My Little Wife

My Little Wife
Bab 212 : Kenyataan Untuk Dona


__ADS_3

Ramein vote komen ya guysss.


.


.


.


Happy reading♡


Setelah honeymoon kemarin, sikap Kavin menjadi lebih manis dari sebelumnya bahkan sikap posesifnya semakin menjadi jadi.


Hari ini, Kavin mengatakan jika Ashel harus pulang dan pergi diantar olehnya ke kampus. Dia juga harus sering bertukar pesan dengannya setiap jamnya.


Ashel hanya mengiyakan saja agar cepat. Ia tidak menyangka jika suaminya akan seperti ini setelah mereka melakukan itu.


Saat ini Ashel dan Ayu sedang berada di kantin. Mereka sudah melewati sesi pelajaran pertama di kampus seperti biasanya.


"Ini yang gue tahu Shel. Dia masih punya keluarga utuh, cuma ya gue gak tahu kayak gimana keluarganya. Dia juga punya perusahaan disini Shel, namanya Anggana Corp," ucap Ayu.


"Wait, lo tahu informasi kayak gini dari mana? Lo bayar orang?" Tanya Ashel.


"Bokap yang bayar. Gue cuma minta bantuan beliau, gue ceritain semuanya sama beliau. Jadi dia bantu gue dengan sewa orang buat cari tahu, dia juga gak mau gue ataupun lo kenapa napa. Makanya secepet itu beliau bantu gue," jelas Ayu. Ia memang tidak mungkin melakukan hal ini sendirian. Apalagi ia awam sekali dengan hal seperti ini.


Jadi ia meminta bantuan papanya yang kebetulan juga masih berada di Boston. Papanya dengan senang hati membantunya. Apalagi selama ini Ashel sudah banyak membantu keluarganya.


"Syukurlah kalo gitu. Gue udah gak punya orang yang bisa gue percaya soal ini. Kayaknya emang gue harus gerak sendiri deh," ucap Ashel.


Ayu menepuk nepuk bahu Ashel, "Selagi ada gue lo gak usah merasa sendiri Shel. Lagian ini juga menyangkut gue. Gue juga ada di kisah masa lalu lo."


"Gue udah punya info perusahaan dia, tinggal gue nyari tahu sendiri soal perusahaan itu. Apalagi lo bilang kalo keluarga Liam punya perusahaan disini. Mungkin aja Liam ada disini," ucap Ashel.


"Semoga aja. Lo gak usah terlalu mikirin hal itu Shel. Inget juga kesehatan lo," ucap Ayu memperingatkan. Ia hafal betul watak sahabatnya ini seperti apa.

__ADS_1


Ashel akan selalu memikirkan hal apapun sama semuanya terpecahkan. Itu sebabnya ia sering lupa segalanya, bahkan makan. Untuk itu ia sering di doping vitamin imun tubuh. Agar tubuhnya kuat dan tidak mudah sakit. Meskipun dengan jarang makan saja sudah bisa mendatangkan penyakit.


"Anggana Corp? Anggana emang nama panjang Liam, ya semoga aja Anggana corp ini milik keluarganya," ucap Ashel.


"Iya, gue harap sih. Nanti gue kasih info lainnya ke lo kalo orang suruhan bokap udah dapet info baru," ucap Ayu.


"Gue tunggu. Tapi jangan kirim via chat, kirim via email. Soalnya kalo via email, notifikasi suka gak muncul. Tapi setelah lo kirim email, lo kirim gue emot api. Itu tanda kalo ada info dari lo," ucap Ashel.


Ayu mengernyitkan keningnya. "Kok gitu? Chat lo di sadap laki lo?"


"Bukan. Gue takutnya pas lo kirim info itu mas Kavin yang buka isi chatnya. Gue gak mau dia tahu," ucap Ashel.


Ayu mengangguk saja. Sepertinya memang Ashel memiliki alasan lain karena menyembunyikan hal ini dari suaminya.


***


Sedangkan di Indonesia, tepatnya di salah satu villa di tengah hutan Dona tengah duduk melamun.


Dan hal yang lebih membuat Dona sakit hati adalah, ternyata selama ini ia bukan anak kandung dari papanya.


Saat itu, mama Dona baru bercerai dengan suami pertamanya yaitu papanya saat mamanya mengandung dirinya. Selang beberapa minggu, mamanya dekat dengan papanya sekarang, yaitu papa tirinya.


Bodohnya dia karena baru mengetahui hal ini setelah ia besar seperti sekarang. Pantas saja Dona selalu merasa mendapatkan kasih sayang semu dari papanya karena ternyata dia bukan papa kandungnya.


Dona sudah salah orang karena menyiksa Ashel waktu itu yang jelas jelas tidak bersalah. Bahkan parahnya lagi ia hampir menyengat Ashel dengan listrik bertegangan tinggi.


"Gimana? Lo udah tahu kan busuknya bokap lo? Makanya jadi orang jangan buta sama apa yang lo lihat. Karena apa yang lo lihat belum tentu itu kebenarannya. Gue yakin, saat ini lo nyesel kan karena lo udah salah sasaran. Lo nyakitin bos can dengan begitu keji," ucap Sergio.


Ia memang ditugaskan untuk selalu berjaga di sini, sedangkan di cafe, Ardian menyuruh asistennya untuk sesekali mengecek.


Sejak Sergio mengetahui penyiksaan yang dilakukan wanita ini pada bosnya, ia menjadi sangat kesal dan sering mengatakan hal hal yang cukup menyakitkan pada Dona.


Dona hanya diam tidak menjawab ucapan Sergio. Ia tidak tahu harus menjawab seperti apa, karena memang apa yang dikatan oleh Sergio ada benarnya.

__ADS_1


"Harusnya lo sadar diri kalo gak disukain sama cowok. Jangan banting harga diri apalagi sampe celakain orang yang gak bersalah," ucapnya lagi. Ia menyimpan nasi untuk Dona.


Bagaimana pun Ardian tetap akan memberikan makan pada Dona. Ia masih memiliki hati.


Sergio pergi meninggalkan Dona di ruangan itu. Ia malas jika harus berlama lama di ruangan itu.


***


Ashel pulang ke rumahnya setelah selesai dari kampus. Ia berpisah dengan Ayu di parkiran karena ia dijemput oleh suaminya. Ternyata Kavin benar benar melakukan apa yang ia katakan sebelumnya.


Apalagi tadi Kavin sempat menegurnya karena lama membalas chatnya. Padahal saat itu Ashel sedang ada pelajaran selanjutnya.


"Lain kali kasih tahu kalo masuk kelas. Biar aku gak uring uringan yang," ucap Kavin. Mereka sudah sampai di kamar utama.


Tak tanggung tanggung, Kavin menjemput dan mengantarkan Ashel sampai ke kamar.


"Iya. Aku yang salah, kamu yang bener terus," ucap Ashel sedikit kesal. Ia mengeluarkan ponselnya untuk diisi daya.


"Loh, kok gitu ngomongnya. Gak suka aku perhatiin kayak gitu. Iya?" Tanya Kavin. Ia berjalan mendekat ke arah istrinya.


"Bukan gitu. Kan emang kenyataannya, apapun yang aku lakuin itu selalu salah kan? Udah ya mas, aku cape. Males debat sama kamu," ucap Ashel. Ia pun berjalan ke atas kasur dan merebahkan dirinya disana. Hari ini pelajaran di kelasnya cukup membuatnya pusing tujuh keliling.


"Yang, jangan gitu dong. Kan aku kayak gini karena sayang sama kamu," ucap Kavin.


"Aku cape mas. Bahas nanti aja," ucap Ashel. Ia sebisa mungkin menghindari adu mulut dengan suaminya karena masalah sepele. Sebab mulut Ashel akan sangat jahat sekali ketika ketenangannya di ganggu. Apalagi saat ini dirinta sangat kelelahan.


"Jangan marah. Aku tahu kamu gak terlalu sula sama sikap aku kayak gini," ucap Kavin. Ia pun mencium kening istrinya dan berakhir di bibirnya.



Tbc.


Kalo ada typ maap ya

__ADS_1


__ADS_2