
SALTOOO🤸♀️🤸♀️🤸♀️
.
.
.
Happy reading♡
Setelah kedatangan teman temannya kemarin, malam harinya Ashel juga ikut mengantar mereka ke bandara. Tentunya bersama dengan suaminya.
Ayu juga ikut mengantar mereka. Tanpa sadar, Ayu ikut bergabung dengan circle mereka secepat itu. Padahal pertemuan pertama mereka saat menjadi bridemaid di pernikahan Ashel. Ternyata mereka sewelcome itu.
Dan hari selanjutnya, Ashel tetap menjalani kegiatannya seperti biasanya. Hanya saja kini ia tidak terlalu stress karena prank kemarin sebab semuanya sudah terungkap.
Ashel tidak pernah menyangka suaminya akan memberikan prank sejahat itu. Karena prank itu pula Ashel sampai tidak ingat hari ulang tahunnya bahkan hari jadi pernikahannya.
Yap, Kavin memang sengaja waktu itu meminta hari pernikahannya sama persis dengan hari dilahirkannya wanita yang akan mendampingi sisa hidupnya.
Tidak banyak yang tahu ternyata Ashel dan Kavin lahir di tanggal dan bulan yang sama. Hanya saja berbeda tahun.
Ashel juga sempat tidak menyangka hal itu. Mungkin inilah yang dinamakan takdir.
Hari ini Ashel sudah berjanji akan ikut suaminya ke suatu tempat. Ashel tidak tahu dimana karena seperti biasa suaminya tidak akan memberitahunya.
Mungkin ini sudah menjadi kebiasaanya bahkan mungkin sudah mendarah daging dengan sikap dan sifat suaminya.
Semalam juga setelah mengantar teman temannya ke bandara, Ashel membuka kado kado yang ia terima dari kerabat dekat dan juga temannya. Tak hanya itu, bahkan karyawan karyawan Kavin juga memberikan kado untuk istri bos mereka. Mereka katanya sengaja patungan untuk membelikan sebuah tas bermerk D yang harganya cukup fantastis.
Saat ini Ashel sedang menunggu suaminya menjemput ditemani oleh Ayu. Mereka berdua sedang berada di parkiran. Tiba tiba Nando datang menjumpai mereka.
"Kalian belom balik juga? Gue kira udah dari tadi," ucap Nando. Pasalnya tadi setelah kelas selesai, Nando memiliki urusan lain di toilet jadi mereka berpisah disana.
"Belom lah. Kan ngana lihat kami masih disini," ucap Ayu.
"Napa belum balik? Gak ada tumpangan apa belum dijemput?" Tanya Nando.
__ADS_1
"Noh bininya crazy rich belum dijemput. Sebagai sahabat yang baik gue harus nemenin dia. Takutnya kena comot sama cowok jelalatan. Secara dia cantul," ucap Ayu. Ashel yang mendengarnya cukup jengah dan menyenggol tangan Ayu.
"Gitu rupanya. Oh iya Shel, selamat ulang tahun ya. Selamat juga atas pernikahan lo yang udah berjalan lama. Langgeng selalu ya," ucap Nando. Ia memberikan sebuah kado berukuran kecil.
"Makasih Nan. Ngerepotin, tapi gue terima aja kadonya. Sayang kalo gue tolak," ucap Ashel.
"Najong. So merendah padahal punya laki tajir melintir," sindir Ayu.
Nando hanya tertawa melihat pertengkaran kecil dua sahabat ini. "Yaudah gue balik duluan ya guys. Hati hati lo pada."
"Iye Nan. Lo juga hati hati baliknya," ucap Ayu.
"Yoi."
Nando pun pergi meninggalkan kedua cewek itu yang masih setia berdiri di dekat mobil Ayu. Sebenarnya mereka bisa saja masuk dan duduk menunggu Kavin di dalam mobil, hanya saja mereka sangat senang sekali melihat lalu lalang para mahasiswa disini. Jadi mereka tetap diluar.
Setelah mobil Nando pergi, tak lama sebuah motor berhenti di depan mereka. Itu seperti kurir pengantar barang.
"Maaf, dengan nona Ashel?" Tanyanya.
"Nyonya pak. Dia udah nikah," ralat Ayu.
"Siapa pak? Kebetulan yang namanya Ashel saya," ucap Ashel.
"Saya kurang tahu siapa pengirimnya. Hanya saja beliau berpesan pada anda untuk menerima kado ini," ucapnya.
"Maaf pak, saya gak bisa terima kado ini kalo saya gak tahu siapa yang ngirimnya. Mungkin salah orang," ucap Ashel.
"Saya mohon kak, diterima ya? Ini mempertaruhkan pekerjaan saya. Kalo kakak gak nerima ini, mungkin ini hari terakhir saya bekerja," ucapnya.
"Kuno banget orang yang ngancam," ucap Ayu.
Ashel sebenarnya iba. Ia tidak mungkin membuat orang ini kehilangan pekerjaannya bukan?
Akhirnya Ashel menerima bucket bunga itu meskipun ia tidak tahu siapa pengirimnya. Saat ia akan memeriksa bucket itu, tiba tiba sebuah suara klakson mobil berbunyi. Itu Kavin, suaminya.
Ashel pun mengurungka niatnya untuk mencari tahu siapa pengirim bucket itu. Ia lantas berpamitan pada Ayu dan masuk ke dalam mobil suaminya.
__ADS_1
"Kado dari siapa?" Tanya Kavin. Saat ini ia tidak mengendarai mobil sendiri. Josh yang membawanya.
"Yang kotak ini dari Nando kalo bucket ini aku gak tahu dari siapa," ucap Ashel jujur.
"Padahal aku bisa beliin yang lebih baik dari kado kado itu," ucap Kavin. Ia cemburu, tentu saja dan Ashel sudah menduganya.
"Mas, ini bukan soal harga atau kualitas barang yang mereka kasih ke aku. Tapi ini soal menghargai pemberian mereka mas. Jangan cemburu dong," ucap Ashel.
"Tapi gak suka. Tapi yaudahlah, asal jangan kamu pake. Simpen aja hadiah hadiah ini," ucap Kavin.
"Ciee cemburu," goda Ashel. Tangannya terangkat untuk mencolek dagu suaminya.
"Hish, gak usang pegang pegang. Punya wudhu," ucap Kavin. Ia sebenarnya sangat cemburu tapi ia malu untuk mengakuinya. Meskipun sudah nikah dengan waktu yang cukup lama dengan istrinya ini, namun Kavin tetap memiliki ego yang tinggi. Apalagi soal cemburu.
"Oh, jadi gak mau dipegang nih? Yaudah jangan tidur di ranjang sama aku nanti," ucap Ashel.
Kavin kicep mendengarnya. Tidak tidur dengan istrinya? Sudah cukup gara gara prank kemarin ia jarang tidur dengan istrinya.
"GAK! APAAN SIH YANG. ENGGAK BISA GITU, YAUDAH SINI PEGANG PEGANG AKU," ucap Kavin.
Josh yang sedang mengemudi pun mengulum senyumnya melihat pertengkaran kecil suami istri itu.
***
Sedangkan di lain tempat, di sebuah ruangan Liam tengah duduk terdiam. Ia tahu tanggal berapa Ashel lahir itu sebabnya ia mengirimi Ashel bucket bunga itu.
Yap, bucket bunga yang diterima Ashel hari ini adalah bucket kiriman dari Liam.
Sebenarnya ia sangat ingin bertemu Ashel dan memberikan bucket itu secara langsung. Hanya saja ia baru saja siuman satu minggu yang lalu dari komanya. Dan saat ini ia sedang fokus pada kesehatannya agar cepat sembuh.
Liam menatap foto yang sudah di cetak di tangannya. Itu adalah foto Ashel saat menerima bucket itu. Sebenarnya kurir yang mengantar bucket pada Ashel bukanlah kurir asli. Ia adalah bawahan Liam yang sengaja bergaya seperti kurir dan juga mengatakan dirinya kurir pengantar barang. Pria yang ditugaskan Liam juga berbohong pasal ia akan dipecat. Ia melakukan itu agar Ashel mau menerimanya. Dan benar saja, Ashel menerimanya.
Liam tersenyum penuh arti saat Ashel menerima bucket itu. Ia tidak tahu niat Liam sebenarnya apa.
...Kuyyy mampir ke cerita baru aku. Klik profile aja yaaaa aku tunggu❤️🫨🫨🫨...
__ADS_1
Tbc.
Kalo ada typ maapin y goys. Rameinnm