My Little Wife

My Little Wife
Bab 176 : Teman Teman Kavin


__ADS_3

Happy reading♡


Butuh waktu sekitar satu jam lebih hingga Ashel selesai bersiap. Kavin sendiri sudah keluar duluan karena ia sudah ditunggu oleh teman temannya.


Ashel sudah memakai gaun yang dipilihkan oleh mama mertuanya. Gaun itu berwarna merah. Entah kenapa Sarah selalu memberinya gaun berwarna merah. Ini kali kedua Ashel diberi gaun berwarna sama namun berbeda model.


Rambut Ashel dibiarkan terurai bagian belakangnya. Hair styles tadi hanya mengambil bagian sisi kiri kanan Ashel untuk diikat ke belakang. Dia juga memasangakn aksesoris kepala disana.


Dua make up artist dan satu hairstyles menatap takjub ke arah Ashel. Kliennya kali ini sangat cantik sekali. Gaun merah yang ia gunakan sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih.



"Anda sangat cantik sekali nyonya, apalagi ketika sudah siap seperti ini. Saya yakin tuan Kavinder tidak akan melepaskan pandangannya dari anda," ucap salah satu MUA disana.


"Yang kau ucapkan benar sekali. Aku yakin tuan Kavin akan kesal karena kesayangannya dilirik banyak pria di acara nanti."


"Sudah sudah. Lebih baik kita mengabadikan moment ini. Nyonya apa anda berkenan untuk berfoto selfi dengan kami?"


"Tentu saja. Kenapa tidak dan tolong panggil nama ku saja. Aku risih dengan sebutan nyonya," ucap Ashel.


"Anda harus terbiasa karena sekarang anda istri seorang miliader," ucapnya. Ashel hanya tersenyum menanggapinya.


Mereka berempat pun merabatkan tubuh dan saling mendekat. Seorang dari mereka memegang ponselnya.


Beberapa foto diambil dengan gaya berbeda. Ashel cukup senang dengan MUA yang ini. Berbeda dengan MUA tadi pagi, Ashel merasa kaku karena mereka seorang pria. Meskipun sikap mereka seperti seorang wanita.


"Saya ijin mempostingnya di sosial media dan saya juga ijin mentag anda nyonya," ucapnya. Kedua temannya juga meminta hal yang sama pada Ashel.


"Terserah kalian," ucap Ashel. Ia pun kembali duduk di kursi yang ada di dekat meja rias. Lagi dan lagi Ashel kagum sendiri pada wajahnya. Dua MUA tadi tak kalah bagusnya dengan MUA tadi pagi.


"Wah, lihatlah postingan ku sudah banyak like dan komentarnya. Mereka mendoakan pernikahan kalian berdua nyonya Kavinder," ucapnya.


"Punya kami juga."


Ashel hanya mengangguk saja. Ia tidak terlalu memusingkan hal itu. Yang penting itu tidak merugikannya.


***

__ADS_1


Kavin sedang bercengkrama dengan teman teman dekatnya. Mereka memang jarang berkumpul setelah memiliki pekerjaan karena sibuk masing masing. Apalagi Kavin, ia yang jarang sekali ikut berkumpul.


"Gak nyangka seorang Kavin bisa sat set juga. Gue kira sat setnya nikah sama Nadine. Tahunya sama cewek lain," ucap George.


"Bener. Juga awalnya ngira kayak lo. Tapi ternyata bukan," ucap Richi.


"Jodoh gak ada yang tahu. Lagian gue gak pernah cinta sama Nadine. Dianya aja yang ngarep," jawab Kavin.


"Tapi lo jahat juga sih Kav, selama kuliah lo deketin dia tapi gak lo kasih kepastian. Tega lo sama cewek," ucap Wilem.


"Gue gak pernah kasih dia harapan dan gue gak pernah deket deket sama dia. Lo tahu sendirikan dia sendiri yang sering ngintilin gue kemana mana," ucap Kavin.


"Ya itu juga benar," ucap mereka bertiga sembari tertawa.


"Tapi ngomong ngomong mana istri lo? Kita berempat belum ngeliat dia soalnya pas ijab kita gak ada disini," ucap Alaric.


"Bentar lagi juga dia muncul. Awas aja kalo lo pada gak jaga mata lo dari istri gue," ketus Kavin.


"Ya elah. Kita tahu kok selera lo kayak gimana. Yakali kita gak lama lihatnya," goda George.


Kavin tidak meladeninya. Teman temannya ini memang gemar sekali berkata seperti itu.


***


Cukup lama Ashel akhirnya bundanya dan mamanya menjemputnya. Mereka berdua mengapit Ashel dari sisi kiri kanan Ashel.


"Cantik banget anak bunda," puji Anna. Saat ini mereka sedang berjalan menuju kembali ke aula.


Di aula sudah dirubah lagi. Sekarang tidak ada kursi di tengah tengah. Sengaja dikosongkan karena itu akan dibuat menjadi space untuk dansa.


"Bener banget. Makasih banget Ann kamu udah lahirkan anak sebaik dan secantik Riana. Ternyata omongan ku dulu di dengar tuhan," ucap Sarah. Ia terkekeh mengingat kejadian masa lalu.


"Memangnya mama ngomong apa?" Tanya Ashel penasaran.


"Mama mertua kamu sempat ngomong kalo nanti kamu udah besar, dia pengen banget kamu jadi anak dia katanya. Dan kebetulan kamu berjodoh dengan Kavin. Jadilah sekarang kamu anak Sarah juga," jelas Anna.


Ashel hanya mengangguk. Ia tidak bertanya lagi karena mereka sudah sampai di dalam aula. Kini semua pasang mata menatap ke arah mereka bertiga tepatnya ke arah Ashel.

__ADS_1


Sarah mengkode pada Kavin lewat tatapan matanya agar mendekat dan menjemput Ashel. Kavin dengan senang hati melakukannya. Ia pun pamit pada teman temannya untuk menjemput istrinya.


"Gila, itu cewek Kavin? Pantesan langsung nikah," ucap George.


"Istri George istri, bukan lagi ceweknya Kavin," ucap Wilem membenarkan.


"Emang paling bener apa yang lo ucap George, selera Kavin emang gak pernah salah. Dia nemu dimana tuh cewek," ucap Richi.


Ketiga temannya hanya menggidikan bahunya tidak tahu. Mereka berempat terus memperhatikan interaksi Kavin dan istrinya.


"Youre so beautiful babe. I love you," ucap Kavin. Ia mencium kening Ashel.


"Hadeuh Ann, kita ke suami kita aja yuk. Kavin udah bucin tolol kayaknya," ucap Sarah. Anna pun mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.


"Malu Apin. Mereka lihatin aku," ucap Ashel.


"Jangan malu sayang. Ayo sekarang aku perkenalkan kamu sama temen temen aku," ucap Kavin. Ashel mengangguk ikut bersama Kavin.


Mereka berdua menuju ke kumpulan empat orang pria seumuran Kavin. Ashel yakin mereka berempat adalah teman Kavin.


"Perkenalkan saya George, teman baik Kavin," ucap George mengulurkan tangannya saat Ashel dan Kavin sampai disana.


Kavin menepis tangan itu. Ia melayangkan tatapan tajam pada George.


"Posesif amat lo," ketus George. Teman teman mereka hanya tertawa melihat interaksi Kavin dan George.


"Perkenalkan sayang, dia George, Alaric, Wilem, dan Richi," ucap Kavin.


"Dan kalian perkenalkan dia Brianna Natapraja, istriku," ucap Kavin. Ia mengenalkan Ashel pada teman temannya namun saat Ashel akan menjabat uluran tangan dari George, Kavin menggantikannya. Ia tidak rela jika Ashel bersentuhan dengan Kavin.


Mereka berenam pun mengobrol santai. Ashel cepat berbaur meskipun masih sedikit kaku.


Dari arah lain, Nadine memperhatikan interaksi mereka. Ia mengepalkan tangannya. Seharusnya dia yang ada di posisi Ashel saat ini.


"Gue gak bakalan biarin lo bahagia. Kavin cuma milik gue," ucap Nadine menatap tajam kearah kumpulan Ashel dan Kavin juga teman temannya.


Tbc.

__ADS_1


Ramein guysss vote vote ya komen komen jugaaa


__ADS_2