
Happy reading♡
Semua keluarga langsung berangkat ke rumah sakit untuk menemani Ashel lahiran. Faraz lebih dulu berangkat karena ia yang menyetir mobil untuk Kavin dan Ashel. Sedangkan Adi berangkat dengan sisanya. Fello dengan sigap mengambil koper berisi pakaian kakak iparnya dan juga pakaian untuk calon keponakan keponakannya.
Fello tidak menyangka jika suasana akan jadi chaos seperti ini. Ia sedang asik asiknya tidur harus terbangun paksa karena mamanya.
Sementara Kavin sudah berada di ruangan persalinan. Ashel sesekali merintih karena perutnya yang terus bereaksi.
"Sudah pembukaan sembilan. Melihat dari kondisinya, Ashel harus melakukan tindakan operasi," ucap Lupita.
"Apa? Tapi kenapa?" Tanya Kavin.
"Kondisi istri mu melemah. Tidak ada pilihan lain jika kita ingin menyelamatkannya selain operasi. Lagi pula, Ashel hamil kembar," ucap Lupita.
"Lakukan apapun untuk menyelamatkan nyawa istri dan anak anak ku dok. Aku mohon," ucap Kavin.
Lupita mengangguk, "Sus, siapkan ruang operasi."
Suster mengangguk dan pergi dari sana untuk menyiapkan ruang operasi. Sementara Lupita kembali mengecek keadaan Ashel yang semakin melemah.
Saat di jalan tadi, Ashel terus terusan merintih kesakitan. Bahkan Faraz yang membawa mobil pun sempat kalap. Tapi meskipun begitu, mereka tetap sampai dengan selamat.
Lupita meminta para suster untuk mendorong brankar Ashel ke ruang operasi. Kavin juga ikut mendorong. Sejak tadi tangannya tidak lepas untuk memegang istrinya.
Keluarga yang berada di luar ruangan pun terkejut karena Ashel di dorong dalam brankar.
"Kenapa Kav?" Tanya Anna.
"Riana harus operasi bun. Doain semuanya lancar," ucap Kavin. Ia pun pergi meninggalkan keluarganya karena dia masih harus mendorong brankae istrunya masuk ke ruangan operasi.
Ashel sudah tidak bergerak karena pengaruh bius yang diberikan Lupita. Saat akan masuk, Kavin ditahan dan meminta untuk menunggu saja.
"Tapi Lu," ucap Kavin.
"Ini demi kebaikan Ashel. Aku harap kamu mengerti Kav, tidak ada waktu untuk berdebat lagi. Bersabarlah," ucap Lupita.
Suster pun menutup pintu ruang operasi. Kavin terkulai lemas ke atas ubin rumah sakit. Sarah dan yang lainnya datang menghampiri Kavin. Mereka memberikan semangat pada Kavin. Karena bagaimana pun mereka tahu seperti apa rasanya. Terutama Faraz dan Adi yang sudah berpengalaman.
"Oma sama yang lainnya on the way ke Boston ma," ucap Fello yang baru saja bergabung.
"Iya Fello. Nanti kalo mereka udah sampai bandara, kamu tolong jemput ya," ucap Sarah.
__ADS_1
"Oke ma."
***
Lima jam berlalu, akhirnya proses operasi selesai. Lupita keluar dari dalam ruang operasi dan langsung disambut oleh keluarga Ashel.
"Bagaimana Lu?" Tanya Kavin.
"Sebelumnya aku meminta maaf Kav," ucap Lupita sampai membuat Kavin mengernyit dan keluarga terdiam.
"Maksud anda apa dok?" Tanya Anna.
"Saat USG, dari awal kehamilan sampai minggu kemarin pasien masih dinyatakan mengandung dua anak sekaligus. Ternyata tidak, karena pasien mengandung tiga jabang bayi. Ketiganya berhasil selamat dan ibunya juga selamat hanya saja Ashel belum sadar karena efek obat bius," jelas Lupita membuat Faraz dan Adi saling memeluk begitu juga Sarah dan Anna. Sedangkan Kavin terdiam.
"Jadi, istri ku melahirkan tiga anak?" Tanya Kavin.
Lupita mengangguk, "Benar Kav. Maafkan aku karrna saat USG mungkin aku tidak teliti. Tapi memang setelah aku cek hasil USG Ashel, disana bayi ketiga kalian tidak menunjukan tanda tanda. Tapi memang ada."
"Apa kami bisa melihat cucu cucu kami?" Tanya Anna.
"Bisa. Tapi sekarang kondisi bayi harus di inkubator dulu, mereka masih harus menyesuaikan dirinya. Kalian bisa melihatnya dari luar ruangan," ucap Lupita.
"Lalu istriku? Apa aku bisa melihatnya sekarang?" Tanya Kavin.
"Sekali lagi maafkan aku, dan selamat Kavin," ucap Lupita.
Kavin hanya mengangguk sekilas. Ia duduk diatas kursi yang ada di depan ruangan istrinya. Ia masih terdiam seperti orang bodoh.
"Gila lo bang. Gokill, sekali jos jadi tiga," ucap Fello. Ia menepuk nepuk bahu kakaknya.
"Mama bangga sama kamu bang. Makasih banyak karena kamu dan Riana sudah memberikan mama dan papa cucu," ucap Sarah. Ia memeluk Kavin yang masih terlihat syok.
"Anak kita sudah memiliki anak yah. Bunda gak nyangka," ucap Anna.
"Iya bun, ayah juga," ucap Adi.
Tak berselang lama, brankar Ashel pun keluar dari dalam ruangan operasi. Kavin langsung mendekat dan memegang tangan istrinya. Terlihat jika Ashel sudah tersadar namun masih lemah.
"Mas, anak kita," gumam Ashel.
"Anak kita selamat sayang. Bukan kembar dua, tapi kembar tiga," ucap Kavin. Ashel tersenyum dan kembali memejamkan matanya. Pasca operasi itu ia masih sangat lemah.
__ADS_1
Ruangan Ashel berdekatan dengan ruangan bayi bayinya. Ashel ditemani oleh Kavin di ruangannya. Sementara keluarganya sudah berbondong bondong melihat bayi bayi kecil itu.
"Kav, adzan-in dulu anak kamu. Biar Riana ayah yang jaga," ucap Adi. Ia memang sengaja pergi lebih dulu. Mengingat cucu cucunya belum diadzani oleh papa mereka.
"Iya yah. Nitip istri aku," ucap Kavin.
"Dia anak ayah juga," ucap Adi tak mau kalah. Kavin hanya terkekeh. Memang benar kan tidak perlu diperjelas lagi?
Sepeninggal Kavin, Adi duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Kavin. Ia melihat putri kecilnya yang kini sudah menjadi seorang ibu.
"Ayah bangga sama kamu sayang. Bahagia selalu ya," ucapnya. Ia mengelus pelan tangan kanan Ashel.
"Maafin ayah, mungkin ayah belum bisa jadi ayah yang baik buat kamu. Tapi percayalah, ayah selalu menyayangi kamu."
Adi memang sangat menyayangi anaknya. Apapun akan ia berikan dan akan ia lakukan untuk kebahagiaan putri kecilnya ini.
"Ayah," panggil Ashel.
"Iya sayang, ayah disini," ucap Adi.
"Jangan nangis. Riana bangga punya ayah kayak ayah Adi," ucap Ashel. Wanita yang statusnya sudah berubah menjadi seorang ibu pun membuka matanya saat ayahnya berbicara padanya.
"Ayah terharu sayang. Kamu hebat, mengandung tiga nyawa sekaligus. Padahal dari keluarga kita atau pun dari suami kamu, kami tidak memiliki turunan anak kembar," ucap Adi.
"Rezekinya kali yah," ucap Ashel.
Memang benar, dari turunan Ashel atau pun Kavin tidak ada yang memiliki anak kembar. Biasanya jika ingin mendapatkan anak kembar itu harus memiliki turunan terlebih dahulu.
Namun sepertinya itu semua tidak berlaku bagi pasangan Ashel dan Kavin. Tanpa adanya turunan memiliki anak kembar, mereka mampu memilikinya. Bahkan tidak tanggung tanggung, mereka dikaruniai tiga anak sekaligus.
"Mas Kavin mana yah?" Tanya Ashel.
"Dia lagi meng-adzani anak anak kalian. Ayah sengaja menyuruhnya tadi," ucap Adi.
Ashel mengangguk dan kembali menutup matanya. Kondisinya masih sangat lemah.
Tbc.
Ziee ziee zieee. Lahirannnnn mana kembar tiga😭😭👍
__ADS_1
Ramein we, komen komen gituh. Mana sepi banget dr kemarin. Nih aku crazy up. Kalo agak melenceng pas mau lahiran ya maap yaa gak tahu soalnya😭 belum ada pengalaman🥹