
"Apa kau harus pulang sekarang?" Tanya Ella yang merasa tidak enak karena sudah menyita waktu Zico, dengan mengajak Zico untuk menemaninya ke butik.
"Tidak, ayo!" Zico kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celananya. Lalu berjalan mendahului Ella.
"Beneran nggak apa-apa?" Tanya Ella lagi, untuk memastikan setelah masuk kedalam mobil Zico.
"Jangan lupa pasang safety beltnya." Tanpa menjawab pertanyaan Ella, Zico melajukan mobilnya kembali ke resort.
Ting Tong! Ting Tong!
Azalea bangkit dari rebahannya, meletakkan ponsel yang sedari tadi sudah menyita banyak waktunya dengan tontonan yang sama sekali tidak bermanfaat. Berjalan menuju ke arah pintu, dan membukakan pintu untuk tamu yang entah siapa.
"Auntyyyy.." Sebuah pelukan kecil langsung menghambur ke kaki Azalea, sesaat setelah ia membukakan pintu rumah.
Wajah Azalea langsung berubah sumbringah. Padahal sebelumnya ia sedang bad mood karena Zico tidak menepati janjinya.
Pelukan Queen langsung mendapatkan balasan dari Azalea yang kini sudah berjongkok, menyeimbangi Queen.
"Kenapa, Mas yang antar?" Tanya Azalea pada Biandra.
Queen tidak datang bersama Zico, melainkan dengan Biandra.
"Tadi Zico telpon, katanya dia gak sempat jemput Queen karena lagi sibuk. Jadi-"
"Dia suruh Mas yang antar?"
Biandra terkekeh pelan, lalu mengangguk.
__ADS_1
"Dasar Zico, sibuk apa dia sampai ngeperintah-perintah Mas segala." Dengus Azalea kesal.
Biandra kembali terkekeh, entah apa yang membuat dia sedikit canggung di depan Azalea.
"Kamu sendirian dirumah?" Biandra memastikan.
"Empp, Mbak Ati sama suaminya lagi pergi belanja."
Keduanya sempat hening beberapa saat.
"Aunty!" Panggil Queen.
"Iyaa sayang.."
"Ayo kita masuk."
"Oh i-iya.." Queen langsung berlari masuk kedalam rumah, mendahului.
"Aku tunggu dimobil aja." Imbuh Biandra yang menyadari kebereran Azalea untuk mengizinkan dirinya masuk kedalam rumah.
"Empp iya.." Azalea tersenyum lega.
Biandra langsung mengambil langkah, menuju ke mobilnya.
Setelah memastikan Biandra sudah masuk ke mobilnya, Azalea masuk kedalam rumah menemui Queen. Yang sudah menunggu dirinya di ruang tengah sambil menonton.
Azalea langsung duduk disamping Queen lalu memeluk dan mencium pipi Queen berulang kali dengan gemas.
"Aunty rindu?" Tanya Queen yang hanya pasrah saja diperlakukan seperti itu oleh Azalea.
"Empp rinduuuu kali kali kali kali..." Imbuh Azalea yang masih belum melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Queen terkekeh mendengar ucapan Azalea itu. Lalu ia juga membalas mengecup pipi Azalea. "Me too..." Imbuh Queen selanjutnya.
"Queen lapar? Mau Aunty buatkan sesuatu?" Tawar Azalea.
"No.." Queen menggelengkan kepalanya.
"Oh iya, Aunty punya sesuatu untuk Queen."
"Hadiah?" Ekspresinya langsung excited.
"Empp..." Azalea mengangguk semangat. "Ayo ikut Aunty." Azalea meraih tangan mungil Queen. Membawanya ikut menuju kamar utama.
"Kuliahmu lancar?" Tanya Zico pada Ella, di sela perjalanan mereka menuju Resort.
"Lancar dong."
"Masih ingat larangan aku kan El."
"May be.." Ucap Ella sambil menaikkan kedua bahunya.
"Kok may be?" Zico langsung menoleh dengan tatapan serius. Dia melarang Ella untuk berpacaran, jika lelaki itu serius. Dia harus datang menemui Zico terlebih dahulu.
Zico merasa, ia sudah gagal menjaga Mona. Hingga mengakibatkan Mona hamil di luar nikah, lalu punya anak di usia muda. Dan Zico tidak mau, hal yang serupa juga terjadi pada Ella. Rasa sayangnya pada Ella, sama seperti rasa sayangnya pada Mona.
Zico terlalu paranoid, menganggap semua laki-laki sama seperti dirinya. Yang tidak cukup dengan satu wanita. Walaupun kini, mungkin dia sudah berubah.
>TO BE CONTINUED
__ADS_1