My Little Wife

My Little Wife
Bab 346 : Mesum Everytime


__ADS_3

Happy reading♡


"Makasih mulu kamu mas. Itu kewajiban aku, aku bangga bisa kasih kamu keturunan. Dan yang paling bahagia, aku seneng banget bisa ngerasain itu semua. Mulai dari ngidam, mengandung, sampai harus operasj caesar. Pengennya aku lahiran normal waktu itu, tapi yaudah mau gimana lagi, yang penting baby's selamat," ucap Ashel.


"Kamu udah rela pertaruhkan nyawa kamu hanya demi kasih aku keturunan dan penerus. Aku bener bener bangga dan bersyukur karena kamu yang jadi istri aku. Maaf ya, awal awal kenal aku cuek ke kamu," ucap Ashel.


"Mas ih! Udah minta maafnya. Lebaran juga bukan. Intinya sekarang kita udah bahagia. Yang udah berlalu biarin jadi masa lalu aja. Ambil pelajarannya aja, yang bikin sakit sama sedihnya kita lupain aja ya," ucap Ashel.


Kavin mengangguk dan tersenyum. Tidak ada yang lebih membahagiakan lagi dalam hidupnya selain memiliki istri seperti Ashel. Wanita tangguh yang pernah Kavin kenal selama hidupnya. Sebelum mengandung, Ashel sudah banyak melewati cobaan. Bahkan dia hampir kehilangan nyawanya karena salah paham. Ditambah saat mengandung, Ashel juga hampir keguguran karena keegoisan seseorang.


Namun untungnya, Ashel masih bisa selamat meskipun ia sempat trauma. Tapi akhirnya traumanya sembuh total.


"Nanti kalo baby's udah dua tahun, dia lepas asi?" Tanya Kavin.


"Iya, harusnya Briella lepas asi kurang dari dua tahun. Tapi kan masa iya Briella lepas asi sedangkan Kai sama Ling masih minum asi. Jadi aku niatnya bakalan samain aja dua tahun pas," ucap Ashel.


"Ulang tahun nanti, baby's dua tahun ya?" Tanya Kavin.


"Iya. Jadi tinggal beberapa minggu lagi mereka lepas asi. Tapi untungnya mereka udah jarang minum asi. Mereka lebih banyak nyemil biskuit sama buah buahan mas," ucap Ashel.


"Gak papa, yang penting mereka sehat sehat," ucap Kavin.


Ashel hanya mengangguk saja. Ia mengambil ponselnya yang berada diatas meja.


"Niatnya aku mau custome cake ini mas buat ulang tahun mereka. Ini punya Ling, Briella, sama Kai," ucap Ashel. Ia menunjukan model cake yang sudah ia pilih untuk ulang tahun anak anaknya.


"Bagus yang. Semuanya sesuai sama kesukaan mereka. Pinter banget sih istrinya Kavin," ucap Kavin.


"Aku mau rayain ulang tahun baby's sama anak anak panti mas. Aku udah hubungin kepala pantinya, mereka bilang mereka mau," ucap Ashel.


"Panti yang mana?" Tanya Kavin.


"Yang sering dapat santunan biaya waktu acara amal itu loh. Panti yang katanya sering kamu datangin waktu kamu kuliah disini," ucap Ashel.

__ADS_1


"Oh yang itu. Yaudah gak papa, urusan gift buat mereka udah kan? Konsumsi juga buat mereka nanti makan udah?" Tanya Kavin.


"Udah sayang. Semuanya udah siap, termasuk cathering buat nanti mereka makan. Aku pesennya itu aja biar praktis. Masalh gift udah aku urusin juga, isinya sesuai yang aku minta. Pokoknya beres," ucap Ashel.


"Yaudah, kita undang keluarga deket aja. Gak usah rekan bisnis deh, kasian mereka kerja hari itu," ucap Kavin. Ashel hanya menganggukan kepalanya setuju. Lagi pula ini acara anak anak, tidak perlu dihadiri banyak orang tua kan. Terlebih Ashel juga tidak mengenal istri istri dari rekan bisnis suaminya.


***


Satu jam berlalu, mansion Kavin kedatangan Fello dan juga kedua orang tuanya. Sepertinya ada kepentingan sehingga mereka tiba tiba datang bersama.


"Gimana keadaan kamu Kav?" Tanya Faraz.


"Lebih baik pah. Riana yang jaga Kavin, udah pasti cepet sembuh," ucap Kavin.


"Baby's mana?" Tanya Sarah.


"Bobo ma, mereka tadi mainnya lama. Kayaknya kecapean," ucap Ashel.


"Langsung saja Kav, papi kesini cuma mau bilang, bulan depan Fello bakalan nikah sama Ayu. Cuma Ayu maunya nikah di Indonesia, karena keluarganya ada disana. Papa harap kamu dan istri kamu tidak berhalangan hadir," ucap Faraz.


"Narsis banget. Ganteng sedunia, iya sedunia. Tapi cuma dunia lo," ucap Ashel.


Yah, jika sejak dulu mereka musuh. Maka akan seterusnya seperti itu. Baik Kavin, Faraz, Sarah atau yang lainnya sudah tidak asing lagi dengan tingkah adik dan kakak ipar ini. Mereka memang tidak bisa akur sedikit saja.


"Dih sirik emak emak," ucap Fello.


"Udah udah, kita kesini kan mau minta saran WO sama kakak ipar kamu. Kok kamu malah berantem sama dia sih," ucap Faraz.


"Yey, dia duluan pa. Bukan Fello," ucap Fello.


"Ngalah dikit, lo udah mau jadi laki orang kali Pel," ucap Ashel.


"Udah Riana, Fello gak usah kamu ladenin. Dia kan emang gitu," ucap Sarah.

__ADS_1


"Iya ma. Tapi kenapa gak nanya Ayu aja soal WO-nya? Takutnya kan nanti gak sesuai sama yang dia mau," ucap Ashel.


"Calon bini saya meminta anda memilihkannya kakak ipar, karena anda yang paling pinter dalam urusan seperti ini," ucap Fello.


"Kalo gitu, Riana harus ketemu dulu sama Ayu buat bahas ini. Nanti deh selesai acaranya baby's Riana sempetin buat ketemu dia," ucap Ashel.


"Lebih baik seperti itu nak. Tolong ya," ucap Faraz.


"Iya pa. Riana bantu sebisa mungkin," ucap Ashel.


"Oke udah beres kan? Riana udah mau bantu juga. Mama mau numpang tidur ya," ucap Sarah membuat Ashel tersenyum kecil.


"Masuk aja ma. Gak perlu minta ijin, ini rumah mas Kavin dan mama mamanya mas Kavin. Masa iya Riana nolak," ucap Ashel.


"Mantu ter-the best sih. Thank you sayang, ayo pah," ucap Sarah. Faraz mengangguk dan mengikuti langkah istrinya untuk pergi ke kamar. Sedangkan Ashel dan Kavin juga pergi ke kamar mereka. Tinggal Fello sendiri.


Pria itu rebahan diatas sofa disana. Ia belum memiliki energi untuk ke kamar. Ayu sendiri sedang sibuk di kantornya. Memang setelah lulus kemarin, Ayu langsung dipanggil untuk bekerja di tempat magangnya dulu.


"Yaudah kita ngebo aja disini. Bebeb gak ada lagi nyari cuan," ucap Fello. Pria itu pun memejamkan matanya dan mulai tertidur.


Ashel menengok ke kamar bayinya. Mereka masih anteng tertidur. Tiba tiba Kavin memeluknya dari belakang.


"Kelon*n," bisik Kavin.


"Maunya," ucap Ashel.


"Iya dong. Ayo yang," ucap Kavin. Ia menarik tangan istrinya masuk ke dalam kamar. Ia juga sudah menguncinya. Takutnya ada yang masuk tiba tiba. Meskipun itu tidak mungkin tapi jaga jaga tidak ada salahnya kan?


"Udah jadi bapak juga masih mau kelon," ucap Ashel.


"Harus dong. Kita harus kayak dulu lagi. Aku ngecas sama kamu tiap malem. Biar paginya bangun dengan keadaan fresh," ucap Kavin.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2