
Queen menangis semakin histeris. Biandra mengusap kasar wajahnya. Dia merasa sangat lelah, lelah dengan pekerjaan dan juga menghadapi tingkah Queen.
"I'm sorry." Imbuh Biandra menyesal. Dia menggendong Queen dan membawanya pulang.
*
Zico pulang begitu larut, Azalea sudah terlelap pulas di atas ranjangnya.
Padahal dia pulang dengan tergesa-gesa, karena tiba-tiba saja dia ingin berc*nta dengan Azalea. ******* Azalea tiba-tiba saja terngiang-ngiang dalam ingatannya.
Namun, ketika melihat Azalea yang sudah terlelap dia menjadi tidak tega untuk membangunkannya.
Setelah membersihkan tubuhnya, dan hendak tidur. Lagi dan lagi, gairahnya bergejolak. Ketika melihat tubuh sexy Azalea terlentang di hadapannya. Ada yang mengeras di bawah sana, dan dia sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Sayang aku pengen.." Bisiknya tepat didekat telinga Azalea. Namun Azalea yang sudah sangat pulas tentu saja tidak menyadarinya.
Zico perlahan meremas pelan bukit yang seakan sedang menantangnya itu. Tangan Zico mulai membuka kancing piyama Azalea. Dan kedua bukit itu terpampang di hadapannya tanpa di tutupi bra. Membuat Zico tidak tahan jika tidak mengisap nya. Lidahnya di mainkan di ujung put*ng yang berwarna merah jambu itu. Sedangkan dibawah sana sudah terasa keras dan sesak. Ulahnya itu membuat Azalea tersadar dari tidurnya.
"Aaaaa Zico, aku mau tidur." Rengek Azalea, lalu berbalik membelakangi Zico.
Zico hanya bisa memijat kepalanya yang terasa nyut-nyutan. Lalu kembali merebahkan tubuhnya di samping Azalea. Setelah menatap ke arah Azalea yang sepertinya benar-benar sedang tidak ingin diganggu. Zico mencoba memejamkan matanya, sambil menahan birahinya.
*
Seperti biasa, saat Zico terbangun. Azalea sudah tidak berada disampingnya. Namun kali ini bukan karena sedang menelepon Queen. Tapi dia sedang muntah di kamar mandi.
Zico langsung menghampiri Azalea setelah mendengar suara Azalea dari arah kamar mandi.
__ADS_1
Dengan sigap, Zico memijat tengkuk Azalea dengan perlahan.
"Aahhh... Rasanya nggak nyaman sekali." Azalea terduduk lemas setelah memuntahkan hampir semua isi perutnya. Mulutnya terasa sangat tidak enak setelah muntah.
"Mau aku buatkan jus?" Tawar Zico. Barangkali saja itu bisa membantu Azalea sedikit menetralisir rasa mual nya.
"Empp..." Azalea mengangguk setuju.
Setelahnya Zico membantu Azalea bangkit untuk berdiri. Dan membawanya kembali ke tempat tidur.
"Tunggu sebentar, akan aku buatkan jus."
"Jangan lama." Rengek Azalea manja. Entah mengapa akhir-akhir ini dia berubah menjadi sangat manja. Apa mungkin bawaan hamil? Biasanya dia tidak seperti itu.
Zico langsung bergegas ke dapur setelah mengangguk ke arah Azalea.
Jadilah jus mangga segar, dan cukup menggugah selera.
*
Azalea bangkit, dan duduk sambil bersandar saat melihat Zico masuk kedalam kamar dengan segelas jus di tangannya.
"Jus apa itu?" Azalea mengernyitkan keningnya sambil menatap ke arah jus yang berada di tangan Zico.
"Mangga." Zico menyodorkan jus tersebut pada Azalea.
"Aaaa Zico, aku gak suka jus mangga!"
__ADS_1
"Tapi rasanya enak loh!"
"Iyaa tapi aku gak suka!" Kekeh Azalea.
Zico terdiam sambil menatap ke arah jus yang masih berada di tangannya.
"Yaudah aku buatkan yang lain." Zico kembali bergegas menuju dapur. Namun langkahnya terhenti dan dia berbalik. "Jadi mau aku buatkan jus apa nih, biar gak salah lagi." Zico memastikan jus apa yang disukai Azalea.
"Emmmm...." Azalea berfikir keras.
"Lama bener mikirnya."
"Semangka aja deh." Sambil nyengir lebar.
.
.
.
.
.
.
NEXT>>>
__ADS_1