My Little Wife

My Little Wife
Ep. 137 > Next


__ADS_3

Azalea langsung meraih tas slim bag nya. Mengambil salah satu kunci mobil, setelah itu bergegas menuju garasi mobil. Ia tidak sempat lagi menjawab pertanyaa Mbak Ati yang baru saja pulang dari berbelanja, dan bertanya padanya akan kemana? Azalea sudah terlanjur menginjak pedal gas mobil dan melajukan mobilnya. Ketika lokasi tempat si penelpon itu terlacak dan ia mendapatkannya.


Azalea menyeringai puas, ia tidak sabar ingin menemui orang yang berani-beraninya mengacaukan hidupnya yang damai itu.


Azalea semakin menginjak pedal gas, melajukan mobilnya semakin cepat. Semua rasa mual dan pusingnya hilang seketika.


*


"Jadi kau setuju?" Tante Yuanita tersenyum puas, ketika Biandra akhirnya mau mengikuti kemauannya. Melakukan kencan buta yang sudah dirancang oleh Mamanya.


"Emp! Tapi ingat, Bian belum setuju. Bian hanya akan menilainya, apa dia cocok atau tidak untuk menjadi ibu pengganti bagi Queen." Biandra kembali menekankan, maksud dari kencan buta itu.


"Iya iya Mama tahu." Tante Yuanita tidak dapat menutupi rasa bahagianya, ketika akhirnya Biandra setuju setelah dengan susah payah ia membujuknya.


"Yaudah, kalau gitu Bian balik dulu. Sudah waktunya Queen pulang sekolah." Biandra beranjak dari duduknya, sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Baiklah, nanti akan Mama kirimkan lokasinya." Tante Yuanita ikut bangkit dari duduknya.


"Empp!" Biandra bergegas keluar dari ruang tamu. Setelah sekian lama tidak pernah lagi menginjakkan kaki dirumah utama itu. Terlalu banyak kenangan menyakitkan yang tersimpan didalam sana. Yang membuat ia enggan untuk kembali menginjakkan kakinya dirumah itu, setelah apa yang telah terjadi. Diantara dirinya, Maya, Azalea dan juga Zico.


*


Mbak Ati berlari kecil menuju ke arah telpon rumah yang berdering.


"Iya hallo."


"Anu Tuan-" Ucap Mbak Ati terputus.


"Tidak apa-apa, katakan saja padanya jika dia sudah bangun nanti. Aku terlambat pulang, ada pekerjaan di Resort yang harus aku kerjakan." Sarkas Zico, kemudian langsung mematikan panggilan telpon itu tanpa menunggu jawaban dari Mbak Ati.


"An-" Tuttt Tuttt Tuttt... Panggilan berakhir. Mbak Ati hanya bisa menghela nafas. "Dasar Tuan Zico! Kebiasaan, selalu menutup telpon tanpa menunggu jawabanku dulu. Istri mu tidak ada dirumah Tuan! Tidak tahu kemana!" Cerocos Mbak Ati merepeti gagang telepon yang berada ditangannya. Setelah puas merepet, kembali ia letakkan gagang telpon itu ke tempatnya. Dan ia sendiri, kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda tadi.

__ADS_1


*


"Kenapa itu muka ditekuk gitu?" Tanya suami Mbak Ati yang datang menghampiri Mbak Ati di dapur.


"Kesel aku." Jawab Mbak Ati lengkap dengan ekspresi kesal nya.


"Kesal kenapa?" Kini, suami Mbak Ati ikut duduk di hadapan Mbak Ati. Dengan ekspresi seriusnya.


"Nyonya, keluar gak bilang-bilang kemana. Udah kondisinya lagi gitu. Kalau sampai pingsan dijalan gimana coba? Khawatir aku tuh!" Keluh Mbak Ati.


Mendengar itu, suami Mbak Ati malah terkekeh. "Dia itu bukan anak kecil lagi. Dia pasti tahu lah cara jaga dirinya sendiri."


"Hufftt, mudah-mudahan saja. Udah pergi gak bilang-bilang ke suaminya lagi. Lah suaminya malah ngira dia ketiduran."


"Udah biarin aja, anak muda memang gitu. Udah, gak usah diambil pusing. Masak aja udah, ntar pulang Nyonya atau Tuan malah gak ada makanan yang bisa dimakan." Suami Mbak Ati mengingatkan, setelah itu kembali berlalu pergi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2