My Little Wife

My Little Wife
Season 2 Part 13


__ADS_3

Jam mata kuliah berakhir, Sky dijemput suami tercintanya.Bintang melajukan mobilnya meninggalkan area kampus, Sky terlihat ragu ragu mengatakan surat ancaman itu.


"Tadi ada yang menerorku lagi Kak. " Cekit Bintang terkejut hingga mengrem mendadak. Diapun menoleh kearah istrinya penuh tanda tanya.


"Tepikan dulu mobilnya. Bintang mengangguk, menepikan mobilnya setelah itu kembali menatap sang istri.


Skylar mengeluarkan suratnya dari dalam tas lalu memberikannya pada sang suami.Bintang langsung membaca surat itu, tak lama diapun mengeraskan rahangnya pertanda empsinya hampir meledak, "Sialan sebenarnya siapa yang berani beraninya meneror kamu sayang. "


Skylar menggeleng.Dia juga bingung dan penasaran siapa yang menerornya.Lalu dia pandangi suaminya dengan lekat, terbesit rasa minder dan kurang percaya diri menjadi seorang istri dari Bintang Narendra Winston." "Jangan jangan fans kamu hubby, dia tidak suka melihatmu menikah denganmu hingga nekat menerorku. " cicitnya.


"Jika itu benar, aku akan melindungi kamu sayang.Jangan takut apalagi ragu, minder menjadi istriku, aku hanya cinta sama kamu Skylar. Bintang meyakinkan istrinya agar tidak takut akan ancaman yang diterimanya, Skylar mengangguk dan berhambur dalam pelukan suaminya.


Skylar melepaskan pelukannya. Bintang kembali melajukan mobilnya dengan cepat. Tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai di mansion.


Keduanya masuk ke dalam, menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka dilantai atas. Di dalam sana, Bintang melepaskan jas dan kemejanya hingga menampilkan perut sixpacknya, "Yank kita berendam yuk agar pikiran kita rilex. " Bintang membopong istrinya ke dalam kamar mandi.


Bintang menurunkan tubuh Sky, segera tuangkan aroma mawar dalam bathtube. Lalu melepaskan pakaian istrinya dan keduanya masuk ke dalam. Skylar tampak menyenderkan dirinya dada sang suami, tangan Bintang mulai menjamah aktif dua buah persik istrinya.


"Emh. " Desahan pertama Sky membuat gairah Bintang membumbung tinggi, dengan cepat dibalikan tubuh istrinya. Mereka kembali memadu kasih melampiaskan keresahan mereka melalui sentuhan kulit satu sama lain.

__ADS_1


Suara desahan dan erangan terus bersahutan dari dalam kamar mandi. satu jam kemudian mereka ke luar dengan berbalut handuk. Bintang membawa istrinya ke atas ranjang, membantunya berpakaian setelah itu dirinya.


Bintang memgenggam tangan Sky sambil berkata. "Jangan khawatir sayang mulai sekarang kalau kamu ke mana mana akan dikawal bodyguard.Aku tidak akan membiarkan orang itu mencelakaimu. "


"Iya Hubby. Skylar mencoba tidak merasa ketakutan dihadapan suaminya. Dia hanya tidak ingin menjadi beban pikiran saat ini. Meski begitu Skylar masih merasa cemas dan takut terhadap orang yang menerornya, masih berkeliaran ke sana ke mari.


"Kita ke luar yuk, aku buatin kopi untuk kamu. Bintang mengangguk,mengandeng tangan istrinya ke luar kamar dan menuruni anak tangga.


Di bawah Bintang melepaskan tautan jemari mereka dan pergi ke ruang tamu. Skylar berjalan ke dapur, membuat kopi dan jus untuk dirinya.


Setelah selesai Sky membawa minumannya ke ruang tamu. Dia taruh di meja, kemudian dusuk disebelah sang suami tercinta. Bintang menyesap kopinya pelan sambil melirik sang istri.


Skylar menghembuskan nafas pelan dan memandangi Bintang sambil berkata. "Enggak sayang aku tetap ingin melanjutkan kuliahku sampai wisuda. " kekehnya.


"Aku hanya tidak ingin kamu diterornya lagi Yank. " Skylar menggeleng dengan cepat. Bintang kembali membuang nafas berat melihat istrinya yang keras kepala.


Skylar memilih menghabiskan jusnya, mengabaikan suaminya. Bintang melipat kedua tangannya memperhatikan gerak gerik wanitanya dengan intens.


"Ya sudah kamu boleh kuliah. Skylar menoleh dan kedua matanya berbinar cerah. Bintang mengulum senyumnya melihat raut ceria sang istri. Diapun memilih mengalah namun tetap menyuruh bodyguard mengawal Skylar.

__ADS_1


Skylar langsung mendekap tubuh suaminya. Bintang membiarkan istrinya memeluk dirinya sambil mengecup puncak kepala Skylar.


💕💕💕


Sementara di lain tempat Arumi berada di cafe pagi itu mengingat hari ini hari weekend.Dia sesap vanilla lattenya dengan santai, dia terlihat salah tingkah ditatap intens oleh Dave. Dave tersenyum kecil melihat Arumi yang salah tingkah olehnya, "Aku kangen sama Sky tapi dia pasti lagi mesra mesraan sama suaminya. " keluh Arumi.


"Sudahlah biarkan mereka menikmati waktu mereka Rum, lagian masih ada aku. " Dave menampilkan senyum manisnya kearah Arumi. Arumi mengulum senyumnya, tak dipungkiri hatinya menghangat mendengar ucapan Dave barusan.


"Sudahlah Dave jangan memberi harapan. Aku tidak mau patah hati hanya karena cinta. Bukankah kamu sudah memiliki seseorang yang kamu sukai. " ledeknya.


Davepun tersenyum kecut jika mengingat masa lalu, di mana Melly berselingkuh. Namun entah kenapa dia merasa hidupnya kembali ceria semenjak mengenal Arumi. Entah kenapa ada sebuah dorongan untuk melindungi gadis didepannya. Arumi mengagumi Dave dalam diamnya, dia tak berniat mengatakan perasaannya pada Dave.


Tanpa ragu Dave mengenggam tangan Arumi dengan erat sontak membuatnya terkejut.Dia nampak terlihat bingung melihat senyuman Dave dibibirnya, "Aku akan memberimu waktu sampai kamu menerimaku Rumi. Dua bulan sudah aku mengenal kamu, aku yakin aku sudah jatuh cinta padamu. "


"Tapi Dave! Dave menaruh telunjuknya didepan bibir Arumi.


"Kamu bukan pelampiasan atas rasa sakitku Rumi. Dave terlihat serius dengan ucapannya, Arumi tak menemukan kebohongan di kedua manik kelam Dave.


Arumi terlihat delima saat ini, dia masih ragu ragu dengan pilihannya saat ini. Dave dengan sabar menunggu Arumi sampai dia mengatakan keputusannya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2