
Majikan terbaik
Happy reading♡
Setelah acara wisuda beberapa minggu yang lalu, kini Ashel sudah resmi menyandang gelar sarjanan bisnis. Bahkan sejak ia wisuda kemarin, banyak sekali buket yang datang ke kediamannya. Itu dari rekan kerja suaminya dan rekan kerja ayah serta papa mertuanya. Mereka ikut senang karena Ashel sudah lulus.
Anna dan Adi sudah kembali ke Indonesia karena tuntutan pekerjaannya. Sementara Faraz dan Sarah masih berada disana. Namun mereka sudah merencanakan untuk pulang ke Indonesia juga. Karena sudah lama juga mereka tidak kesana.
Sementara Ashel, wanita itu sudah meminta suaminya pulang juga ke Indonesia. Namun Kavin belum mengiyakannya karena pekerjaannya disini masih menumpuk. Ia hanya meminta istrinya untuk sabar dulu, lagi pula baby's belum genap satu tahun. Sangat rentan jika membawanya pergi naik pesawat.
Ashel hanya bisa mengerti. Ya sudah tidak apa apa. Yang penting kan keselamatan dan kesehatan anak anaknya.
Semakin hari, baby's semakin aktif. Bahkan Ashel terkadang kewalahan. Beruntung pengasuh pengasuh anak anaknya ini adalah orang yang terlatih. Jadi mereka bisa menangani bayi bayi ini.
Pengasuh Kai bernama Magi, pengasuh Ling bernama Lee sedangkan pengasuh Briella bernama Liz.
Mereka semua masih muda. Bahkan tak jarang Ashel selalu bergosip bersama mereka.
"Liz, tolong gantikan popok Briella. Sepertinya dia pup," ucap Ashel.
"Baik nyonya," ucap Liz.
"Kai sudah tidur?" Tanya Ashel pada Magi.
"Sudah nona. Tuan muda sudah tidur di kasurnya, saya akan kembali ke atas untuk menjaganya," ucap Magi.
"Iya. Jika kamu lelah kamu ikut tidur juga, aku sudah menyediakan kasur untuk kalian bertiga disana. Biarkan Ling bersama ku dulu, bayi ini belum tidur soalnya," ucap Ashel.
Magi, Lee, dan Liz tersenyum sumringah, "Terimakasih nyonya. Anda benar benar sangat baik sekali. Memperlakukan kami seperti keluarga anda sendiri. Padahal sebelumnya kami tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini," ucap Magi.
__ADS_1
"Benar, biasanya aku sering kena marah oleh majikan ku," ucap Lee.
"Karena kalian selalu menjaga anak anak ku dengan baik. Sebagai ucapan terimakasih juga, kalian manusia, bukan robot. Jika bayi bayi tidur, kalian juga bisa ikut menjaganya sembari tidur. Mengurus bayi sangat melelahkan bukan?" Ucap Ashel.
"Memang melelahkan nyonya, tapi kami senang. Apalagi sekarang majikan kami sebaik anda," ucap Liz.
Ashel hanya mengangguk dan tersenyum. Ketiga pengasuh itu pun naik ke kamar bayi bayinya dan tidur disana. Ashel memang sengaja melakukan hal itu, karena kasihan juga melihat para pengasuh ini yang kelelahan.
Pintu yang terhubung ke kamar utama miliknya sengaja dipasang dan di kunci juga. Karena ia hanya berwaspada saja. Mereka bertiga pun naik ke lantai atas dimana kamar baby's berada.
Sementara bayi Ling masih betah menyusu pada maminya. Ashel mengusap lembut kepala Ling yang sejak lahir sudah ditumbuhi rambut lebat. Rambutnya sangat hitam, sama seperti miliknya.
"Ling belum mau bobo? Mami ngantuk loh," ucap Ashel.
Bayi Ling hanya mengerjapkan matanya saja. Namun mulutnya tetap mengedot asi maminnya. Mata Ashel sudah sangat mengantuk. Semalam ia harus terjaga karena ulah suaminya. Namun untungnya tidak sebrutal saat mereka kembali melakukan hubungan suami istri.
Ashel sudah tidak tahan dengan rasa kantuknya. Wanita itu berkali kali menguap dan memijat keningnya perlahan. Ashel menyandarkan punggungnya pada bahu kursi. Ia mengadahkan kepalanya agar bersandar ke kursi kemudian memejamkan matanya.
Sementara bayi Ling tetap mengedot dan masih membuka matanya. Tidak ada tanda tanda bayi itu akan tidur. Melihat dari matanya saja sepertinya bayi Ling tidak mengantuk. Untungnya bayi Ling dipeluk oleh maminya dan ada bantal kecil di belakang tangan Ashel untuk menyangga. Sehingga bayi Ling tidak perlu takut terjatuh.
Sementara itu, dua puluh menit kemudian Kavin baru sampai ke rumahnya. Ia baru saja pulang dari kantor. Pria yang sekarang statusnya sudah berubah menjadi seorang ayah itu berjalan masuk ke dalam mansion. Saat akan naik, pandangannya menatap ke arah istrinya yang tertidur dengan posisi bayinya masih menyusu.
Kavin bergegas mendekat. Ia melihat bayi Ling memejamkan matanya namun asi maminya masih menempel. Hanya menempel tidak lebih.
Kavin melambaikan tangannya pada suster Lee untuk mendekat. Perlahan ia pun mengambil bayi itu dan diberikan pada suster Lee.
Sementara Ashel, wanita itu masih tertidur. Sepertinya tidurnya sudah sangat lelap karena ia sama sekali tidak terganggu saat Kavin mengambil bayi itu. Kavin pun perlahan menggendong tubuh istrinya itu menuju ke kamar mereka.
Kavin tersenyum geli saat melihat mulut istrinya yang sedikit terbuka. Sepertinya dia memang sangat kelelahan. Perlahan Kavin membuka pintu kamar mereka. Ashel kemudian ditidurkan di kasur king sizenya. Sementara Kavin menutup pintu.
__ADS_1
Pria itu kemudian berjalan ke kamar mandi. Ia melepas semua pakaiannya dan langsung mandi. Tak lama karena Kavin juga ingin ikut tidur dengan istrinya.
Setelah selesai mandi, ia pun segera memakai baju santainya dan naik ke tempat tidur. Tadi ia memang sengaja tidak memasukan lagi payuda*a istrinya. Takutnya tidurnya malah terganggu.
Kavin naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut kemudian memeluk istrinya. Ashel sedikit bergerak karena terganggu namun bukan bangun melainkan memeluk suaminya. Kavin tersenyum kecil dan mengecup sekilas bibir istrinya. Mereka berdua pun tertidur.
Jujur saja Kavin pun merasa kelelahan akibat ulahnya semalam. Ia memang selalu brutal dalam menyetubuh* istrinya itu. Namun ia puas saat istrinya tepar.
Sementara itu bayi bayinya sedang bermain dengan suster suster mereka. Mereka sudah kenal dengan suster sehingga mereka anteng.
"Kita harus menjaga bayi bayi ini, karena orang tua mereka sangat baik kepada kita," ucap Magi.
"Benar, kita harus menjaga bayi bayi ini. Bayi bayi ini sangat lucu," ucap Lee.
"Aku setuju. Kita harus baik karena mereka juga baik kepada kita. Aku sangat menyayangi bayi bayi mungil ini," ucap Liz.
Tidak selamanya berbuat baik akan dibalas baik pula begitu sebaliknya. Namun Ashel dan Kavin sudah memberikan kepercayaan pada ketiga suster ini. Beruntungnya mereka memang bertanggung jawab dalam mengurus anak anak mereka.
Waktu itu, suster ini direkomendasikan oleh Lupita. Kebetulan kepala yang mengelola para pekerja seperti suster ini adalah kenalan baik Lupita.
Ashel beruntung sekali karena dikelilingi orang orang baik. Mungkin ini ganjaran untuknya setelah beberapa tahun yang lalu ia mendapatkan kejadian mengerikan yang terkadang selalu menghantui pikirannya ini.
...INI SIAP CAKEP SEKALEEEH😭👍🫶...
Tbc.
Ramein ya guysss nanti aku spoiler cerita sequelnya hehe.
__ADS_1