
Happy reading♡
Sore harinya, Ashel terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke sampingnya tidak ada siapa pun. Ini sudah di kamarnya yang ada di rumah lama. Pandangannya melihat ke sekeliling, kamar ini masih sama seperti waktu itu. Tidak ada yang berubah, hanya ada beberapa frame foto pernikahannya dengan Kavin juga foto waktu mereka pacaran.
Ashel bangun dan pergi ke kamar mandi. Mencuci muka dan menggosok giginya. Ashel malas mandi, nanti saja. Setelah selesai ia pun keluar dari dalam kamarnya untuk mencari suaminya.
Ternyata suaminya sedang bermain bersama anak anaknya di depan tv.
"Sore sayang sayang-nya mami," ucap Ashel. Ia mengecup anak anaknya.
"Aku gak di kecup? Jahat ih," ucap Kavin merajuk. Ashel menahan tawanya dan beralih pada suaminya. Ia berdiri menekuk lututnya agar anak anaknya tidak melihatnya mencium papinya. Tadinya Ashel hanya ingin mengecup, tapi ternyata Kavin menahan tekuknya dan melum*tnya.
"Cukup ya, ada baby's disini," ucap Ashel.
"Padahal kurang banget jatahnya," ucap Kavin.
"Astaga papi, kemarin apa? Kamu gempur aku loh sampe sampe kita bakalan batal kesini," ucap Ashel yang tidak habis pikir dengan kelakuan random suaminya. Jatah kurang? Hei, bahkan kemarin di dalam kamar yang ada di pesawat Kavin terus merengek untuk isi daya. Mau tak mau Ashel menurutinya.
"Iya deh iya. Siap siap gih, baby's udah aku mandiin. Aku juga udah mandi, giliran kamu. Mama udah nunggu di rumah," ucap Kavin.
"Aku gak bau, gak usah mandi," ucap Ashel.
"Au i auuu," ucap Kai membuat atensi Kavin dan Ashel melihat ke arah bayi itu.
"Tuh yang, anak kamu bilang kamu bau," ucap Kavin. Tawanya menggelegar mendengar ucapan polos anaknya.
Ashel berkacak pinggang dan menatap garang ke arah Kai, "Mami gak kasih kamu asi ya Kai. Tidur sama suster aja nanti jangan sama mami."
Namun bayi itu hanya melihat sekilas ke arah maminya dan kembali fokus para mainannya. Kai sangat cuek sekali dengan sikapnya pada maminya, jelas saja ia kan belum mengerti apa apa.
"Udah ah, mami marah sama kalian berempat. Jangan ada yang tidur sama mami," ucap Ashel.
__ADS_1
Seketika tawa Kavin berhenti mendengar ucapan istrinya itu.
"Mana bisa gitu?! Kan cuma Kai yang bilang kamu bau. Yang ih jangan ngadi ngadi ya kamu. Mana bisa aku gal tidur kalo gak sama kamu," ucap Kavin. Namun Ashel menghiraukan ucapan suaminya. Ia memilih segera mandi dan berganti baju. Takutnya mama mertuanya sudah menunggunya disana.
Menghabiskan waktu tiga puluh menit untuk mandi dan bersiap, akhirnya Ashel turun juga dari kamarnya. Saat Ashel turun, Kavin dan anak anaknya sudah lebih dulu menunggu di dalam mobil. Suster suster tidak ikut karena Kavin melarangnya. Lagi pula mereka baru sampai di Indonesia. Kasihan kan jika terus diminta bekerja. Jadi Kavin membiarkan mereka untuk istirahat dulu.
Ashel masuk ke dalam mobilnya. Ia melihat ke belakang dimana ketiga anaknya sudah duduk anteng di kursi khusus yang dibeli Kavin beberapa jam yang lalu. Kursi yang ditempel ke kursi mobil. Sengaja agar baby's baik baik saja ketika diperjalanan.
"Amiii," ucap Ling.
"Kenapa Ling sayang?" Tanya Ashel.
"Amii," kini Briella yang mengatakan itu.
"Iya Briell sayang," ucap Ashel. Ia pun membenarkan duduknya karena Kavin akan segera melajukan mobilnya.
"Mereka sejak kapan bisa manggil kamu mami?" Tanya Kavin. Ia mulai melajukan mobilnya.
"Beberapa hari yang lalu. Ling yang awalnya manggil Ami, terus Briella ikut ikutan," ucap Ashel.
"Manggil, cuma anak itu moodyan. Kadang manggil kadang enggak," ucap Ashel.
Kavin hanya menganggukan sekilas kepalanya dan kembali fokus pada jalanan. Ashel sedikit membuka kaca mobil. Menyebabkan angin masuk menerpa wajahnya.
"Hmmm, udara Indonesia. Berasa udah lama banget gak kesini," ucap Ashel.
"Lama lah yang, kan semenjak kamu hamil aku gak ijinin kamu pulang. Ditambah lagi dengan umur baby' yang sekarang udah dua tahun," ucap Kavin.
"Kamu jahat sih jadi suami, gak biarin aku pulang ke rumah sendiri," ucap Ashel.
"Demi keselamatan kamu sama baby's sayang," ucap Kavin.
__ADS_1
"Oh iya, kamu jadi lepas asi baby's?" Tanya Kavin.
"Jadi, dari kemarin aku udah gak kasih asi ke baby's. Susu formula aja, tapi buat pertumbuhan baby's," ucap Ashel.
"Asik, akhirnya jadi milik aku seorang lagi," ucap Kavin. Ashel hanya menggelengkan kepalanya. Sifat Kavin memang tidak akan pernah berubah. Posesif dan pencemburu.
Kavin mematikan mesin mobilnya saat sudah sampai di depan rumah kedua orang tuanya. Mereka langsung disambut hangat disana. Sarah, Nata dan Faraz langsung berjalan ke arah mobil untuk memangku ketiga cucu dan cicit mereka.
Ling dipangku Faraz, Nata memangku Briella sedangkan Kai dipangku Sarah. Mereka pun masuk ke dalam rumah. Ternyata disana sudah ada Ayu yang sedang melihat lihat sebuah buku tebal.
"Wanjas anak anak sambit gue," ucap Fello. Ia hendak mengambil Kai dari pangkuan mamanya namun Sarah menepisnya dan melarangnya.
"Ih mama, itu kan anak Fello juga. Siniin napa. Mama gak kenyang apa sejak di Boston gilir pangku baby's?" Ucap Fello.
"Biarin, cucu mama sendiri. Iya gak Kai?" Tanya Sarah. Bayi berumur dua tahun itu menganggukan kepalanya.
"Tuh, Kai juga setuju sama nendanya," ucap Sarah.
Ashel hanya tersenyum sekilas dan duduk di sebelah Ayu.
"Mau WO mana?" Tanya Ashel to the point.
"Gak tahu Best, gue bingung. Menurut lo bagusan mana? Semuanya bagus," ucap Ayu. Ashel paham kebingungan wanita ini, dulu juga saat ia resepsi jika bukan Kavin yang memilihnya ia pasti akan kebingungan.
"Lo sukanya yang simpel simpel Yu. Menurut gue nih ya, pilih WO yang ini aja. Lo lihat, dekor wedding mereka bagus. Nanti lo juga request di depan pelaminan lo siapin space buat ijab kabulnya. Ambil nuansa putih sama gold. Itu cantik loh, nih example-nya lihat," ucap Ashel. Ia mengambil salah satu buku berisi berbagai macam dekor dari salah satu WO yang ia kenal siapa ownernya.
"Iya sih, cocok juga. Fell, kita keep ini?" Tanya Ayu?
"Terserah kamu aja byy. Bukan maksud aku gak mau ikut campur, tapi beneran aku gak bisa milih soal begituan. Makanya aku saranin kakak ipar bantu kamu," ucap Fello.
"Tapi yang di saranin Ashel mahal banget kayaknya. Dekornya aja banyak bunga aslinya," ucap Ayu.
__ADS_1
"Ya udah ganti bunga bangkai aja Yu. Heran deh, laki lo itu udah kerja sejak SMA. Cuma anaknya gak hedon jadi keliatan gak rich," ucap Ashel.
Tbc..