My Little Wife

My Little Wife
Bab 237 : Beberapa Tahun Yang Berubah


__ADS_3

Happy reading♡


Sudah lebih dari dua semester Ashel lewati, akhirnya ia sudah sampai di semester tiga. Selama beberapa tahun terakhir ia tidak pernah bertemu langsung dengan keluarganya.


Setiap libur semester, Ashel tidak pulang ke Indonesia. Ia dan suaminya pasti akan pergi berlibur ke negara lain.


Ashel sesering mungkin selalu menyempatkan untuk video call dengan keluarganya yang ada di Indonesia. Beruntunglah semuanya dalam keadaan sehat jadi Ashel bisa tenang.


Selama bertahun tahun itu pula, Ashel belum bisa mempertemukan Liam dengan Dona. Entah mengapa, setiap kali ia ingin melakukan itu pasti ada saja hal yang menghalanginya.


Padahal waktu itu, ia sudah berjanji pada Dona untuk mempertemukannya dengan Liam namun ia belum bisa menepati janji itu.


"Ngelamun aja lo," ucap Ayu yang baru datang ke kantin.


"Banyak pikiran, padahal gue gak pernah bikin masalah sama pikiran," ucap Ashel asal.


"Heh, masih muda juga jangan dibawa stress. Enjoy aja," ucap Ayu.


"Maunya gitu, tapi gimana lagi. Gak bisa," ucap Ashel.


Ayu sudah mengetahui jika Nando menyukai Ashel bahkan sebelum Ashel bercerita jika Nando menyatakan perasaannya padanya.


Ayu sudah bisa menebak gerak gerik Nando saat mereka masih SMA. Ditambah lagi sikap Nando yang sering perhatian pada Ashel semakin membuatnya yakin jika Nando memang menyukai sahabatnya ini.


Namun bersyukur juga karena Nando tidak memaksakan dirinya untuk bersama Ashel mengingat saat ini Ashel sudah menikah.


"Ada apa emangnya? Siapa tahu gue bisa bantu," ucap Ayu.


"Masalah Dona sama Liam, waktu gue di sekap sama Dona, gue udah janji mau temuin dia sama Liam kalo emang Liam masih bener bener hidup dan belum meninggal. Tapi sampe sekarang gue belum tepatin janji itu," ucap Ashel.


"Ya lo coba ngomong sama suami lo. Biar dia juga tahu, masa iya lo mau pulang ke Indo tiba tiba gitu kan gak mungkin. Kalo suami lo udah ijinin lo, kan bisa tuh kita suruh abang lo bawa Dona kesini. Secara kan abang lo itu punya jet pribadi," ucap Ayu.

__ADS_1


"Gue belum kepikiran kesana sih. Mas Kavin sibuk kerja akhir akhir ini. Apalagi beberapa minggu terakhir gue sering ditinggal sama dia ke luar negri. Waktu komunikasi juga jadi susah," ucap Ashel.


"Ya lo coba pelan pelan aja lah jir. Yakali langsung ngomong gitu aja, tapi ngomong ngomong kok gue gak pernah liat Liam lagi ya setelah terakhir kita ketemu waktu itu. Dia kemana coba," ucap Ayu.


Ashel terdiam. Benar juga apa yang dikatakan oleh Ayu. Setelah pertemuan mereka waktu itu di restoran, baik Ashel atau pun Ayu tidak melihat Liam lagi.


Kemana perginya dia? Sesibuk apapun pekerjaannya pasti dia akan terlihat bukan. Meskipun itu secara tidak sengaja.


"Apa dia kabur lagi?" Tanya Ayu.


"Gak tahu. Waktu itu dia pernah kasih kartu nama dia ke gue. Kayaknya disana ada nomornya deh, coba gue telpon dia aja," ucap Ashel.


Ayu mengangguk setuju. "Lagian kalo kita ke perusahaan dia juga gak bakal membuahkan hasil. Gue udah beberapa kali lewat ke area perusahaan dia, gak pernah tuh lihat dia."


Ashel mendial nomor Liam untuk ia telepon seluler. Namun yang menjawab panggilan Ashel bukan Liam, melainkan operator.


"Nomornya gak aktif Yu. Bener lo sering lewat perusahaan Liam?" Tanya Ashel.


"Bener nge. Buat apa gue bohong. Gue dari awal udah curiga kalo dia bakalan kabur kaburan lagi. Udah kayak napi aja anjir, hidupnya berpindah pindah," ucap Ayu.


"Iya emang gak ada benernya sih hidup Liam. Padahal kita ini temennya loh, tapi dia kok jadi gini ya," ucap Ayu.


Ashel juga tak habis pikir dengan Liam. Kenapa ia mengingkari janjinya dan pergi tanpa meninggalkan kabar. Padahal waktu itu dia sendiri yang sudah berjanji akan membantu Ashel untuk menjelaskan semuanya pada Dona.


Nando yang duduk tak jauh dari meja Ashel dan Ayu samar samar mendengar nama Liam disebut. Ia pun segera pergi dari sana menuju tempat lain.


***


Beberapa tahun terakhir, Liam hampir saja melancarkan aksinya untuk mengebom mall yang akan dimasuki Kavin dan Ashel. Namun sialnya itu semua gagal karena orang suruhan Liam ketahuan oleh petugas keamanan.


Alhasil orang suruhan Liam itu ditangkap dan hendak disidang. Namun sebelum itu, dari jarak yang cukup jauh, Liam menembaknya agar orang suruhannya itu tidak buka mulut.

__ADS_1


Liam tentu saja marah karena satu pun rencananya tidak ada yang berhasil untuk merebut Ashel dari Kavin.


Liam benar benar emosi saat itu. Belum lagi perusahaan yang ia rintis keuangannya terus merosot entah karena apa. Mau tak mau Liam harus menunda rencananya mendapatkan Ashel.


Ia harus mementingkan terlebih dahulu perusahaannya. Maka dari itu ia sering pergi ke berbagai negara untuk mencari investor lain.


Beberapa tahun terakhir, Liam sangat sibuk bekerja. Ia bahkan tidak cukup istirahat sampai membuat kondisi kesehatannya menurun.


Setelah kecelakaan beberapa tahun yang lalu, Liam memang menderita satu penyakit di kepalanya yang belum diketahui apa. Para dokter terus berusaha mencari tahu sampai saat ini.


Liam tidak boleh terlalu cape apalagi sampai banyak pikiran, jika tidak itu akan memperburuk kondisinya.


Dan benar saja, setelah perusahaan Liam kembali stabil ia jatuh sakit. Adam langsung melarikan Liam ke rumah sakit untuk ditangani.


Namun sayangnya, kondisi Liam sangat kritis. Sampai saat ini ia belum sadarkan diri dan dokter mendiagnosa jika Liam mengalami koma.


Tak banyak yang tahu kondisi Liam saat ini. Bahkan keluarganya sekali pun. Hanya Adam dan beberapa bawahannya yang tahu.


Para pekerja di kantornya pun sering menanyakan keberadaan Liam namun Adam tutup mulut dengan dalih Liam sibuk dengan urusannya sendiri.


Adam yang selalu menjaga Liam sejak kecil. Adam sudah menganggap Liam seperti keluarganya sendiri. Adam juga rela mempertaruhkan nyawanya untuk Liam.


Liam banyak membantunya saat itu. Bahkan keluarga Adam pun sering dibantu oleh Liam.


Adam menatap ke arah Liam yang sedang terbujur kaku diatas ranjang rumah sakit. Tubuhnya banyak dipasang alat medis.


Dokter mengatakan jika kondisi Liam semakin memburuk. Namun Adam percaya jika Liam bisa kembali sadar. Buktinya dulu Liam mampu kembali membuka matanya saat sedang sekarat akibat ulah papa Dona.


"Saya yakin anda bisa kembali tuan. Selama itu aaya akan berusaha menjaga perushaaan untuk anda. Cepatlah sadar, nona Ashel harus anda rebut kembali dari pria itu," ucap Adam.


__ADS_1


Tbc.


kalo ada typ maapin ya guys.


__ADS_2