
SALTOOO🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
.
.
.
Happy reading♡
Kavin bukannya menjawab pertanyaan Ashel, ia malah meraup bibir ranum milik istrinya itu. Ia tidak peduli jika ada orang yang melihatnya atau pun tidak. Yang jelas ia sangat ingin melakukan ini sejak tadi. Apalagi saat istrinya ini mengerucutkan bibirnya karena kesal. Sangat lucu sekali.
Ashel terkejut dengan sikap suaminya ini. Kavin memang selalu tiba tiba seperti ini. Entah itu tiba tiba menciumnya atau tiba tiba meminta jatah.
Kavin melepaskan ciumannya. Ibu jari tangannya terangkat untuk mengusap bibir ranum istrinya yang membengkak karenanya. Meskipun hanya sebentar, namun ciuman Kavin mampu membuat bibir istrinya membengkak.
"Kita pulang ya? Besok ada dokter mata datang ke rumah. Mata kamu bengkak banget harus diperiksa," ucap Kavin.
"Pertanyaan aku belum kamu jawab mas! Kamu dari tadi gak ada niatan jawab pertanyaa itu? Siapa Bella mas? Apa bener kamu gak ada hubungan sama dia? Kok dia udah hamil sih? Mana udah enam bulan. Kalo perut buncit, kan gak gitu buncitnya," ucap Ashel. Ia gemas sendiri dengan suaminya sampai sampai ingin menggantinya dengan Manu Rios.
"Nanti aku jelasin semuanya. Bella juga mau temuin kamu sekalian minta maaf katanya. Dia gak datang hari ini soalnya ada keperluan yang lain. Sabar ya istri," ucap Kavin.
Ashel mendengus pelan. Ia masih harus menunggu jawaban dari pertanyaannya itu. Padahal saat ini ia sangat kepo dan juga takut. Takutnya suaminya memang betul ada hubungan lain dengan Bella.
***
Kavin membawa istrinya pulang ke rumah mereka meskipun tadi Ashel sempat menolaknya karena Kavin masih belum memberikan penjelasannya. Ia memilih untuk tinggal di rumah orang tuanya lebih dulu. Namun bukan Kavin namanya jika ia tidak bisa membawa paksa istrinya pulang.
Josh membukakan pintu mobil untuk Kavin baru Kavin membukakan pintu untuk istrinya. Saat Ashel akan berjalan untuk masuk, tiba tiba Kavin menggendongnya.
"Istri aku gak boleh kecapean. Soalnya nanti harus kasih aku jatah harian," ucap Kavin.
Ashel mendelik tajam ke arah suaminya. Apa? Jatah harian? Yang benar saja.
"Gak mau. Selagi kamu gak kasih penjelasan sama aku tentang siapa Bella dan apa hubungan kamu sama dia," ucap Ashel kekeuh.
"Istri gak boleh nolak kemauan suaminya sayang. Inget loh," ucap Kavin.
"Gak mau mas. Pokoknya gak mau," ucap Ashel.
__ADS_1
"Yakin? Aku paksa deh biar kamu mau," ucap Kavin. Ia menendang pintu kamarnya agar terbuka kemudian menutupnya lagi menggunakan kakinya. Sebab kedua tangannya menahan tubuh istrinya.
"Turunin mas," ucap Ashel.
"Sabar dong yang. Nanti aku turunin plus aku tindihin kamu," ucap Kavin. Dan benar saja, Kavin langsung menindih tubuh Ashel saat istrinya sudah terlentang di atas kasur.
"Apa ini gak sesek? Mereka berdempetan banget sih yang. Buka baju kamu, kasian mereka," ucap Kavin saat melihat squishy milik istrinya.
"Model bajunya kayak gini. Wajar kali mas," ucap Ashel.
"Gak wajar. Ini sampe mau tumpah tumpah kayak gini," ucap Kavin. Tangannya masuk ke belakang tubuh istrinya untuk menarik resletingnya.
"Nahkan kalo gini mereka bisa nafas," ucap Kavin.
"Terserah mas, terserah. Aku capek mau tidur," ucap Ashel.
"Gak bisa. Olahraga dulu baru tidur biar sehat. Gak enak tahu kalo gak olahraga dulu. Tidur aku gak bisa nyenyak," ucap Kavin.
"Ya itu masalah kamu, bukan masalah aku. Gak usah ngajak ngajak," ucap Ashel.
"Kamu istri aku. Inget itu," ucap Kavin. Ia pun mulai menyerang istrinya agar mau melakukan hubungan yang sering mereka lakukan setiap harinya.
Karena masalah prank kemarin, jatah Kavin sedikit susah dan mungkin agak berkurang. Ia harus rela menahan hasratnya demi kelancaran prank ini.
***
Sekitar pukul sebelas siang, Ashel masih belum juga bangun. Dokter mata yang diperintahkan Kavin datang pun harus kembali pulang tanpa memeriksa Ashel. Sebab tadi Ashel marah marah tidak ingin tidurnya di ganggu. Ia bahkan mengancam Kavin jika Kavin memaksanya.
Kavin pun akhirnya mengalah dengan sifat keras kepala istrinya ini. Ia sudah terbangun sekitar pukul delapan pagi. Ia sengaja tidak masuk kerja dan mengambil pekerjaannya untuk dibawa ke rumah. Sedangkan Ashel libur kuliah.
Kemarin saat Ashel absen masuk, Kavin sendiri yang meminta ijin ke pihak kampus karena istrinya yang sedang sakit. Juga disertai surat dokter agar pihak kampus percaya.
Surat dokter itu bisa ada karena uang Kavin.
"Yang, bangun dulu yuk. Ada Bella di bawah. Katanya kamu pengen jawaban dari pertanyaan kemarin," ucap Kavin. Ia menepuk nepuk punggung istrinya pelan.
"Ngghhh, males mas. Capek. Semua gara gara kamu yang kerasukan setan semalam," ucap Ashel.
"Jadi gak mau tahu cerita yang sebenarnya kayak gimana?" Tanya Kavin.
__ADS_1
Dengan terpaksa Ashel pun membuka matanya. "Gendong ke kamar mandi."
Kavin pun mengangguk dan melakukannya.
Setelah selesai bersih bersih dan mandi kilat, Ashel pun turun ke bawah dimana Bella berada. Tentunya masih di gendong oleh Kavin.
Di ruang tamu, memang ternyata ada Bella. Selingkuhan suaminya.
Ashel dan Kavin duduk di depan Bella.
"Hai kak, sorry atas masalah kemarin. Kakak jangan nyalahin aku, salahin aja kak Kavin. Ini semua ide dia, aku juga dipaksa sama dia," ucap Bella.
Wtf? Kak?
Dan apa ini? Bella yang sekarang terlihat seperti bocah SMA. Berbeda dengan Bella kemarin.
"Aku dipaksa harus pura pura jadi selingkuhan kak Kavin. Aku juga harus dandan terus pake bantal orang hamil biar kelihatan kayak beneran hamil. Ini bantalnya aku bawa biar kakak percaya. Ini semua murni idenya kak Kavin," ucap Bella.
"Dia siapa kamu mas?" Tanya Ashel.
"Adek sepupu aku. Dia tinggal di Italia. Mamanya sama mama adik kakak," jelas Kavin.
Demi apapun Ashel tidak habis pikir. Bocah manis ini dipaksa suaminya agar berdandan seperti wanita dewasa. Suaminya ini memang benar benar bejat.
"Aku awalnya nolak, tapi karena aku merasa bersalah gak hadir di acara pernikahan kalian akhirnya aku setuju. Maafin ya kak, aku juga sempet ngumpat gak jelas sama kakak. Please, maafin," ucap Bella. Ia terus memohon pada Ashel.
"Harusnya aku yang minta maaf sama kamu. Kemarin aku kasar banget sama kamu apalagi mulut aku," ucap Ashel.
"Gak papa kak. Semua istri pasti bakalan kayak gitu kalo suaminya nakal. Yaudah kalo gitu aku pamit dulu, udah ditunggu di bandara. Aku harus pulang hari ini," ucap Bella.
"Yaudah hati hati ya. Save flight," ucap Ashel.
Bella pun mengangguk dan melangkahkan kakinya keluar rumah.
Namun tiba tiba ia berhenti dan berbalik, "Eh kak, request ya anak lucu yang gemoy gemoy kayak mommynya. Nanti aku pulang kesini lagi harus udah ada pokoknya."
Ashel melongo mendengar ucapan Bella.
__ADS_1
Tbc.
Ramein. Kalo ada typ maapin🫨🫨🫨