
Happy reading♡
Sudah enam hari berlalu Ashel menjalani hari harinya yang hampa. Setiap hari ia hanya menatap hamparan laut luas di depannya dengan di jaga beberapa bodyguard. Aneh sekali, padahal Ashel tidak ada niatan kabur karena ia masih sayang dengan nyawanya. Ashel duduk di tepian pantai, bermain air laut setiap harinya. Tak jarang juga Ashel menyumpulkan banyak cangkang kerang selama beberapa hari ini. Semuanya hanya terkumpul enam. Sengaja Ashel melakukan itu, ia menghitung berapa hari ia sudah terpisah dari suaminya.
Si kembar yang masih berada di dalam perutnya kadang bergerak. Jika saja ada suaminya disini, Ashel pasti akan dengan girang memberitahu kabar gembira itu. Namun sayangnya, keinginan hanyalah keinginan. Ashel kembali di pukul kenyataan jika dirinya tengah di sekap oleh Liam di pulang kecil tak berpenghuni. Ashel bahkan tidak tahu ia berada di laut mana.
Makanan yang masuk ke dalam perutnya juga tidak sebanyak biasanya. Setelah disekap oleh Liam, Ashel hanya memakan buah dan roti tawar saja. Ia menolak makanan lain yang dimasak oleh pelayan Liam. Ashel masih takut jika Liam diam diam menyimpan obat pengugur kandungan.
Setiap hari Ashel selalu berdoa jika keajaiban cepat datang. Ia sangat merindukan suaminya. Apalagi sikap Kavin yang selalu membuatnya nyaman. Sudah dua hari berlalu, Liam pergi entah kemana. Ashel tidak mau tahu urusan pria bajing*n itu.
Selama ia tinggal bersama Liam, Liam selalu memaksanya untuk melayani nafsu bejatnya. Namun untungnya Ashel selalu bisa menolaknya. Bahkan tak jarang juga ia jadi sasaran amukan Liam karena tidak mau menurutinya. Kelopak mata Ashel menghitam. Beberapa hari ini ia jarang tidur nyenyak karena takut Liam tiba tiba sudah melakukan itu saat dirinya tidur.
Keadaan Ashel saat ini bisa dikatakan tidak baik baik saja. Pola makan dan tidurnya sudah tidak teratur seperti dulu. Namun beruntungnya anak anaknya tidak rewel. Mereka tetap anteng berada di dalam perutnya. Bahkan saat Ashel mengajaknya berbicara, anak anaknya selalu memberikan respon meskipun jarang sekali.
"Baby's, menurut kalian saat ini papi lagi apa ya? Ini kayaknya udah siang, apa papi kalian baik baik aja ya? Seingat mami, waktu papi mau nyelamatin kita mobilnya hilang kendali dan nabrak pohon. Setelah itu, mami gak tahu lagi keadaan papi kayak gimana. Mami kangen papi kalian," ucap Ashel lirih di akhir kalimat.
Sungguh jika saja Kavin datang saat ini juga, Ashel akan langsung memeluknya erat. Ia tidak mau lepas dari suaminya ini.
***
Tiga hari yang lalu Kavin sudah bisa pulang dan kondisinya sudah pulih meskipun masih membutuhkan istirahat. Sarah juga sudah berada disana sejak satu minggu yang lalu. Kedua keluarga sudah mengetahui jika Ashel diculik. Adi tidak diam saja, ia tentu ikut mencari putrinya melalui orang orangnya. Faraz juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Kavin sudah jarang teratur makan semenjak Ashel pergi. Ia terus menyalahkan dirinya. Namun Sarah terus memberinya pengertian dan juga menjaganya. Fello dan Ayu bekerja sama untuk mencari keberadaan Ayu. Mereka saat ini berada di Indonesia dan sudah berada di Bogor. Entah mengapa Ayu kepikiran villa milik Liam waktu itu.
Namun ternyata villa itu kosong. Dan menurut kabar akan di robohkan. Putus sudah harapan keduanya untuk bisa menemukan Ashel.
Sedangkan Ardian, pria itu sama sekali belum menemui Kavin sejak ia pergi untuk mencari adiknya. Ardian hanya beberapa kali mengiriminya pesan. Ardian sudah tahu kemana Liam membawa adiknya. Hanya saja ia belum menemukan dimana tempat Liam menyekap adiknya. Selama empat hari ini Ardian terus memantau lokasi dimana titik Liam berada. Ternyata ada satu orang bodyguardnya yang masih hidup dan tidak diketahui Liam. Ardian sangaat bersyukur.
Namun sayangnya, Ardian sangat sulit menghubungi bodyguard itu karena Liam selalu memperhatikan gerak gerik semua orang orangnya.
"Max, beritahu Kavin untuk segera menyusul kesini. Aku yakin dia juga sudah kesal menunggu kabar dari ku," ucap Ardian.
"Baik tuan."
Ardian sengaja membeli satu resort yang ada di pinggiran pantai luas yang ada di ujung kepulauan Indonesia. Meskipun lama menetap di luar negeri, Ardian jelas mengetahui daerah daerah ini. Ia akan bertindak setelah Kavin berada di sini. Ardian yakin bocah ingusan itu berada di satu pulau kosong yang ada disini.
"Baiklah. Kita bertindak sekarang untuk memastikan dulu ada adik atau tidak disana. Jika Kavin datang nanti, suruh dia ke resort ini dulu," ucap Ardian.
"Baik tuan."
Sementara itu, di negara lain. Liam tidak bisa fokus pada meeting yang sedang ia dengarkan di depan. Ia dipaksa ayahnya untuk menghadiri meeting ini karena ia yang akan menggantikan posisi ayahnya nanti.
Pikiran Liam berkelana ke tempat dimana ada Ashel disana. Ia takut Ardian dan Kavin menemukan keberadaan Ashel. Meskipun itu memang tidak mungkin. Seingatnya semua bodyguard Ardian yang masuk ke bawahannya sudah ia bunuh dengan tangannya sendiri. Mungkin ini hanya ketakutannya saja.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan wanita ku?" Tanya Liam pada Adam.
"Nona baik baik saja. Seperti biasa ia hanya makan roti tawar dan anggur saja. Ia tidak pernah memakan masakan pelayan," ucap Adam.
"Hm, wanita ku memang sangat hati hati. Padahal aku tidak mungkin membun*hnya. Meskipun aku sangat ingin membun*h bayi di kandungannya," ucap Liam. Saat ini ia sedang berada di ruangannya. Liam memang berencana pulang besok ke Indonesia.
"Menurut info, bayi yang dikandung nona itu kembar tuan.
***
Rasanya hari begitu cepat berlalu. Padahal baru tadi siang Ashel bermain main dengan pasir di laut. Kenapa sekarang sudah malam lagi? Suasana lautan sangat gelap. Beruntung resort ini dilengkapi listrik sehingga Ashel tidak perlu ketakutan.
Setiap hari, ia hanya memakan roti tawar dan air putih saja. Meskipun ia sudah enek dengan makanan itu. Ia tidak mau makan yang lain. Bahkan Ashel selalu mengecek air putih dan roti yang ia makan dengan jarum. Takutnya ada racun disana. Namun tidak ada.
Selepas jam lima sore, Ashel langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengurung diri. Ia tidak mau keluar atau pun berbicara dengan orang orang Liam. Saat sedang asik makan anggur, tiba tiba pintu kamarnya terbuka. Ashel berjingrak kaget dan langsung duduk.
Orang itu berkumis tebal dan berperut buncit. Ashel takut sekali melihatnya. Namun setelah orang itu melepas kumis palsunya. Mata Ashel membulat sempurna.
"Nando?"
__ADS_1
Tbc.
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_