah lutut.
Inilah jurus andalan mereka yang bernama "Sepasang Gagak Kembar" yang sukar untuk dihadapi. Dimana jurus ini saling melengkapi satu sama lainnya.
__ADS_1
Sehingga lawan akan dibuat bingung dan perlahan-lahan akan dibuat terdesak. Jika tadi tangannya seperti hendak menotok, sekarang telah berubah seperti hendak menampar. Bahkan rasanya tamparan itu bisa menghancurkan batu karang sekalipun.
Tak berselang lama keduanya kembali menyerang Langlang Cakra Buana dengan brutal. Tapi mereka tidak membagi menjadi dua bagian, bukan di kanan dan kiri. Tapi mereka menyerang dari depan sehingga jika yang didepan terpojok, maka yang dibelakang siap membantu.
Benar saja, ketika seorang dari penyusup mulai terdesak, yang dibelakang lalu melompat melebihi kepala dan langsung menyerang menyambar-nyambar kepada Langlang Cakra Buana.
Keduanya terus seperti itu untuk beberapa saat, hingga pada satu ketika, Langlang Cakra Buana berhasil mengadu tanganya dengan mereka.
Tentu saja rekannya yang dibelakang tak tinggal diam karena kawannya pasti akan kalah. Sehingga penyusup yang dibelakang mendorong punggung rekannya lalu menyalurkan tenaga dalam.
Langlang Cakra Buana yang tadinya sudah yakin akan menang, tiba-tiba mendadak terkejut karena tenaga dalam yang dikeluarkan lawannya bahkan lebih besar daripada yang dia keluarkan saat ini.
Karena maklum merasa takkan menang jika melawan menggunakan jurus "Harimau Mabuk Berat", pemuda serba putih itu lalu mengeluarkan jurus yang lebih hebat lagi, yaitu "Ekor Melilit Buruan".
Kini Langlang Cakra Buana yang memilih untuk menyerang lebih dulu, tapi gerakannya jauh berbeda dari sebelumnya.
Jika tadi dia menyerang bagaikan orang mabuk yang terhuyung-huyung sambil mencakar, maka kali ini seranganya berubah menjadi lebih ganas sehingga dia tampak gesit bagaikan ekor yang digerakkan dengan bebas.
Baru beberapa saat saja, ketiga pendekar tersebut sudah bertempur dengan sangat cepat gerakannya, sehingga yang terlihat bayangan hitam dan putih saja. Setelah bertempur sengit selama kurang lebih empat sepeminum teh, akhirnya pemuda serba putih itu berhasil menggulung kedua penyusup menggunakan setiap serangannya.
__ADS_1
"Ahhh …"
"Ahhh …"
Akhirnya kedua penyusup itu mendapatkan pukulan telak pada masing-masing dada mereka hingga keduanya terpental dan langsung muntah darah berwarna kehitaman.
Seketika itu juga tubuhnya terasa sangat lemas dan pandangannya mulai buram tidak karuan. Melihat kesempatan emas ini, Langlang Cakra Buana tidak mau menyianyiakannya. Sehingga dia kembali menyerang dan memberi totokan pada keduanya sehingga mereka tak dapat berkutik sedikitpun.
Dua penyusup tersebut berubah seperti patung dalam waktu sekejap. Memang, tadi Langlang Cakra Buana memberikan sebuah totokan yang sangat hebat kepada jalan darah kedua penyusup.
Sehingga bagaimanapun juga, kedua penyusup tersebut hanya bisa memandang pemuda itu dengan penuh rasa kebencian dan tanpa bisa berbuat apa-apa.
Melihat kedua lawan sudah berhasil dilumpahkan oleh totokan mautnya, Langlang Cakra Buana langsung saja membawa mereka berdua ke dalam istana untuk menghadap Prabu Ajiraga supaya diadili dan juga diintrogasi nantinya.
Pemuda serba putih itu lalu membawa mereka masuk dengan paksa. Hingga setelah berhasil masuk ke dalam istana kerajaan dan dirasa sudah aman, Langlang Cakra Buana meninggalkan keduanya untuk membangunkan yang lain dari ilmu sirep kedua penyusup.
###
Sebelumnya mohon maaf kemarin tidak sempat up karena repot, lagi pula author memang lebih fokus kepada novel satu lagi. Jangan lupa baca Legend Of Lightning Warriors ya😄😄
__ADS_1
Semoga terhibur🙏