
"Pa.." Lirih Queen, ketika Biandra sedang membacakan untuknya dogeng pengantar tidur.
"Iya sayang." Biandra menghentikan bacaannya.
"Di mana Mama?" Untuk pertama kalinya, Queen mempertanyakan keberadaan Maya pada Biandra.
"Mama sedang sibuk, jadi tidak bisa menemani Queen untuk sementara waktu ini."
"Tapi aku merindukannya." Suara Queen mulai bergetar, dia sedang menahan tangisannya.
Biandra hanya bisa memeluk putri kecilnya.
"Bagaimana kalau kita telpon Aunty Lea!" Tawar Biandra mengalihkan perhatian Queen pada Maya.
"Emm..." Queen mengangguk semangat.
Biandra langsung meraih ponselnya yang diletakkan di atas nakas, lalu mencari kontak Azalea dan menelponnya.
Cukup lama Queen harus menunggu sampai panggilan video itu diangkat oleh Azalea.
"Hallo Aunty.." Sapa Queen semangat.
"Hi sayang." Jawab Lea dengan suara beratnya. Pasalnya, di London baru terbit matahari dan Azalea masih di bawah selimutnya, enggan untuk bangun.
"Aunty, apa kau tidur?"
"Tidak Queen, Aunty baru saja akan bangun." Azalea membuka selimutnya, melihat ke arah jam wakernya. Lalu membandingkan waktu di London dan Indonesia. "Kenapa Queen belum tidur?" Tanya Azalea sambil membenarkan posisi duduknya.
"Aku tidak bisa tidur, apa Aunty mau membacakan dogeng untukku?" Tawar Queen.
__ADS_1
"Apa Uncle boleh ikut bergabung?" Zico yang baru terbangun langsung memeluk Azalea dan merebahkan kepalanya diatas perut Azalea yang sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur.
Dengan cepat, Biandra yang sedari tadi terus memperhatikan layar ponselnya langsung menutup mata Queen dengan tangannya. "Bisa kau tidak menunjukkan adegan dewasa pada Anakku!"
Dan itu langsung diterima Zico dengan tawanya yang bergelegar. "Apa kau tidak sekalian menutup matamu? Apa kau sanggup melihat adegan ini." Zico semakin bermanja dengan Azalea.
"Hentikan Zico." Imbuh Azalea yang merasa geli.
Biandra ikut tertawa melihat tingkah ke kanak-kanakan Zico. Walaupun sebenarnya masih ada sedikit rasa cemburu dihatinya.
Queen menarik tangan Biandra, agar menjauh dari matanya. "Apa yang kau lakukan, papa!" Celetuk Queen kesal dengan ulah Biandra.
"Yasudah, kalau begitu Uncle tidak akan mengganggu kalian. Sebaiknya Uncle mandi dan bersiap untuk pergi kerja sekarang." Zico bangkit dari tidurnya, sambil menyelimuti Azalea, menutupi dada Azalea yang terbuka karena piyama super sexy nya. "Bye bye Queen.."
"Bye Uncle." Jawab Queen sambil menguap.
"Sepertinya aku sudah mengantuk, apa bisa Aunty bacakan dogengnya malam besok?"
"Tentu saja, Aunty akan hidupkan alarm agar tidak terlambat menelpon Queen."
Gadis kecil itu terbahak. "Kau berjanji?"
"Yess..."
"Bye Aunty." Sambil melambaikan tangan ke arah layar ponsel.
"Bye sayang Aunty."
Queen langsung memposisikan tubuhnya untuk segera terlelap.
__ADS_1
"Makasih Lea." Biandra mengambil alih ponsel itu.
"Sama-sama, aku akan mematikan panggilannya sekarang."
"Tentu." Biandra tersenyum. Lalu panggilan itu dimatikan Azalea, sedangkan Biandra masih menatap ke layar ponselnya yang sudah kembali ke layar utama.
Lalu Biandra kembali mengalihkan pandangannya ke arah Queen yang sudah terlelap.
"Bagaimana mungkin bisa aku melupakanmu Lea, ketika dihadapan ku ada gadis kecil yang sangat mirip denganmu."
Biandra menghidupkan lampu tidur, dan mematikan lampu utama. Setelah itu keluar dari kamar Queen.
Hidup sebagai ayah tunggal dan pekerjaan yang begitu menyita waktu dan pikiran nya sungguh membuat Biandra kelelahan.
Ditambah lagi dengan Queen yang tidak mau diurus oleh Neneknya, Tante Yuanita.
Membuat Biandra semakin kewalahan.
.
.
.
.
.
NEXT>>>
__ADS_1