
Hari berikutnya
02.00 siang.
Arumi dan Dave menyusul Sky ke villa Gold Rose. Sampai di sana mereka disambut hangat oleh kedua sahabat mereka itu.
Sky mengajak Arumi pergi ke pavilliun yang letaknya bersebelahan dengan Villa utama. Ditemani dua cangkir kopi dan beberapa camilan mereka mengobrol hangat di sana.
Hahaha
suara gelak tawa terdengar merdu diantara Sky dan Arumi. Arumi nampak sangat senang melihat perubahan pada sahabatnya itu. "Sky, lebih baik jangan terlalu dipedulikan mengenai memorimu, anggap saja Tuhan melahirkanmu kembali ya seperti reinkarnasi. " celetuk Rumi.
"Ya aku juga berfikir seperti itu Rum, lagian aku juga cukup bahagia saat sini dan tentunya mengenai seorang anak ya kami akan
bersabar. " Skylar menyesap kopinya pelan, kemudian menaruhnya di meja.
"Kamu jangan terlalu stress oke dan selama di sini harus rileks. "
Sky manggut manggut, menikmati udara segar yang membuatnya sangat betah tinggal di villa. Setelah itu dia melirik Rumi dengan tatapan intensnya. "Bagaimana hubunganmu dengan Dave, Rum. "
"Baik baik saja sih Sky dan Dave, pria yang sangat romantis. "
Sky hanya berohria mendengar penjelasan sahabatnya. Dia turut senang mendengar hubungan sahabatnya itu dengan Dave berjalan lancar. Rumi bergantian menyesap kopinya dengan pelan, setelah itu dia mengajak Sky berjalan jalan disekitar Villa.
__ADS_1
Tanpa sengaja di jalan mereka bertemu dengan Bima. Skylar hanya diam tak menyapanya, Bima langsung menghampirinya dengan senyuman di wajahnya. "Hai Skylar kita bertemu lagi. " sapa Bima dengan senyum merekahnya.
"Maaf aku enggak kenal kamu!
Bima terlihat tak percaya mendengarnya, diapun berjalan ke depan namun Arumi segera menghalanginya. "Sahabatku memang tidak mengenalmu dan aku ingatkan Skylar sudah menikah! tegas Arumi.
Skylar langsung menarik tangan Arumi dan mengajakanya pergi dari sana. Sementara Bima terlihat sangat kecewa karena Skylar ternyata tidak mengingatnya sama sekali. Dia langsung kembali ke rumahnya dengan raut wajah lesunya.
Sementara itu Skylar dan Arumi sudah berada di Villa. Keduanya kini beristirahat di ruang tamu dan kemudian Bintang serta Dave bergabung bersama mereka. Bintangpun mengerutkan kening melihat raut wajah istrinya yang terlihat tengah memikirkan sesuatu.
"Sky sayang ada apa kenapa kamu hanya diam? Bintang menatap lekat kearah istrinya, Sky menghembuskan nafas pelan melirik suaminya dengan raut ragu ragu.
"Tadi saat aku dan Rumi jalan jalan, aku bertemu dengan seorang pria bernama Bima. " cicitnya.
Seketika raut Bintang berubah, Dia terlihat menahan rasa cemburu dan marahnya bercampur jadi satu. Sementara Skylar mengenggam tangan suaminya dengan erat sambil berkata. "Jangan marah sayang, lagian aku tidak mengingat dia ataupun tertarik padanya. "
Tanpa ragu Bintang membopong istrinya, lalu membawanya menuju ke kamar mereka. Sementara Arumi hanya berdecak kesal, dia sudah tahu apa yang ingin dilakukan Bintang sekarang ini. Dia menyandarkan tubuhnya di dada Davin, Davin merangkul pinggangnya erat kemudian sesekali mereka berciuman.
Arumi mengusap tangan kekasihnya yang ada diperut ratanya. Sementara Davin dengan berani mengecupi leher gadisnya kemudian menjauhkan wajahnya. "Kapan kita akan menikah Yank, aku sudah tidak sabar ingin menjadikanmu istriku. "
"Tiga bulan lagi aku wisuda Dave setelah itu aku siap menikah denganmu. " ucap Arumi dengan serius.
"Baiklah aku akan menunggumu. " balasnya dengan antusias.
Arumi kembali menciumnya dan dibalas oleh Dave. Setelah ciuman mereka terlepas, Arumi menceritakan awal perkenalan mereka dulu yang selalu diawali perdebatan selain itu juga karena Skylar. Tapi dia merasa bersyukur, bisa mengenal pria sebaik Dave yang sabar menghadapi dirinya.
__ADS_1
Merasa bosan Arumi mengambil remote dan menyalakan televisi, mencari tayangan yang berkualitas asalkan bukan gosip.
Di Kamar
Pakaian yang berserakan di lantai serta selimut dan seprei yang kini kusut menjadi saksi pertempuran panas sepasang suami istri tersebut. Keduanya kini tengah mencoba berbagai macam gaya hingga tak kenal waktu.
Beberapa jam kemudian Bintang memgakhiri kegiatan mereka. Dia langsung melepaskan diri, lalu menjatuhkan dirinya disebelah sang istri. Skylar sangat kelelahan menghadapi betapa perkasanya sang suami yang sangat ganas dalam urusan ranjang.
"Ya ampun Hubby, pinggangku kayaknya mau patah deh ih. " gerutu Skylar.
Bintang terbahak mendengar keluhan istrinya, dia terlalu bersemangat supaya kecebongnya segera jadi. Skylar mencebikkan bibirnya, menarik selimut menutupi tubuh mereka.
Dia segera merengkuh istrinya dari samping kemudian membisikkan kata maaf pada Skylar.
Skylar melirik kearah jarum jam, dia terkejut ternyata hari mulai gelap dan mereka bermain cukup lama dengan Bintang yang mendominasinya.
Diapun hendak turun dari ranjang namun pinggangnya terasa kebas dan Bintang yang pekapun langsung membopongnya ke kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian, Bintang mengganti sprei dan selimut dengan yang baru. Setelah itu mengajak istrinya turun ke bawah, menemui kedua sahabatnya di ruang tamu.
"Wah wah ada yang habis keramas nih. " goda Arumi sambil tersenyum jahil.
Pipi Sky langsung merona, dia segera bersandar di sofa mengistirahatkan dirinya yang sangat kelelahan. Arumi nampak tersenyum geli melihat keadaan sahabatnya itu dan dia langsung melirik Bintang. "Entar aku saja yang nyiapin makan malam, soalnya Sky kamu habis digempur Bintang ya. " ledek Arumi.
"Ih Rumi jangan mengolokku terus. " protes Skylar dengan bibir manyunnya.
"Iya iya hehe. " balasnya tersenyum kecil.
__ADS_1
TBC