My Little Wife

My Little Wife
Ep. 104 >>> DUA PILIHAN YANG SAMA SULITNYA


__ADS_3

"Bisa kau jelaskan apa maksudnya ini?" Biandra memperdengarkan rekaman suara ketika gadis yang membocorkan data perusahaan menyebutkan, Maya dalang di balik semuanya.


"Kau percaya ucapannya? Dia menjebakku Bian!" Maya masih mencoba mengelak. Dan itu membuat Biandra semakin geram.


"Maya, seharusnya kau tahu. Aku bukan orang bodoh yang akan percaya ucapannya begitu saja tanpa bukti dan fakta."


Maya terdiam, yang di katakan Biandra benar. Biandra tidak mungkin gegabah menuduhnya, dan memintanya dengan cepat kembali ke Indonesia, lalu membiarkan melewatkan operasi Queen demi mengurus masalah ini.


"Apa aku harus menunjukkan padamu semua bukti yang sudah aku dapatkan? Kau akan terkejut jika melihatnya!"


Maya masih tak bergeming, kini dia menunduk dalam-dalam. Dia mencoba berfikir keras, alasan apa yang harus dia karang agar Biandra percaya padanya.


"Aku hanya ingin mendengar, apa alasan mu melakukan semua itu!"


"Bian, aku bisa menjelaskan semuanya." Maya, mendonggakkan wajahnya, ke arah Biandra yang berdiri tak jauh darinya.


"Ya! Aku memang memintamu menjelaskan semuanya bukan?"


Maya menelan salivanya. Dia tidak punya pilihan kecuali harus jujur. Pikirannya benar-benar buntuk, dia tidak bisa memikirkan alasan apapun di saat genting seperti itu.


"Perusahaan Papaku sedang bermasalah."


"Lalu?"


"Dia butuh uang untuk itu."


"Dan kau menjual data perusahaanku untuk itu?" Biandra tersenyum kecut.

__ADS_1


"Aku tidak punya pilihan lain Bian. Jika aku minta padamu pun, kau pasti tidak akan memberikannya."


"Tentu saja tidak!"


"Bian maafkan aku." Ia mulai menangis. Jurus andalannya.


"Jangan tunjukkan air mata buayamu itu padaku! Aku tidak akan termakan dengan itu semua. Aku bukan Kakek yang bisa dengan mudahnya kau rayu dengan air mata buaya itu."


Maya kembali mendonggakkan wajahnya dengan ekspresi terkejut.


"Apa maksudmu?" Dengan mata terbelalak, seakan akan keluar dari tempatnya.


"Apa kau pikir, aku tidak tahu. Kau selalu mendapatkan uang dari Kakek dengan air mata buayamu itu. Selama ini aku hanya diam setelah tahu itu. Aku pikir, dengan meninggalnya Kakek, kau akan kehilangan orang yang akan selalu memberikan mu uang dengan nominal sesuka hatimu. Aku tidak menyangka, ternyata kau justru menjual data perusahaanku untuk mendapatkan uang."


Dunia Maya benar-benar runtuh. Kini Biandra memegang 3 rahasianya sekaligus. Entah berapa banyak lagi rahasianya yang sudah diketahui Biandra.


Wajah Maya langsung berbinar mendengar kalimat itu.


"Sungguh? Benarkah kau akan memaafkanku?"


"Tentu saja, mana mungkin aku tega menjebloskanmu kedalam penjara. Paling tidak, aku pernah mencintaimu dan kita sudah hidup lebih dari 10 tahun."


"Terimakasih Bian." Maya cukup lega mendengar itu. Dia tidak menyangka setelah apa yang sudah dia lakukan, Biandra masih mau memaafkannya.


"Tapi dengan satu syarat."


"Syarat?"

__ADS_1


"Ya, tanda tangani berkas ini." Biandra melepar sebuah berkas di hadapan Maya.


"Apa ini?" Maya meraih berkas itu dan membacanya. Dan dia benar-benar terkejut. "Kau akan menceraikanku?" Pekiknya dengan ekspresi tak biasa.


"Bukan hanya itu, kau kehilangan hak asuh Queen dan dilarang keras untuk menemuinya."


"Aku tidak bisa melakukanya Bian. Kau tahu sendiri, Queen sangat berarti bagiku. Tidak! Bukan hanya itu. Kau dan dia! Mana mungkin bisa aku kehilangan kalian di waktu yang bersamaan Bian!" Maya semakin panik.


"Tidak masalah jika kau tidak mau menandatangani surat perceraian itu. Tapi kau akan menekam dalam penjara, ya mungkin sekitar 15 atau 20 tahun. Kau pilih saja sendiri yang mana yang kau inginkan, semua pilihan ada ditanganmu. Kau sendiri yang meminta semua ini!"


"Tega sekali kau Bian." Tatapannya tajam seakan menghujam Biandra.


"Apa kau sendiri tidak tega?" Biandra membalas tatapan itu, tak kalah menghujamnya dibandingkan Maya.


"Kau akan menyesal sudah memperlakukan aku seperti ini." Ancam Maya dengan penuh amarah.


"Aku tidak perduli! Kita lihat saja nanti, siapa yang akan paling menyesal!" Tantang Biandra. "Cepat tandatangani itu, atau polisi akan datang dalam waktu 5 menit." Sambil melihat jam di pergelangan tangannya dan kembali duduk di balik meja kerjanya. Biandra mempersilahkan Maya untuk memilih. Dua pilihan yang sama sulitnya! Dua pilihan yang sama-sama akan menghancurkan hidupnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


NEXT>>>


__ADS_2