
Happy reading♡
Menjelang malam, Ashel dan yang lainnya sibuk menyiapkan alat alat untuk barbeque. Mereka mengadakan acara itu di balkon rooftop yang ada di resort.
Tadi sore mereka berempat sudah banyak belanja bahan bahan untuk barbeque. Selain sosis dan daging, Ashel juga membeli sayuran yang cukup banyak. Selain itu juga Ashel memborong hampir banyak buah buahan sampai kulkas kecil yang ada di resort penuh.
Ashel sedang meracik bumbu untuk bakarannya. Sedangkan Ayu sedang mencuci sayuran. Rafello dan Kavin kompak memotong motong bahan yang cukup besar, seperti daging sapi.
"Yang, jangan pedes pedes. Kasian si kembar," ucap Kavin.
"Iya mas. Enggak kok," ucap Ashel. Memang semenjak hamil, ia sangat jarang sekali makan pedas. Bahkan tadi sore saat ia makan seblak bersama Ayu, Rafello sempat kebingungan karena seblak yang dipesan Ashel itu original. Alias bening.
"Nih udah di cuci," ucap Ayu.
"Nasi dimana byy? Biar aku panasin dulu," ucap Fello.
"Kayaknya masih di dalem deh. Ambil aja, aku masih mau ambil minuman soda sama air putih," ucap Ayu. Fello mengangguk dan mengikuti kekasihnya masuk kembali ke resort mereka. Meninggalkan Ashel dan Kavin.
"Mas, masukin dagingnya yang udah kamu potong potong dong. Aku mau masukin sosisnya," pinta Ashel.
"Oke ayang," ucap Kavin. Ia pun menggeser duduknya mendekat ke arah istrinya.
Ada beberapa sosis yang sudah matang dan siap di makan. Ashel pun menusuk sosos itu menggunakan satu sumpit dan meniupnya.
"Sosisnya gede ya yang?" Tanya Kavin saat sosis melihat sosis itu masuk ke dalam mulut istrinya.
Ashel hanya menganggukan kepalanya. Ukurannya memang cukup besar. Beda dengan sosis sosis yang lainnya.
"Ngeliat kamu makan itu, kayak lagi makan punya aku. Kayak waktu tadi siang," ucap Kavin.
Uhuk.. uhuk..
"Ehh, kok batuk," ucap Kavin. Ia menepuk nepuk pelan punggung istrinya.
"Mas ih, jangan omongin itu. Gak suka," ucap Ashel.
__ADS_1
"Kok gak suka? Kan kamu sendiri yang merengek pengen sosis aku. Aku udah lemes juga tetep kamu em*t kayak lolypop, kan jadi bangun lagi," ucap Kavin.
Ashel mendelik. Ia menyumpal mulut suaminya agar tidak mengatakan hal hal yang tidak bermutu itu. Kavin menerimanya namun ia tidak memakan habis semuanya. Ia menyisakan bagian ujungnya kemudian menarik leher belakang istrinya agar mendekat.
Mata Kavin mengkode agar Ashel memakannya. Mau tak mau Ashel pun membuka mulutnya dan memakan sosis dari mulut suaminya. Ashel kira Kavin akan melepaskannya tapi ternyata salah, justru Kavin malah ******* bibirnya. Tidak lama, namun tetap saja mampu membuat bibir Ashel sedikit membengkak.
"Hukuman buat mami karena terus ngem*t punya papi padahal udah keluar. Rasanya bikin milik papi ngilu," ucap Kavin.
"Halah, tetep aja kamu nikmatin sampe sampe suruh aku duduk lagi diatas milik kamu. Dipikir punya kamu kecil apa? Mana gede panjang lagi. Kan sakit, mana si kembar di tusuk mulu," sindir Ashel.
"Itu hak suami cinta dan kewajiban kamu mas tusuk tusuk. Iya awalnya nolak, tapi kan setelah tiga sampai empat kali mas paksa kamu pas awal awal nikah, sisanya kamu yang minta. Sampe sampe nangis gak mas turutin," sindir Kavin.
Ia mengingat jelas bagaimana usaha istrinya saat menginginkan disentuh olehnya. Waktu itu Kavin memang sengaja jual mahal karena ingin melihat tingkah istrinya. Meskipun sebenarnya ia sangat ingin menerkamnya.
"Nangis nih," ancam Ashel.
"Jangan dong. Mas becanda sayang, jangan nangis. Des*h aja nanti malam," ucap Kavin. Ia menarik istrinya dan memeluknya. Memang terlihat air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
Siapa suruh main sindir, disindir balik kan gak mau. Mana kesabaran bumil ini setipis kulit lumpia.
Ashel memeluk suaminya. Ia dengan sengaja mengarahkan mulutnya ke dekat leher suaminya kemudian mengigitnya.
"Arghhh," Kavin menggeram karena gigitan istrinya. Apalagi gigi Ashel cukup tajam. Kavin serasa mati rasa di bagian lehernhya ini. Namun sayangnya ia tidak bisa menghentikan aksi istrinya. Jika ia memaksa menghentikannya maka Ashel akan berujung ngambek.
Kavin memejamkan matanya sembari memeluk erat istrinya. Ia rela merasakan kesakitan akibat gigi istrinya asal istrinya bahagia.
Kavinder bucin Natapraja.
Sementara itu di dalam resort, sembari menunggu nasi yang tadi dibeli Ashel kembali hangat di microwave, Fello sempat sempatnya nyosor. Ia memang sengaja mengajak tunangannya masuk. Sudah dari siang ia menginginkan ciuman ini namun Ayu selalu menolaknya.
Dan saat ini, Ayu tengah lengah jadi Fello mencuri ciuman. Hanya satu kali. Meskipun satu kali tapi cukup lama, karena Rafello melum*tnya. Mereka berdua sudah bertukar saliva.
Dirasa sudah lama mereka meninggalkan Ashel dan Kavin, mereka pun segera pergi dari sana.
Ayu membawa beberapa kotak nasi cepat saji yang dijual di supermarket sedangkan Fello membawa kota pendingin air minum. Mereka bertingkah seolah tidak terjadi apa apa.
__ADS_1
"Kenapa lo bang?" Tanya Fello saat ia sudah berada di dekat Ashel dan Kavin.
"Gak papa. Namanya suami istri," ucap Kavin. Ia masih meringis kesakitan namun tetap terlihat biasa saja. Meskipun aslinya ia kesakitan.
"Makan. Udah mateng kok," ucap Ashel.
"Cepet banget," ucap Ayu.
"Ya kalian yang lama. Udah lebih dari dua puluh menit kalian di dalem resort," ucap Ashel.
"Ih, padahal kan kita cuma ambil ini gak ngapa ngapain," alibi Ayu.
"Gue gak nanya lo abis ngapain kok Yu," ucap Ashel halus. Namun memiliki arti tersendiri.
Mampus.
Ayu keceplosan. Rafello sendiri hanya diam saja. Takutnya jika dia bicara, akan semakin salah paham. Dan sialnya nanti malah keceplosan juga.
"Pel minta minuman soda satu," ucap Ashel.
"Sayang gak boleh," ucap Kavin.
"Nah iya, bumil gak boleh minum soda," ucap Fello.
"Siapa yang mau minum itu sih. Udah sini minta satu," ucap Ashel memaksa. Fello melirik ke arah abangnya. Kavin menganggukan kepalanya.
Ashel menerima minuman kaleng soda yang cukup dingin. Ia pun mengambil beberapa lembar tissue dan mengelap air yang ada di bagian luarnya.
Kavin dan yang lainnya hanya memperhatikan tingkah bumil itu. Sementara Ashel, setelah tidak ada air yang menggenang ia pun menarik kerah jaket kemeja suaminya dan menempelkan kaleng dingin itu.
Kavin meringis karena kedinginan jiga lukanya terasa perih.
"Makanya jangan bandel jadi papi. Untung leher kamj gak putus gara gara gigi aku," ucap Ashel dengan polosnya.
Fello dan Ayu melongo. Apalagi saat melihat dengan jelas bekas gigitan Ashel di leher Kavin. Mereka berdua jadi ngilu sendiri melihatnya.
__ADS_1
Tbc.