My Little Wife

My Little Wife
Bab 247 : Kejutan Untuk Kavin


__ADS_3

Happy reading♡


Kegiatan Kavin di kantor sama seperti biasanya. Menghadiri meeting, memeriksa berkas, dan yang lainnya.


Pagi tadi sebelum berangkat, ia hampir lagi meniduri istrinya yang masih terlelap. Namun karena istrinya itu menolak, Kavin pun hanya bermain main di tubuh istrinya.


Entah kenapa akhir akhir ini, dirinya selalu menginginkan istrinya.


Kavin berjalan penuh wibawa memasuki ruangan meeting. Hari ini adalah pertemuan yang biasa dilakukan setiap bulannya, yaitu pertemuan sengan para pemegang saham. Biasanya pertemuan ini dilaksanakan sebulan dua kali.


Pintu ruang meeting dibuka oleh Josh. Saat Kavin masuk, semua orang yang hadir berdiri untuk memberikan hormat.


"Langsung saja dimulai," ucap Kavin.


"Tunggu," ucap seseorang dari luar ruangan membuat beberapa orang mengalihkan atensinya.


Pintu ruang meeting kembali dibuka. Masuklah seorang wanita yang membuat Kavin membulatkan matanya.


"Maaf saya sedikit terlambat," ucap Ashel. Beberapa orang yang berkumpul disana saling bertukar pandang.


Kenapa istri CEO ada disini?


"Mungkin tuan tuan sekalian bertanya kenapa ada nyonya Kavinder disini, perlu diketahui jika nyonya Kavinder juga pemegang saham di perusahaan ini. Dan beliau juga mulai mengambil alih perusahaan keluarga Adinata. Jumlah saham yang dimiliki oleh nyonya Kavinder sekitar enam puluh persen. Empat puluh persen dari suaminya, tuan Kavinder dan dua puluh persennya lagi dari perusahaan Adinata," jelas Richi, asisten ayahnya Ashel, Adi.


"Baiklah, anda bisa ikut duduk nyonya Kavinder. Memang seharusnya anda ikut sejak lama," ucap seorang pria.


"Terimakasih," ucap Ashel tersenyum ramah dan ikut duduk di kursi yang masih kosong. Sedangkan Richi keluar ruangan karena tugasnya sudah selesai.


Meeting pun dimulai. Namun sejak tadi Kavin terus menatap tajam ke arah istrinya. Ia kecolongan.


Bagaimana bisa ia tidak mengetahui jika istrinya akan mulai bekerja di kantoran seperti ini. Dari awal mereka menikah Kavin sudah memutuskan untuk melarang keras bagi istrinya terjun ke dunia bisnis seperti ini.


Ashel nampak sangat cantik dengan pakaian yang ia kenakan hari ini. Gaun satin berwarna putih tulang yang dipadukan dengan jas hitam. Ia juga menyanggul rambutnya.


Sudah seperti wanita kantoran saja bukan?


Ashel melemparkan senyum manisnya kepada suaminya yang terlihat sangat kesal. Apalagi saat ini dirinya menjadi pusat perhatian orang orang yang berkumpul disini.


Jelas saja, selain hanya dia yang seorang wanita disini. Dia juga sangat cantik.


Kavin kepanasan sendiri melihat istrinya yang menjadi pusat perhatian para lelaki hidung belang disini.

__ADS_1


Tiba tiba Kavin menggebrak meja membuat meeting berhenti.


"Kita lanjutkan pertemuan ini minggu depan," putus Kavin. Ia pun berjalan mendekat ke arah istrinya.


"Ikut aku," ucap Kavin. Ia menarik tangan istrinya untuk keluar dari dalam ruangan itu.


Ini tidak bisa dibiarkan. Istrinya semakin hari semakin berani saja.


Sedangkan para pria yang menjadi pemegang saham yang berada di ruangan meeting kebingungan dengan tingkah CEO. Biasanya beliau tidak akan seperti ini.


Ashel ditarik oleh Kavin menuju ke ruangannya. Ashel tidak melawan, ia hanya mengikuti keinginan suaminya saat ini.


"Kenapa? Kenapa tiba tiba kamu masuk ke kantor. Oke, kamu memang pemegang saham juga di kantor aku. Tapi gak harus kamu ikut juga ke kantor. Apa uang dari aku gak cukup?" Tanya Kavin.


Ashel tersenyum, "Kenapa mas? Gerah ya lihat aku jadi pusat perhatian di ruang meeting?" Tanyanya.


"Makin hari kamu makin berani ya? Apa harus aku buat kamu jera? Iya?!" Tanya Kavin. Tanpa sadar ia meninggikan suaranya.


Ashel sampai terkejut mendengarnya. Ia memundurkan langkahnya menjauhi suaminya.


Kavin tersadar saat istrinya memundur tubuhnya menjauhi dirinya. Sebelum istrinya semakin menjauh, ia menariknya terlebih dahulu. Namun ternyata Ashel berontak.


"LEPASIN. KAMU BERUBAH MAS. KAMU BERUBAH. KAMU GAK PERNAH BENTAK AKU TAPI SEKARANG KAMU BENTAK AKU SEMENJAK ADA WANITA JAL*NG ITU," teriak Ashel. Ia terus berontak agar Kavin melepaskannya.



"Jangan sangkut pautkan semua ini dengan dia. Jelas jelas ini tidak ada kaitannya," bisik Kavin.


Ashel semakin muak. Suaminya benar benar berubah. Bahkan saat ini Kavin tengah membela nama wanita itu di depannya.


"Aku semakin yakin buat pisah sama kamu," ucap Ashel.


"Yakin mau jadi janda?" Tanya Kavin.


"Yakin. Toh cowok bukan cuma kamu aja, aku bisa sama Nando atau sama yang lainnya. Mereka pasti nerima aku apa adanya. Gak kayak kamu, gak pernah cukup sama aku," ucap Ashel marah. Ia benar benar emosi saat ini.


Ashel sangat gemas sekali dan ingin mencabik cabik tubuh wanita itu karena sudah menghancurkan rumah tangganya. Sayangnya Ashel tidak tahu letak keberadaan wanita itu. Sepertinya Kavin memang sengaja menyembunyikan keberadaan wanita itu darinya.


Kavin tertawa mendengar ucapan istrinya ini, "Tapi sebelum kamu jadi janda, aku pastikan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi. Kamu cuma milik aku, sayang."


Ashel hendak menginjak kaki Kavin dengan hellsnya namun gerakannya itu terbaca sehingga kaki suaminya ini cepat menghindar.

__ADS_1


"Aku gak sudi kalo harus di madu. Mending aku gak sama kamu sekalian," ucap Ashel.


"Ssttt, rendahkan suara kamu sayang. Tidak baik terus berbicara dengan nada tinggi," ucap Kavin.


"LEPASIN GAK? AKU TERIAK YA BIAR RICHI MASUK," ucap Ashel.


"Teriak aja sayang, tidak akan ada yang mendengar mu. Ruangan ku kedap suara," ucap Kavin.


Ashel mengumpat dalam hatinya. Rasanya kepalanya ingin meledak saat ini juga karena terlalu pusing menghadapi sikap suaminya ini.


"Lepas mas, sakit tahu gak?!" Ucap Ashel. Matanya sudah berkaca kaca karena terlalu kesal dengan sikap Kavin.


"Gak mau yang," ucap Kavin. Ia menggigit pelan telinga istrinya.


"LEPAS. JANGAN CABUL KAMU," teriak Ashel.


Kavin mengulum senyumnya, "Cabul? Kan sama istri sendiri."


"Balik sana sama selingkuhan kamu. Gak usah sentuh sentuh aku lagi," ucap Ashel.


"Nanti kamu kangen sama aku kalo aku balik sama dia."


"KAMU EMANG BAJING*N MAS," ucap Ashel.


Kavin dengan cepat membalikan tubuh istrinya menjadi menghadap pada tubuhnya. Tak hanya itu, ia juga memangku tubuh istrinya agar duduk di meja kerjanya. Dan ia masuk diantara kaki istrinya.


"MAU APA LAGI SIH?!" teriak Ashel yang sudah kesal kelewat batas.


"Mencium kamu," ucap Kavin. Ia menarik tekuk istrinya dan menyatukan bibir mereka. Kedua tangan Ashel di kunci oleh Kavin di belakang tubuhnya.


Bibir Ashel sudah seperti candu untuknya. Ia selalu ingin melahapnya kapan pun itu. Namun sepertinya istrinya ini enggan menerima ciuman darinya sebab perselingkuhannya sudah diketahui.


Saat sedang asik dengan dunia mereka berdua, tiba tiba ada yang membuka pintu ruang kerja Kavin.


Ashel ingin menghentikan ciuman itu, namun saat melihat siapa yang datang. Ia enggan melepaskannya.



...ASEL CAKEP BANGET PLISSSHHH...


Tbc.

__ADS_1


Ramein weh


__ADS_2