My Little Wife

My Little Wife
Bab 250 : Hamparan Mawar


__ADS_3

Fyuhhhh.....


Sebelum baca bismillah dulu deh, biar gak terbawa suasana🥹


Wkwkwkwwkwkkw, maapin yah maapin aku..


🫨🫨🫨🫨🫨🫨🫨 ada emot baru loh guys. Coba kalian punya gak??? Emott ini 🫨🫨🫨


SALTO DULU🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️


.


.


.


Happy reading♡


Ashel dan kedua manusia random masuk ke dalam gedung besar itu. Ternyata benar, disini lokasi pernikahan suaminya.


Di depan sana, ada sebuah dekor dan space tempat duduk untuk para mempelai wanita dan pria. Dulu itu menjadi tempatnya tapi sekarang tidak. Tempatnya sudah digantikan oleh wanita lain.


Ashel memegang erat map yang ada di tangannya. Bunga mawar adalah bunga kesukaannya dan sebagian besar bunga yang berada di depannya adalah bunga mawar.


Apa mungkin wanita itu juga menyukai bunga mawar? Kenapa tidak bunga lain saja? Kenapa harus mawar.


Ashel menghela nafasnya. Saat ia akan kembali maju untuk mendekat ke arah tengah gedung itu tiba tiba lampu mati. Bahkan suara orang orang yang tadi ia dengar pun menjadi hilang.


Ada apa ini?!


"FELLO, AYU, KALIAN DIMANA?" teriak Ashel saat tidak mendapati Rafello dan Ayu di dekatnya.


"JANGAN BECANDA, GUE TAKUT. INI GELAP BANGET."


"KALIAN KEMANA SIH? KENAPA KALIAN NINGGALIN GUE JUGA," ucap Ashel. Air matanya pun jatuh karena Ashel ketakutan.


Bayangkan saja, seorang diri berada di ruangan seluas ini dengan keadaan gelap gulita. Siapa yang tidak takut?


Ashel berjongkok dan menutup telinganya. Ia bahkan menutup telinganya saking takutnya.


Tiba tiba ada sebuah cahaya dari arah depannya. Disana berdiri Kavin dengan gagahnya menatap ke arah Ashel. Karena cahaya itu, Ashel membuka matanya dan melihat ke arah depan. Dimana suaminya berada.


Kavin tersenyum ke arah Ashel. Ia bahkan melambaikan tangannya ke arah Ashel, seolah meminta Ashel mendekat.


Ashel tidak memikirkan lagi soal pernikahan kedua suaminya. Ia sangat takut saat ini dan hanya Kavin yang bisa menenangkan ketakutannya.

__ADS_1


Ashel berdiri dan berlari ke arah suaminya.


Saat sudah berada dekat dengan Kavin, Ashel langsung memeluknya erat. Ia menangis sejadi jadinya.


Sekuat apapun Ashel tadi di depan teman teman dekatnya, ia tetap akan rapuh saat berhadapan dengan Kavin.


"Aku gak mau kamu nikah sama wanita itu mas. Gak mau," rengek Ashel. Ia masih memeluk erat tubuh suaminya.


Sedangkan Kavin juga memeluk pinggang istrinya. Ia menghirup lama aroma greentea yang menguar dari tubuh istrinya.


"Aku gak bisa mas lihat kamu nikah lagi, aku gak bisa. Aku gak mau pisah sama kamu tapi aku gak mau di madu," ucap Ashel. Ia semakin kencang mengeluarkan tangisnya. Bahkan pelukannya pun tak kalah kencang.


Kavin mengurai pelukan istrinya. Ia menatap wajah sang istri yang memerah karena menangis. Bahkan matanya juga semakin sembab.


"Berhenti menangis, mata kamu udah bengkak kayak gini loh yang," ucap Kavin. Ia mengusap pelan kedua mata istrinya.


"Kamu masih panggil aku sayang? Kamu udah mau nikah lagi mas," ucap Ashel. Ia bahkan menangis sesegukan.


Kavin tersenyum ke arah istrinya, "Emang boleh aku nikah lagi? Katanya gak mau lihat aku nikah sama cewek lain."


"Emang gak mau mas. Tapi wanita itu udah hamil anak kamu," ucap Ashel.


"Masa iya?"


"Mas!! Kamu kok jadi gini? Kemarin sore aja kamu marah marah sama aku karena aku udah dorong calon istri kamu sampe bikin anak kamu keguncang karena ibunya jatoh. Kok sekarang gini? Lihat ke belakang kamu, ini dekorasi buat pernikahan kamu kan?! Bahkan dekorasinya pake bunga mawar, bunga mawar bunga kesukaan aku," ucap Ashel tertunduk. Ia memejamkan matanya dan kembali menangis.


"Aku perlu t-tan-da tang-an ka-mu," ucap Ashel terbata bata saat suaminya membuka map yang ia bawa. Lidahnya terasa kelu karena harus mengucapkan hal itu.


Kavin lamat lamat membaca surat itu dan tersenyum. Ia kemudian merobeknya begitu saja membuat Ashel terkejut.


"KENAPA DI ROBEK? KAMU MAU BIKIN AKU SAKIT HATI SEUMUR HIDUP?!" Ucap Ashel.


"Lebih tepatnya membuat kamu terus terjerat seumur hidup sama aku sayang, aku sering bilang kan sama kamu kalo aku gak akan pernah lepasin kamu dari hidup aku?" Tanya Kavin.


"Kamu ego-," ucap Ashel terhenti karena Kavin memutarkan tubuhnya menjadi membelakanginya.


Tiba tiba lampu di ruangan itu menyala sempurna. Bahkan Ashel bisa melihat banyak orang yang berkumpul disini.


Semua keluarganya hadir, sahabat sahabatnya yang dari Jakarta juga hadir.


"Happy birthday and happy anniversarry my little wife. Maaf karena beberapa hari yang lalu membuat mu stress sampai memberikan surat sialan ini," bisik Kavin tepat di telinga Ashel.


Ashel terpaku mendengar bisikan suaminya ini. Ia bahkan tidak sadar saat suaminya mengecup pipinya hingga riuh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan.


Otak dan pikiran Ashel ngebug seketika.

__ADS_1


Happy birthday?


Happy anniversarry?


"Ini tanggal berapa?" Tanta Ashel. Ia membalikan tubuhnya ke arah suaminya agar mereka berhadapan.


"Saking stresnya kamu sampe sampe gak inget tanggal," ucap Kavin terkekeh. Ia menunjuk sebuah layar besar yang dipantulkan melalui power point.


Disana ada foto pernikahannya dengan Kavin beserta tanggal hari ini.


Foto foto kebersamaan Ashel dan Kavin berjalan di layar lebar itu.


"Maafin aku ya yang kalo kesannya becandaan ini sampe bikin kamu stress. Serius yang, yang kemarin cuma becandaan. Anggaplah ini prank buat kamu," ucap Kavin.


Ashel melongo mendengarnya. Hingga keluarga juga teman temannya mendekat ke arahnya.


"Beneran Shel ini cuma prank. Gue dikasih tahu sejam yang lalu sama ni orang," ucap Rafello melihat ke arah Kavin.


"Iya sayang, ini semua hanya prank untuk kamu. Jangan salahkan kami ya, karena kami hanya mengikuti keinginan suami kamu," ucap Sarah.


"Ayah juga becanda kok waktu Richi bilang ayah marah besar. Yakali ayah cuma marah dan gak temuin putri kesayangan ayah waktu di duain," ucap Adi.


"Sumpah sih, kalo dari awal gue tahu ini cuma prank. Ngapain gue susah susah nonjok ni orang sampe sampe gue juga kena tonjok. Tapi bersyukur sih, soalnya kan gue bisa nonjok dia. Meskipun cuma sekali seumur hidup," ucap Rafello cengengesan.


Ashel masih terdiam. Pikirannya masih melayang. Ia belum bisa mencerna ini semua.


"Dimaafin gak?" Tanya Kavin.


"Bella siapa? Kemarin bukannya dia hamil? Hamil anak kamu bahkan udah jalan enam bulan. Dia siapa mas?" Tanya Ashel.


"WHAT? CUCU OMA BOHONGIN KAMU SEGITUNYA?" tanya Nata tidak percaya.


"Iya oma. Bahkan kemarin kemarin mas Kavin bentak bentak aku. Bahkan paksa aku buat layanin nafsu bejatnya," adu Ashel pada Nata.


"Kamu tenang aja cucu mantu, kakek pasti bakalan balas perilaku dia sama kamu. Tunggu tanggal mainnya aja," ucap Praja.



...Kapin : "gue gk bkln pernah lepasin ashel. Sampai kapan pun."...


Tbc.


Alhamdulilah, gak jadi cere🫨🫨🫨


Gimana gimana? Gak jadi sedih dong kan ini cuma prank ekwkw🫷

__ADS_1


Kalo ada typ maapin yayayaya.


__ADS_2