
Setelah berhasil menghindari jarum-jarum beracun yang dilemparkan salahsatu penyusup tadi, pemuda serba putih itu lalu berlari untuk mengejar keduanya.
Tidak ada prajurit lain yang ikut membantu Langlang Cakra Buana karena maklum, mereka sudah terkena ilmu sirep dari kedua penyusup tersebut.
Tapi dengan Ajian Saifi Angin yang sudah tinggi, tentunya Langlang Cakra Buana bisa mengejar kedua penyusup itu dengan waktu yang sebentar saja.
Ternyata kedua penyusup tadi pun memiliki kepandaian yang cukup tinggi pula, terbukti walau baru berlari beberapa saat saja keduanya sudah sampai didepan gerbang utama.
Tapi untungnya Langlang Cakra Buan pun tak kalah cepat, hingga saat kedua penyusup akan keluar, pemuda serba putih itu sudah tiba didepan keduanya dan membuat mereka sedikit terkejut.
"Katakan kalian siapa dan mau apa kalian menyusup kesini?" ucap Langlang Cakra Buana dengan tatapan menyelidik.
"Kau tidak perlu tahu siapa kami dan tujuan kami kesini bukanlah urusanmu. Sekarang menyingkirlah, jangan mencari penyakit," kata seorang penyusup.
Kedua penyusup itu memang menggunakan cadar yang selaras dengan pakaian yang dipakai, yaitu warna hitam. Sehingga cukup sulit juga untuk mengenali mereka siapa, tapi andai kata kedua penyusup tersebut tidak memakai cadar, tetap saja Langlang Cakra Buana mungkin tidak mengenalnya karena dia baru menginjakkan kaki di dunia persilatan.
"Jahanam!!! Justru kalian berdua lah yang mencari penyakit dengan menyusup ke istana ini. Jangan harap aku akan membiarkan kalian pergi tanpa penderitaan," kata Langlang Cakra Buana dengan tegas.
__ADS_1
"Lancang!!! ****** kau bocah ingusan …"
Salahsatu penyusup itu lalu menyerang Langlang Cakra Buana dengan cepat. Meskipun masih memakai tangan kosong, tapi serangan penyusup itu sangat berbahaya dan juga sukar untuk dihindari.
Agaknya jika yang menjadi lawan bukan murid dari Eyang Resi Patok Pati, mungkin hanya bebarapa serangan saja bisa dirobohkan oleh penyusup itu.
Karena jika dilihat dari kecepatan dan kekuatannya, penyusup itu memiliki kepandaian yang tinggi dan mungkin setingkat dengan Langlang Cakra Buana.
Tapi dengan sigap Langlang Cakra Buana juga menangkis serangan pukulan yang datang ke arah dada itu. Dengan menurunkan tangan kanannya, dia berhasil menahan pukulan dari penyusup tersebut.
Keduanya lalu bertarung dengan cukup sengit, serangan pukulan dan tendangan mulai terlihat secara silih berganti. Langlang Cakra Buana pun tak mau kalah, dia turut mengeluarkan kepandaian aslinya.
Beberapa saat sudah berlalu, puluhan jurus pun sudah terlewati oleh keduanya. Tapi sampai sekarang belum ada yang terpojok, bahkan tak jarang pemuda itu berhasil memojokkan penyusup tersebut dengan serangan cakarnya.
Karena melihat kawannya belum juga berhasil mengalahkan pemuda yang menjadi lawannya kini, rekan penyusup itu pun lalu turun tangan untuk membantunya.
Menghadapi dua orang penyusup berkepandaian tinggi, semakin lama Langlang Cakra Buana cukup kewalahan juga. Hingga akhirnya pemuda serba putih itu mengeluarkan jurus Kitab Maung Mega Mendung tingkat keempat, yaitu Harimau Mabuk Berat.
__ADS_1
Pemuda serba putih itu tiba-tiba mengubah pola gerakannya. Yang tadinya dia seperti marah, sekarang kebalikannya. Sehingga gerakan pemuda itu menjadi lemas seperti orang mabuk. Tapi gerakannya sangatlah jauh lebih tajam lagi daripada sebelumnya.
Karena sudah mengeluarkan jurus yang agak tinggi, lambat laun Langlang Cakra Buana berhasil memojokkan kedua penyusup itu hingga akhirnya dia berhasil memberikan tapak yang membentuk cakar dengan kuat dan mengenai dada salahsatu penyusup.
"Ughhh …" salah seorang penyusup itu terpental ke belakang dua tombak hingga menabrak gerbang dan akhirnya muntah darah. Sehingga rekan penyusup itu tidak mampu untuk melawan lagi.
Dia memuntahkan darah segar kehitaman cukup banyak sehingga cadar yang menutupi mulutnya basah, kemudian dia membjka cadarnya sehingga kini bisa terlihat wajah dibalik cadar tersebut.
Ternyata hanya beberapa kali serangan saja pun, dia sudah diberikan hadiah berupa cakaran dan tapak yang sangat kuat. Penyusup itu tidak mampu lagi untuk ikut bertarung karena kini dadanya masih terasa sangat sesak.
Sehingga kini Langlang Cakra Buana hanya menghadapi seorang penyusup, keduanya kembali bertarung dengan sengit. Sinar-sinar pukulan dan deru angin yang keluar pun cukup kuat.
Sehingga pohon yang ada didekat gerbang pun daun bagian atasnya tampak bergoyang-goyang. Saking cepat dan serunya pertarungan itu, hingga akhirnya yang terlihat hanyalah sinar-sinar dan juga deru angin yang bisa dirasakan.
Langlang Cakra Buana terus memainkan jurus Harimau Mabuk Berat, sehingga meskipun gerakannya terlihat lemas dan terhuyung-huyung, tapi sebenarnya gerakan itu sangatlah berbahaya.
Di sisi lain, penyusup itu merasa kaget juga setelah mengetahui kepandaian Langlang Cakra Buana yang mungkin setingkat atau lebih tinggi satu tingkat daripadanya.
__ADS_1
Dia pun lalu mengeluarkan jurus-jurusnya yang tak kalah hebat yaitu "Gagak Mematuk Bangkai", sehingga serangannya lebih ganas dan tentunya lebih kuat daripada sesaat sebelumnya.