
🗣🗣🗣 HALLOWWW
WEI RAMEIN VOTE KOMENNYA DONG.
.
.
.
Happy reading♡
Nando datang sekitar sepuluh menit sebelum kelasnya dimulai. Ia membawa mobil sport miliknya. Rasanya sangat malas sekali karena ia harus pergi sepagi ini. Semalam ia baru sampai di Boston karena sebelumnya ia harus pulang ke Indonesia.
Ada beberapa urusan yang harus ia urus sendiri disana. Tadinya ia akan mempercayakan itu semua pada kaki tangannya, namun ternyata tidak bisa. Ia juga memiliki tugas lain yang tentunya diberikan oleh Nando.
Wajah yang tadinya kusut kini tersenyum merekah saat melihat orang yang ia sukai masuk ke area kampus. Dengan semangat, ia hendak melangkahkan kakinya untuk menyapa Ashel.
Namun gerakan kakinya terhenti saat melihat orang yang mengantarkan Ashel kesini. Ternyata itu Kavin, suaminya.
Bahkan sepagi ini Nando harus melihat adegan mesra keduanya. Dimana Kavin mencuri ciuman pada bibir Ashel.
Nando menahan emosinya. Ia mengepalkan tangannya. Ia sangat cemburu melihat adegan seperti itu. Tak mau semakin emosi, akhirnya Nando pun pergi dari sana menuju tempat lain.
***
Ashel terkejut bukan main saat melihat siapa yang menepuk bahunya.
Dia Ayu. Ayu Azahra sahabatnya.
"Kaget kan lo nye," ucap Ayu.
"Kagak, biasa aje tuh," ucap Ashel yang sepenuhnya berbohong.
"Ya elah Shel, gue kasih surprise ini. Yakali lo kagak terkejut gitu," ucap Ayu.
"Ya lo mikir lah anjir, yakali gue gak kaget tiba tiba ada mahluk kayak lo berdiri di depan gue," ucap Ashel.
Ayu hanya cengengesan saja. Rencanya berhasil membuat kejutan kecil untuk sahabatnya ini.
"Maksud ngana apa tiba tiba disini? Jangan bilang lo kuliah disini Nge?" Tebak Ashel.
__ADS_1
Ayu menahan senyumnya dan mengangguk.
"Satu fakultas juga sama lo. Soalnya gue ambil bisnis disuruh emak," ucap Ayu.
"Cakep! Gitu dong. Kan kita bisa kayak dulu lagi," ucap Ashel.
"Iya nyet, kita masuk anjir. Nanti keburu bel. Malu maluin kalo telat," ucap Ayu.
Mereka berdua pun berjalan bersama masuk ke dalam kampus. Lebih tepatnya ke gedung fakulta mereka. Sekitar tujuh menit lagi jam pertama akan dimulai.
Ashel senang bukan main saat mengetahui jika Ayu ternyata akan berkuliah di satu fakultas yang sama dengannya. Setahu dia, Ayu sangat suka desain dan Ashel berpikir jika Ayu akan berkuliah di jurusan tata busana atau biasa disebut desaigner, tapi ternyata anak ini malah masuk bisnis.
"Lo utang cerita nge," ucap Ashel.
"Izzy. Gue bakalan cerita pas nanti di kantin, sekalian juga gue spill dimana gue tinggal," ucap Ayu. Ashel mengacungkan jempolnya pada Ayu.
Mereka berdua masuk ke dalam kelas. Disana sudah ada beberapa murid yang sudah duduk. Beberapa dari mereka sedang berbincang dan berkenalan ada juga yang diam dan memilih memainkan ponselnya.
Di dalam ruangan itu juga, Rafello sudah duduk anteng. Ia melambaikan tangannya pada dua wanita yang ia kenali agar mereka duduk berdekatan.
Ashel pun menarik Ayu untuk duduk dekat dengan Rafello. Sebenarnya Ayu sedang menghindari anak itu, namun sialnya mereka malah satu kelas dan satu fakultas.
Mereka berdua pun duduk di dekat Rafello. Sembari menunggu dosen datang, Ashel mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya. Sedangkan Ayu hanya diam dan melihat ke sekelilingnya. Rafello sendiri sudah sibuk dengan game online di ponselnya.
****
Sesuai dengan ucapan Ayu tadi, saat ini mereka berdua sudah berada di kantin. Beruntung tadi Rafello tidak ikut bergabung dengan mereka. Bisa bisa Ayu jadi bingung harus bersikap seperti apa di depannya.
"Jadi, setelah gue pikir pikir gue memutuskan untuk kuliah jauh dari Indonesia. Selain buat move on dari Dimas, gue juga gak mau selalu ketemu dia. Apalagi lo tahu sendiri kan sikap Dimas yang sekarang kayak gimana," ucap Ayu
Ashel menyimak cerita Ayu dengan ditemani segelas milkshake greentea.
"Iya sih, lo pinter juga kadang kadang. Bagus lo milih kuliah jauh. Biar sekalian jauh dari si Dimas. Semenjak gue denger cerita lo tentang dia, gue jadi gak suka aja gitu sama dia. Gak serespect dulu," ucap Ashel.
"Pasti, karena bukan cuma lo doang. Didi sama Ajeng juga sama bahkan mereka yang kasih ide ke gue buat kuliah di tempat yang sama kayak lo. Ya waktu itu gue belum iyain karena gue harus pikirin hal ini baik baik, kan menyangkut masa depan gue juga," ucap Ayu.
"Terus mama papa lo langsung kasih ijin gitu lo kuliah jauh? Kan lo anak kesayangan mereka," ucap Sea.
"Ya kasih la njeng, kan gue sebut nama lo," ucap Ayu cengengesan. Ia memang terkadang menumbalkan nama Ashel untuk meminta ijin apapun pada kedua orang tuanya.
Dan ajaibnya, apapun jika berurusan dengan Ashel, kedua orang tuanya langsung setuju.
__ADS_1
"Ye ee kuda! Bisa bisanya lo nyebut nama gue buat jadi alesan lo kuliah disini. Gue cape ya Yu harus selamatin lo mulu dari pertanyaan 'Ayu sama nak Ashel kan?' Cape Yu cape," ucap Ashel memperagakan suara mamanya Ayu. Sedangkan Ayu hanya terkikik geli.
"Ya maaf lah prend. Kan nama lo itu udah jadi obat mujarab biar gue diijinin sama mama papa gue," ucap Ayu.
Ashel hanya menggelengkan kepalanya. Ia kembali menikmati segelas milkshake greentea miliknya sembari bertukar pesan dengan suaminya.
Hubungannya dengan Kavin kembali membaik setelah tadi pagi mereka berbicara. Ya meskipun bukan pembicaraan yang serius.
"Ngomong ngomong, tadi pagi kok muka lo pucet banget nge? Lo kagak sakit kan?" Tanya Ayu. Terselip nada khawatir pada ucapannya.
Ashel menggelengkan kepalanya. "Kagak Yu. Gue baik baik aja. Tadi pagi cuma mual mual aja, mungkin masuk angin sama kecapean."
Ayu tersedak makanannya saat mendenga ucapan sahabatnya ini.
Mual mual? Apa jangan jangan sudah ada Ashel junior?
"Lo yakin belum ehem ehem sama suami lo?" Tanya Ayu tiba tiba.
"Apaan sih? Kok jadi bahas kesitu," ucap Ashel.
"Ya kagak papa sih Shel. Kan lo pengantin baru terus mual mual. Ya gue mikirnya lo mau punya anak," ucap Ayu.
"Ngomong lo kurang keras jing! Pakek toa sana biar kedengeran satu kampus," ucap Ashel kesal.
"Hehe, ya maaf. Kan wajar kali gue nyangkanya gitu. Namanya juga pengantin baru," ucap Ayu.
"Iye lo wajar, wajib di hajar. Sini gue bogem pipi lo," ucap Ashel. Bukannya bergidik ngeri, Ayu malah tertawa terbahak bahak.
Bahkan beberapa orang yang berada di kantin pun seketika mengalihkan atensinya ke meja mereka berdua.
Ashel hanya mampu menutupi wajahnya saja. Jujur saja ia malu karena memiliki sahabat modelan seperti Ayu.
Lagi nyari poto ashel sama ayu tp belum nemu. Sabar ya ges
Tbc.
Modelan temen kayak ayu emang malu maluin, tapi yang kayak ayu susah nyarinya😐😌
Kalo typ maap yy.
__ADS_1