My Little Wife

My Little Wife
Bab 280 : Bumil Random


__ADS_3

Happy reading♡


Kavin tersenyum lebar saat melihat makanan yang dipesan tadi olehnya habis dilahap istrinya. Ia sangat senang karena istrinya makan banyak. Wajar saja, yang makan tiga orang. Saat ini Ashel sedang memakan buah buahan potong yang sengaja dipesan Kavin meskipun tidak diminta istrinya ini. Ia sudah menduga jika istrinya akan mencari buah setelah makan. Ramen tadi sengaja dipesan tidak pedas namun untungnya habis dilahap Ashel. Biasanya wanita ini akan protes karena saat tidak ada rasa pedas di makanannya.


Kavin membereskan sampah bekas makan dirinya dan istrinya. Ia langsung membuangnya ke tempat sampah. Ashel sangat asik memakan buah sampai sampai ia tidak menawari suaminya. Hanya dalam waktu beberapa menit saja, satu kotak buah buahan mix siap makan sudah habis dilahap istrinya.


"Mas kenyang," ucap Ashel.


"Minum dulu sini," ucap Kavin. Ia menyodorkan segelas air putih untuk istrinya. Ashel menerimanya kemudian meminumnya sampai habis.


"Mau pulang. Gak betah disini," ucap Ashel.


"Kita baru bisa pulang besok sayang. Sekalian besok kita cek up rutin si baby's," ucap Kavin.


Wajah Ashel cemberut. Ia tidak suka berada di rumah sakit. Namun demi anak anaknya ia rela berdiam disini selama satu malam lagi.


"Mas mau mandi dulu ya? Gak enak kita kan abis itu tadi," ucap Kavin.


"Mau mandi juga dong. Sama kamu tapi," ucap Ashel.


"Airnya dingin yang. Beda kalo di rumah kita kan ada pemanas," ucap Kavin.


"Ya gak papa. Mandinya sambil peluk kamu aja," ucap Ashel.


Ya salam. Cobaan apa lagi ini?


Kenapa istrinya semakin liar setelah ada si kembar?!!

__ADS_1


Ashel memang sengaja ingin mandi bersama Kavin. Entah kenapa ia jadi seperti ini, mungkin ini bawaan bayi bayinya. Padahal dulu Ashel selalu menolak saat Kavin ingin mandi bersamanya, maka dari itu Kavin selalu memaksanya.


Infusan di tangan Ashel juga sudah dilepas tadi oleh suster karena keadaan bumil itu memang sudah baik baik saja. Saat ini ia sedang berjalan ke kamar mandi, sedangkan Kavin menempatkan dua bodyguard di depan ruang rawat istrinya. Meskipun ini vvip tetap saja takutnya ada yang masuk tiba tiba, entah dokter atau suster.


Kavin melirik ranjang, disana sudah tidak ada istrinya. Ternyata wanita itu sudah berjalan ke kamar mandi sendirian. Ashel sudah melepas semua pakaiannya. Ia menggerai rambutnya juga karena niatnya ia ingin keramas. Padahal ini sudah malam.


"Yang, mandinya besok aja deh. Nanti kamu masih angin," ucap Kavin. Ia berdiri di depan pintu kamar mandi sembari bersidekap dada. Meskipun mulutnya melarang tapi berbeda dengan reaksi tubuhnya yang lain saat melihat istrinya tidak memaki sehelai benang pun.


"Gerah sayang. Aku mau mandi, nanti suruh bodyguard kamu bawa baju ganti sama haidryer punya aku. Aku mau keramas soalnya," ucap Ashel. Ia menyalakan air untuk mengisi bak air. Disini tidak ada shower namun tidak ada apa apa.


"Terus sabunan sama sampoannya gimana?" Tanya Kavin saat melihat istrinya akan mengguyur tubuhnya.


"Iya juga. Terus gimana dong," ucap Ashel. Kavin menghela nafasnya. Ia tadi memang sudah meminta bodyguard untuk membawa perlengkapan mandinya. Ia juga meminta baju ganti untuk istrinya juga. Dan lihat, benar saja jika istrinya juga akan ikut mandi.


"Mandi bareng? Beneran?" Tanya Kavin. Di tangannya ada perlengkapan mandi dan juga satu handuk.


"Aaaa, dingin mas," ucap Ashel. Ia berjongkok dan memeluk tubuhnya sendiri. Kavin menghela nafasnya dengan sikap random istrinya ini. Ia pun membuka semua pakaiannya dan menarik istrinya untuk berdiri. Ashel langsung memeluk tubuh suaminya ini. Rasanga hangat sekali.


"Kamu tahu aku hyper, kenapa mancing mancing mulu yang? Kasihan si kembar aku sodok mulu," ucap Kavin.


"Ini maunya anak kamu. Jangan protes sama aku," ucap Ashel.


"Yakin maunya si kembar? Bukan maminya?" Tanya Kavin.


"Tiga tiga mungkin," ucap Ashel. Mereka pun mandi bersama dengan cepat. Sebenarnya tadi Ashel akan kembali meminta untuk dimasuki oleh Kavin, namun Kavin menggelengkan kepalanya. Bukan tidak mau melakukan itu, ia justru ingin bahkan sangat ingin melakukannya lagi namun ia tidak bisa melakukan itu disini, hawa airnya cukup dingin. Kavin tidak mau membuat istrinya ini sakit.


Ashel keluar dari kamar mandi setelah memakai dress rumahan yang ia punya. Rambutnya di gulung handuk. Bibirnya sedari tadi cemberut karena keinginannya tidak dituruti suaminya. Sedangkan Kavin ia mencolokan kabel hairdryer dan menarik istrinya untuk mengeringkan rambutnya itu.

__ADS_1


Ashel menundukan kepalanya saat berhadapan dengan suaminya. Kavin tahu istrinya kecewa namun apa boleh buat. Ia tidak mau sampai istrinya ini sakit karena permainan yang diinginkan olehnya tadi.


"Jangan cemberut gitu dong mami. Nanti kalo kita udah pulang papi janji bakalan lakuin hal yang kamu mau. Dimana pun itu, oke?" Tanya Kavin.


Ashel tetap diam dan tidak menjawab ucapan suaminya ini. Rasanya sangat kecewa sekali. Padahal tadi libidonya sedang tinggi namun Kavin tidak melakukannya. Sialnya kenapa ia selalu ingin berhubungan itu. Apa ini kemauannya sendiri atau karena dua bayi ini?!


Setelah rambutnya kering, kini giliran Kavin yang mengeringkan rambutnya. Ia sudah tahu jika istringa itu ngambek karena kemauannya tidak diturutin. Bahkan saat ini istrinya sudah rebahan diatas brankar sembari menonton mukbang di youtube. Kavin pun dengan cepat menyimpan semua barang barang yang tadi ia gunakan untuk mandi ke dalam tas jinjing. Ia kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


Kavin tidur menyamping. Tangan kanannya masuk ke sela sela leher istri ya untuk dijadikan bantalan sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengelus elus perut istrinya yang sudah buncit. Ashel tidak menolaknya. Ia tetap diam dengan posisinya saat ini.


"Jangan ngambek sayang. Mas tahu kamu kecewa, tapi mas kayak gitu juga biar kamu gak sakit. Tahu sendiri kan dinginnya air tadi kayak gimana," ucap Kavin.


"Diem. Aku gak mood sama kamu," ucap Ashel.


"Yaudah, tapi hadap sini. Jangan punggungin aku, aku gak suka loh yang," ucap Kavin.


"Dibilang diem ya diem. Ngerti bahasa manusia gak sih?!" Ucap Ashel. Ia pun bangun dan turun dari brankar itu. Ia pun memilih tiduran di sofa. Sedangkan Kavin menghela nafasnya. Bumil satu itu memang selalu menguras emosinya.


Kavin ikut turun dan berjalan mendekat ke sofa. Ia duduk disebelah istrinya.


"Yaudah, ayo kita main sampe kamu puas," ucap Kavin.



Tbc.


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_

__ADS_1


__ADS_2