My Little Wife

My Little Wife
Bab 204 : You Good?


__ADS_3

VOTE KOMEN DULU BESTIIII. BIAR SEMANGAT UP NYAAAA.


.


.


.


Happy reading♡


Jam kuliah masih lama untuk dimulai, mungkin sekitar satu jam lebih lagi namun Ashel sudah berjalan menuju ke area kampusnya.


Di dekat kampusnya, ada sebuah cafe yang pagi ini sudah dipenuhi beberapa pelanggan. Mungkin mereka sengaja datang pagi untuk sarapan disini.


Seharusnya Ashel juga mampir ke cafe itu untuk makan. Jujur saja perutnya sudah perih sekali saat ini, namun entah mengapa selera untuk makan tidak ada sedikit pun.


Karena tidak mau makan apa apa, Ashel mau tidak mau harus minum vitamin agar tubuhnya tidak sakit. Ia pun berjalan menuju ke toko obat obatan yang letaknya tak jauh dari cafe. Hanya terhalang beberapa bangunan saja.


"Permisi, saya butuh vitamin," ucap Ashel. Ia memberikan sebuah foto di ponselnya. Dimana foto itu adalah foto jenis vitamin yang sering ia konsumsi sewaktu SMA.


Saat SMA Ashel jarang sekali makan. Untuk itu ia perlu doopingan obat untuk tetap bisa sehat.


"Baik sebentar," ucap pelayan toko. Syukurlah vitamin itu ada disini. Ashel lupa membawanya kemarin dari Indonesia.


Setelah mendapatkan vitamin dan membeli sebotol air mineral, Ashel pun beranjak dari toko itu. Ia mencari tempat yang areanya dekat dengan kampus, agar nanti ia tidak perlu berjalan jauh lagi.


Ashel duduk di bangku panjang di bawah sebuah pohon rindang. Suasana paginya sangat sejuk sekali. Beberapa burung juga berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.


Saat terdiam sendiri seperti ini, pikirannya berkelana kemana mana. Ia masih muda namun harus memikirkan hal seberat ini.


Tak terhitung sudah berapa kali ia meminta maaf pada Kavin, namun Kavin tetap dingin dan mungkin tidak mau memaafkan dirinya.


Ashel memejamkan matanya. Dirinya merasa sedikit tenang karena hawa pagi ini. Semilir angin menerpa wajahnya sampai membuat rambutnya beterbangan karena sedikit tertiup.


Karena terlalu menikmati udara pagi sampai matanya terpejam, ia sampai tidak sadar jika ada suaminya berjalan mendekat ke arahnya.


Cup...


Ashel terlonjak kaget dan langsung membuka matanya. Bagaimana tidak terkejut saat ada yang menciumnya tiba tiba.


Ashel hendak mengeluarkan umpatannya namun tertahan saat ia melihat siapa yang menciumnya. Pria itu tersenyum hangat ke arahnya. Ia juga merentangkan tangannya. Mengkode pada Ashel untuk memeluknya.


Tentu saja Ashel tidak menyianyiakannya. Sudah sejak beberapa hari yang lalu ia merindukan pelukan hangat seperti ini.

__ADS_1


"Jangan nangis yang, aku disini," ucap Kavin.


Saking bahagia, air mata Ashel tidak mau berhenti mengalir. Entah apa yang merubah Kavin. Yang jelas ia sangat bahagia, meskipun ia belum tahu apa Kavin memaafkannya atau tidak.


"Makan ya? Dari kemarin kamu belum makan loh," bujuk Kavin saat Ashel mengurai pelukannya.


Ashel menggelengkan kepalanya. Entah mengapa rasanya ia tidak berselera makan. Yang penting ia sudah meminum vitamin.


"Makan sayang, aku gak mau kamu sakit," ucap Kavin.


"Enggak mas. Aku gak nafsu makan," ucap Ashel.


"Nurut sama suami sayang," ucap Kavin. Ia pun menarik Ashel pergi dari sana.


Ia juga sempat melirik ke arah jam tangan yang ia gunakan, masih ada waktu untuknya sebelum istrinya mulai jam pertama kuliah.


Kavin menarik Ashel masuk ke dalam mobil miliknya. Tentu saja Josh sudah tidak ada di dalam sana. Ia sengaja keluar dari dalam mobil karena sepertinya majikannya membutuhkan waktu bersama.


Ashel menurut masuk ke dalam mobil. Setelah keduanya berada di dalam mobil, tepatnya di kursi belakang, Kavin mengeluarkan kotak makanan dari dalam paper bag.


Itu adalah nasi goreng yang sengaja ia pesan dari salah satu restoran langganannya disini.


"Makan ya? Kamu suka ini kan?" Tanya Kavin.


Ashel tidak mengangguk. Biasanya ia akan sangat excited saat melihat nasi goreng, namun entah mengapa saat ini rasanya ia tidak ingin melihat butiram nasi yang dilumuri kecap itu. Bahkan rasanya ia ingin muntah.


Dalam hatinya, ia terus berucap dan meyakinkan dirinya jika nasi goreng ini enak.


"Maafin aku ya yang, aku brengs*k banget ya kemarin cuekin kamu kayak gitu," ucap Kavin.


Namun bukannya menjawab ucapan maaf suaminya, Ashel malah mual mual tidak jelas.


Ia bahkan meminta paper bag yang tadi dibawa suaminya. Setelah membuka paper bag itu, Ashel langsung memuntahkan semua nasi yang ia makan.


Kavin terkejut tentu saja. Ia langsung menyimpan kotak nasi yang berisi nasi goreng tadi kemudian mengambil sebotol air mineral.


Cepat cepat ia membukanya dan memberikannya pada istrinya.


Ashel terbatuk batuk. Kavin menepuk nepuk pelan punggung istrinya.


Kenapa istrinya tiba tiba muntah saat memakan nasi goreng? Padahal ini makanan kesukaannya.


"You okay?" Tanya Kavin.

__ADS_1


Ashel mengatur nafasnya kemudian menyandarkan kepalanya ke kursi mobil yang ia duduki. Ia menganggukan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan suaminya.


Kavin mengernyit heran. Apa istrinya ini sakit?


"Kamu sakit yang? Kita ke rumah sakit aja yuk. Hari ini kamu gak usah ke kampus," ucap Kavin.


Ashel tersenyum mendengar ucapan suaminya ini. Sepertinya suaminya ini sudah memaafkannya dan kembali bersikap seperti biasanya.


"Gak usah mas. Aku baik baik aja. Mungkin cuma kecapean aja," tolak Ashel.


Kavin menarik Ashel ke dalam pelukannya. Ashel dengan senang hati menerima pelukan suaminya.


"Kamu sakit gara gara aku ya yang? Maafin ya?" Ucap Kavin. Tangannya mengusap usap punggung istrinya.


"Enggak mas. Kalo aku sakit mungkin emang udah takdirnya aku harus sakit. Bukan karena kamu," ucap Ashel.


"Tapi-," ucapan Kavin terpotong karena Ashel menciumnya tiba tiba. Niat Ashel hanya ingin mendekatkan bibirnya saja. Namun ternyata saat ia ingin melepaskan ciuman itu Kavin malah menarik tubuhnya sehingga Ashel terduduk diatas pangkuannya.


Mau tak mau Ashel membalas ciuman suaminya itu. Rasanya Ashel sangat merindukan sekali perlakuan seperti ini dari suaminya. Padahal mereka cekcok hanya beberapa hari.


Ashel menepuk nepuk bahu Kavin. Akhirnya Kavin pun melepaskan ciuman mereka.


"Aku harus ke kampus," ucap Ashel.


"Ijin aja. Aku gak mau jauh jauh."


"Sembarangan! Ini hari pertama aku masuk," ucap Ashel.


Dengan terpaksa Kavin pun melepaskan pelukannya dan mengantarkan istrinya ke depan kampusnya. Saat di jalan tadi, Kavin terus berbicara pada Ashel agar anak itu segera makan. Ashel hanya menurut saja daripada suaminya ini marah.


Ashel melambaikan tangannya pada Kavin saat ia memasuki kampus. Mereka berpisah di depan gerbang.


Ashel berjalan sendirian menuju ke kelasnya. Kebetulan Rafello tidak ada disini jadi ia bisa sedikit senang karena tidak ada yang menganggunya pagi pagi buta.


Tiba tiba ada yang menepuk bahunya. Otomatis Ashel menolehkan kepalanya.


"LO?!"



...KAPIN MANIS BANGET HELPPP...


Tbc.

__ADS_1


Siapa ituuuu😐


kalo ada typ maap ya.


__ADS_2