
aku udah crazy up. Tolong lah ramein vote komennya.
.
.
.
Happy reading♡
Sesuai ucapan suaminya kemarin, hari ini Ashel tidak pergi ke kampus begitu juga dengan Kavin. Ia tidak masuk ke kantor tapi melakukan pekerjaan kantornya di rumah. Beruntung hanya sedikit berkas yang harus ia periksa dan nanti ia juga harus zoom meeting dengan clientnya.
Mereka berdua tengah duduk bersantai di penthouse milik mereka. Kebetulan tadi pagi mereka memutuskan pulang dari resort kemarin.
Saat ini sudah siang hari, mungkin sudah pukul satu. Keduanya masih tetap setia rebahan di depan tv besar yang ada di rumah.
Mereka menghabiskan waktu dengan menonton film bersama dengan ditemani beberapa cemilan dan ice cream popcorn buatan Ashel.
Kavin tidak menyangka jika resep abal abal istrinya ini bisa seenak ini. Satu wadah besar popcorn dihabiskan oleh Kavin, Ashel hanya makan beberapa.
"Yang, gak bosen? Kalo bosen kita ke mall aja yuk," ajak Kavin.
"Mager mas. Lagian jalan aku masih aneh. Malu dilihatin sama orang," ucap Ashel.
"Ya gak papa yang, ngapain malu. Bilang aja abis ngasih jatah sama suami," ucap Kavin yang langsung mendapat geplakan dari istrinya.
"Sakit loh, kasar deh," ucap Kavin.
"Kamu emang harus di kasarin sesekali. Biar mulutnya kalo ngomong bisa di filter dulu," ucap Ashel. Kavin mengerucutkan bibirnya dan kembali tiduran diatas paha istrinya. Sedangkan Ashel duduk bersandar pada kasur lipat yang sengaja ia gelar di depan tv.
Mereka berdua kembali fokus pada film yang sedang berputar di depan sana. Kavin kembali memakan sisa popcorn yang masih ada sedangkan Ashel menikmati buah strowberry yang dibelikan oleh Ardian.
Ashel adalah pecinta buah nomor satu di keluarganya. Ia mampu tidak makan nasi dalam satu hari namun ia tidak mampu jika tidak nyemil buah.
Kavin tentu saja senang karena istrinya suka buah buahan. Jenis buah apapun pasti dimakan oleh istrinya. Hanya satu buah yang jarang dinikmati olehnya, yaitu buah semangka.
Entah mengapa istrinya sangat enggan memakan buah semangka. Padahal menurutnya itu enak dan banyak airnya tapi Ashel tetap tidak suka dan jarang memakannya.
Tiba tiba ponsel Ashel berbunyi. Terdengar notifikasi masuk. Ashel langsung meraih ponselnya dan melihat notif itu.
Matanya membulat setelah membaca isi pesan itu.
__ADS_1
"MAS KAMU GAK SALAH KASIH UANG BULANAN SAMA AKU SEGINI? TIGA DIGIT? APA GAK KEBANYAKAN?" tanya Ashel heboh. Yap, notifikasi yang masuk ke ponselnya adalah sms banking yang masuk.
Sms itu rutin tiap bulan masuk ke ponsel istrinya sebagai pemberitahuan jika ada dana tambahan yang masuk ke rekeningnya.
"Enggak. Malahan aku pengen nambahin cuma kan kita harus nabung buat masa depan. Belum lagi buat anak anak kita nanti, jadi aku bagi bagi aja. Uang tabungan masa depan sama uang bulanan kamu," ucap Kavin.
"Tapi ini kegedean. Nominal tabungan aku makin membengkak mas. Belum lagi yang bulan bulan lalu yang udah kamu transfer ditambah uang lima puluh juta itu belum aku pake sama sekali loh," ucap Ashel. Ia teringat uang yang pernah ia minta padahal niatnya hanya becanda dan waktu itu ia hanya minta lima ratus ribu, tapi ternyata Kavin mengirimkan uang padanya diluar nalar.
"Ya makanya pake yang. Jadi orang jangan irit irit amat. Sekali sekali lah kamu boros gitu biar aku makin giat kerjanya buat nafkahin kamu. Masa uang lima puluh juta belum abis juga," ucap Kavin dengan entengnya.
Ashel speechless dengan ucapan suaminya yang kelewat batas.
Empuk sekali bibirnya mengatakan hal itu. Uang lima puluh juta bukanlah uang yang kecil. Belum lagi tambahan uang bulanan yang tak ternilai nominalnya.
Lama lama Ashel pusing sendiri menghadapi suami seroyal ini.
"Nanti aku mau zoom meeting habis itu kita ke mall ya? Aku gak terima penolakan apapun. Kalo kamu mager dan tetep nolak, siap siap berakhir dibawah kukungan aku," ucap Kavin.
Ashel tersenyum paksa dan mencubit pelan pipi suaminya.
"Sayang banyak banyak deh sama suami aku ini," ucapnya.
"Ya haruslah. Kamu istri aku udah seharusnya kamu sayang sama aku," ucap Kavin.
***
Satu manusia yang sangat Kavin musuhi sedang duduk anteng di depannya saat ini. Padahal rencana awal setelah ia selesai zoom meeting ia ingin membawa istrinya jalan jalan keluar rumah, tapi ternyata ada satu mahluk astral yang nyangkut ke rumahnya.
Rafello.
Ya, adik satu satunya Kavin ini tiba tiba datang berkunjung.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba anak itu datang begitu saja. Mau tak mau Kavin membukakan pintu rumahnya.
"Ngapa lu bang? Sinis amat sama gue," ucap Rafello.
"Ngapain lo kesini? Gue gak nerima tamu modelan orang kayak lo," ucap Kavin.
"Mas, gak boleh gitu. Gitu gitu dia adek kamu loh," ucap Ashel.
"Heh, gitu gitu paan maskut mu hah? Aku ni ganteng makanya besti mu suka. Tapi sialnya masih ada si Dimas di kehidupan dia anjin*," umpat Rafello.
__ADS_1
Kavin langsung melayangkan bantal sofa pada wajah adiknya ini saat ia mendengar umpatan itu.
"Becanda ya allah, kasar amat," ucapnya dramatis.
"Mulut lo udah lulus buat masuk neraka. Cocok banget, untung Ayu gak nerima lo," ucap Kavin.
Sedangkan Ashel hanya diam dan sesekali tersenyum mendengar perdebatan antara kakak adik ini.
"Sembarangan! Gue belum nikah yakali udah dipanggil sama yang maha kuasa," ucap Rafello.
"Jawab, lo mau apa kesini?" Tanya Kavin.
"Maling."
"Miskin lo sampe mau maling di rumah gue?"
"Ya enggak lah bang. Gue cuma gabut aja abis balik ngampus. Lagian kakak ipar gak masuk, yaudah gue kesini sekalian main," ucap Rafello
"Sama ada permintaan sih sebenarnya sama kalian berdua," sambungnya.
Ashel dan Kavin saling beradu pandang. "Apa?" Tanya Kavin.
"Jadi gini bang, kakak ipar," ucap Rafello.
"Beberapa bulan yang lalu gue scroll tiktok. Gue nemu satu akun. Disana gue lihat banyak banget bayi bayi lucu," jeda Rafello.
Ashel yang mendengarnya sudah was was sendiri.
"Terus?" Tanya Kavin.
"Bayinya lucu lucu, yaudah gue cek out tuh. Gak lama dari itu, sekitar satu mingguan datenglah itu barang ke alamat apart gue. Dan sekarang gue bawa bayi bayi itu kesini khusus buat kakak ipar biar dia bisa rawat mereka," ucap Rafello.
Ashel dan Kavin semakin bingung dengan ucapan Rafello. Jika ia memang mengadopsi anak, kenapa harus cek out? Dan untuk apa dia mengadopsi anak?
Rafello membuka ransel miliknya dan mengeluarkan sesuatu.
"Ini loh tolong dijaga ya sama kalian. Gue harap calon keponakan keponakan gue jumlahnya segini biar rame juga. Kan seru," ucap Rafello.
Tbc.
__ADS_1
Gak habis thinking sama fello😔😭
Kalo ads typ maap ya.