Kisah Pendekar Maung Kulon

Kisah Pendekar Maung Kulon
Introgasi-Persiapan Perang Besar


__ADS_3

Tak berselang lama, Langlang Cakra Buana pun pada akhirnya berhasil membangunkan semua orang yang ada di istana Kerajaan Kawasenan yang tadi telah terkena ilmu sirep.


Setelah itu Langlang Cakra Buana lalu menjelaskan tentang adanya penyusup sehingga membuat semua orang panik, termasuk Prabu Ajiraga sendiri.


Kini kondisi kerajaan yang tadinya sepi mendadak ramai, terutama di ruang utama. Saat ini disana sudah banyak para petinggi yang mendadak berkumpul untuk mengintrogasi kedua penyusup tersebut.


Tak lupa juga Eyang Resi Patok Pati dan Langlang Cakra Buana pun ada disana. Kebetulan juga yang bertugas untuk mengintegrasinya adalah Eyang Resi Patok Pati sendiri.


Sebelum dilakukan introgasi, kedua penyusup yang mengaku Sepasang Gagak Kembar itu dibuka cadarnya terlebih dahulu. Tapi meskipun sudah dibuka, tidak ada yang mengenali siapa mereka.


Sehingga bisa dipastikan kedua penyusup itu berasal dari luar daerah Kerajaan Kawasenan. Atau setidaknya mereka memang merupakan suruhan orang yang berniat jahat khususnya kepada Prabu Ajiraga sendiri.


"Katakan kalian siapa dan darimana?" kata Eyang Resi mengawali interogasi.


Kedua penyusup itu tidak langsung menjawab, mereka saling pandang satu sama lain. Seperti ada kebingungan untuk mengakui.


Tapi meskipun begitu, tentu saja Eyang Resi bisa membuatnya mengaku secara jujur. Jangan sebut Eyang Resi Patok Pati jika mengurus hal kecil seperti ini saja tidak bisa.

__ADS_1


Orang tua itu tiba-tiba memegang ubun-ubun keduanya. Entah apa yang dia lakukan, tapi setelah hal itu, kedua penusuk tiba-tiba tunduk dan merasa seperti berada dalam ketakutan.


"Kami bukan berasal dari sini. Kami berasal dari Kerajaan Sindang Haji, dan kami sendiri diutus oleh Prabu Jati Sena Purwadadi. Kami disuruh untuk mencelakai raja dari Kerajaan Kawasenan, supaya rencana perang besar bisa digagalkan," kata salah satu dari mereka langsung mengutarakan maksud dan tujuannya.


Mendengar jawaban ini, bukan main marahnya Prabu Ajiraga. Hampir saja dia membunuh kedua penyusup tersebut jika tidak dihalangi oleh Eyang Resi Patok Pati.


"Tenang dulu prabu, kita masih membutuhkan informasi yang lebih jelas dari mereka," kata Eyang Resi berusaha menenangkan Prabu Ajiraga.


"Nah sekarang, jelaskan apa yang kalian ketahui tentang Kerajaan Sindang Haji," pinta Eyang Resi.


"Kami tidak mengetahui banyak, tapi yang jelas Kerajaan Sindang Haji sudah mengetahui tentang rencana perang besar dimalam hari yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Kerajaan kami memang sudah melakukan persiapan dengan matang dan sudah siap untuk menyambut serangan. Awalnya raja kami sudah percaya akan memenangkan perang besar nanti, tapi setelah mengetahui bahwa Kerajaan Galunggung Sukma telah berdamai dengan Kerajaan Kawasenan, hilanglah kepercayaan Prabu Jati Sena Purwadadi. Sehingga pada akhirnya kami diutus kesini untuk mencelakai Prabu Ajiraga," jelas penyusup tersebut.


"Tidak ada eyang, hanya itu saja yang kami ketahui tentang Kerajaan Sindang Haji."


Begitulah, setelah mengetahui maksud dan tujuan kedua penyusup tersebut, akhirnya meraka yang kini ada di ruang tamu pun tahu semuanya.


Sehingga timbullah kepercayaan dari semua orang yang berada di pihak Kerajaan Kawasenan, termasuk Prabu Ajiraga Wijaya Kusuma sendiri. Dia sungguh merasa senang karena kerajaan yang akan diserang sudah menyatakan ketakutan terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan informasi yang cukup, penyusup yang mengaku Sepasang Gagak Kembar itu pun lalu diamankan dan dijebloskan ke penjara bawah tanah untuk diadili nantinya.


Setelah semuanya beres, orang-orang yang hadir pun disuruh kembali ke ruangan masing-masing dan melanjutkan istirahatnya kembali.


Kini yang ada disana hanyalah Prabu Ajiraga Wijaya Kusuma, Eyang Resi Patok Pati, Langlang Cakra Buana, dan beberapa petinggi penting lainnya.


Mereka semua sedang membicarakan tentang rencana penyerangan malam hari nanti, hingga akhirnya Eyang Resi Patok Pati mengambil keputusan bahwa perang harus diadakan kurang lebih dalam waktu dua minggu lagi.


Eyang Resi begitu percaya diri dan sangat yakin bahwa pihaknya akan memenangkan perang. Terlebih karena sudah mendapat bocoran dari penyusup tadi.


###


Waktu terus berlalu dengan sangat cepat. Tidak terasa waktu untuk melakukan penyerangan dimalam hari pun tinggal tersisa dua malam lagi.


Sebelumnya, setelah kejadian adanya penyusup beberapa waktu lalu, Prabu Ajiraga langsung memperketat keamanan kerajaannya sendiri. Sehingga setelah kejadian itu tidak terjadi lagi hal-hal yang berarti. Bahkan bisa dibilang Kerajaan Kawasenan aman, tentram dan damai.


Kini Prabu Karta Kajayaan Pasundan sudah menginap di Kerajaan Kawasenan beberapa hari yang lalu dengan membawa kurang lebih dua ribu pasukan berikut dengan pendekar-pendekar hebat lainnya.

__ADS_1


Keadaan di Kerajaan Kawasenan saat ini begitu sibuk. Terlebih mereka para adipati dan juga komandan yang dipilih untuk berperan besar dalam penyerangan besar nanti.


Rencananya kedua kerajaan yang sudah berdamai tersebut akan membawa sekitar lima ribu pasukan saat perang nanti. Tentunya itu semua sudah dihitung dengan para pendekar yang berkepandaian tinggi, termasuk Langlang Cakra Buana sendiri.


__ADS_2