My Little Wife

My Little Wife
Ep. 100 >>> I'M SORRY


__ADS_3

"Jaga ucapanmu Lea!" Bentak Maya emosi ketika mendengar ucapan Lea. Namun, itu fakta. Dia tidak dapat membantahnya.


"Apa aku harus menjaga ucapanku, ketika kau sendiri tidak bisa menjaga ucapan mu!"


"Queen..." Panggil Zico yang berdiri di ambang pintu, Queen yang berdiri terdiam di antara keduanya langsung berlari ke arah Zico.


"Lea, Elyn mencari mu." Zico berlalu pergi setelah menggendong Queen.


Begitu pun dengan Lea, yang ikut keluar dari kamar Queen, dan meninggalkan Maya seorang diri disana masih dengan amarahnya.


*


Azalea menemui Elyn diruang tamu, yang sudah menunggunya sedari tadi.


Pelukan hangat langsung didapatkannya dari Elyn.


"Terjadi sesuatu?" Tanya Elyn setelah melepaskan pelukannya. Dia langsung tahu, ketika melihat raut wajah Azalea.


"Sebaiknya kita bicara dikamarku saja." Ajak Azalea, dan Elyn langsung mengikutinya.


Didalam kamar, Azalea menceritakan semuanya pada Elyn. Dia tidak bisa membendungkan kesedihan dan rasa khawatirnya pada Queen.


"Semua pasti akan ada jalan keluarnya Lea, percayalah. Pasti akan ada hikmah dibalik semua ini."


"Semoga saja Elyn, aku sudah sangat lelah. Menghadapi semuanya, yang seakan tidak pernah ada habisnya."


"Jangan bicara seperti itu. Dibalik penyakit yang harus diderita Queen, lihat hikmah yang kau dapat. Akhirnya kau bisa bertemu dengan Queen. Harapan terbesarmu selama ini bukan?"


"Tapi aku juga tidak ingin dia menderita seperti ini Elyn! Lebih baik aku yang menderita, menahan rinduku padanya. Dari pada harus melihat dia sakit seperti ini."


"Kau harus percaya, Tuhan pasti punya rencana lain. Percayalah, rencana Tuhan pasti lebih indah. Pertolongannya akan datang disaat dan waktu yang tepat."

__ADS_1


Azalea menatap sahabatnya haru. Dia paling mengerti dan paling bisa membuat Azalea tenang.


"Elyn..." Azalea kembali memeluk sahabatnya itu. "Aku tidak tahu apa jadinya aku jika kau tidak ada disini saat ini. Kau benar-benar penyelamatku. Aku hampir saja putus asa."


Elyn menepuk pelan punggung Azalea, dan tersenyum lega. Akhirnya sahabatnya itu bisa lebih tenang.


"Apa kau masih tidak berniat memperkenalkan aku pada gadis kecilmu?" Tanya Elyn sambil terkekeh pelan.


Azalea ikut terkekeh sambil menyeka air matanya. Dia melepaskan pelukan itu. "Aku hampir saja lupa." Jawabnya bercanda.


*


Zico membawa Queen kehalaman rumah, dia tahu Queen pasti terkejut dengan pertengkaran Maya dan Azalea.


"Apa kau takut?" Tanya Zico pada Queen yang sedang berada dalam pangkuannya.


"Emm.." Queen mengagguk pelan. "Kenapa Mama dan Aunty, Uncle?"


"Hemm mereka hanya sedang beradu argumen. Itu biasa terjadi pada orang dewasa."


"Itu hanya karena mereka sedang sedih."


"Karena aku?"


Zico terdiam, dia bingung. Tidak tahu cara menjelaskan apa yang terjadi pada gadis kecil itu.


"Hi Queen.." Sapa Elyn, yang datang menghampiri Zico dan Queen bersama Azalea.


Queen dan Zico menoleh. Namun tak ada jawaban apapun dari Queen. Dia hanya menatap bingung ke arah Elyn, yang belum dikenalnya.


"Queen, kenalkan. ini Aunty Elyn." Ujar Azalea memperkenalkan.

__ADS_1


"Hi Aunty.." Sapa Queen pada akhirnya.


"Aunty punya sesuatu untuk Queen."


"Benarkah?"


"Yahh .. Tunggu sebentar." Elyn beranjak, menuju ke mobilnya.


Azalea ikut duduk bersama Zico dan Queen.


"Queen, I'm sorry." Ujar Azalea sambil menggenggam tangan mungil Queen. "Queen pasti kaget ya tadi, karena Aunty marah-marah." Lanjut Azalea.


Queen mengangguk, mengiyakan. Azalea langsung memasang wajah memelasnya. "I'm so sorry.." Imbuhnya lagi.


"Apa Aunty mau berjanji? Tidak akan marah-marah lagi? Kasian Mama, Queen tidak mau melihat Mama menangis." Kalimat itu cukup menyayat hati Azalea. Zico yang menyadari itu, langsung merangkul Azalea dan mengusap bahunya.


"Queen masih kecil, jangan ambil hati." Bisik Zico pada Azalea.


"Aku tahu." Balas Azalea.


Azalea mencoba tersenyum, ke arah gadis kecilnya. Yang lebih membela Maya ketimbang dirinya. Wajar saja, Queen hidup bersama Maya selama ini. Yang dia tahu, Maya adalah ibunya.


Walaupun tampak getir, Azalea masih mencoba kuat dihadapan Queen. Masih berusaha baik-baik saja di balik rasa hancurnya.


"Aunty janji, Aunty tidak akan marah-marah lagi pada-" Kalimatnya menggantung, dadanya sesak. Dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


.


.


.

__ADS_1


.


NEXT>>>


__ADS_2