My Little Wife

My Little Wife
Ep. 107 >>> WELCOME TO MY PARADISE


__ADS_3

"Welcome to my paradise." Zico mempersilahkan Azalea masuk kedalam rumahnya. Ini untuk pertama kalinya, Azalea menginjakkan kakinya di rumah Zico yang berada di London.


"Kau punya selera yang bagus." Imbuh Azalea, sembari melihat setiap sudut ruangan itu.


"Karena aku punya selera yang bagus lah, makanya aku menyukai mu."


"Gombal..."


"Ayo, aku tunjukkan kamar kita." Zico meraih tangan Azalea, dan membawanya ke kamar utama. Sebenarnya, rumah itu baru di renovasi. Semenjak Azalea menyetujui untuk tinggal bersama nya di London. Zico diam-diam merenovasi rumahnya.


"Woww...." Azalea sungguh terpana, benar-benar terpana. Kamar itu lebih mewah dari pada dugaannya.


"Dan satu lagi."


"Lagi!" Azalea mengernyitkan keningnya, hanya mengikuti langkah Zico yang sedang mengajaknya ke kamar yang lainnya.


"Apa maksud mu kita mempunyai kamar untuk tidur lebih dari satu? Ya, aku tahu rumah ini pasti memiliki banyak kamar, tapi bukan berarti-" Kalimat Azalea terhenti, ketika Zico membawanya ke sebuah kamar. Bernuansa kalem, dengan tempat tidur bayi, tidak hanya satu. Disana diletakkan dua tempat tidur bayi.


"Zico..." Raut wajah Azalea yang berbinar juga di penuhi tanda tanya. "Bagaimana mungkin kau bisa kepikiran untuk membuat kamar bayi?"


"Hemm ingin saja." Zico memeluk istrinya dari belakang.


"Lalu, kenapa ada dua tempat tidur?"


"Entahlah, aku hanya merasa kita akan mempunyai bayi kembar."


"Kau akan kecewa jika itu tidak sesuai dengan keinginan mu."

__ADS_1


"Tidak akan. Asalkan denganmu, punya anak satu atau kembar tak akan masalah."


Azalea membalikkan badannya, membalas pelukan itu.


"Apa kita harus mencobanya sekarang?" Goda Azalea manja.


Zico langsung tersipu dengan ajakan itu. Apalagi ketika Azalea menggigit bibir bawahnya, sengaja untuk menggoda Zico.


"Apa kau sudah siap menjadi ibu?"


"Tentu!" Jawab Azalea tanpa ragu.


Gigitan lembut menghampiri bibir Azalea.


"Jangan menangis minta ampun." Zico menggendong istri kecilnya, membawanya ke kamar utama. Merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Lalu mulai mencumbuinya.


Tidak hanya diam. Azalea kini yang mendominasi. "Kita lihat siapa yang akan ketagihan." Imbuh Azalea tak mau kalah. Dengan tingkah nakalnya, kini justru Azalea yang membuat Zico mendesah.


Namun, ketika Azalea sudah tidak tahan dan ingin memasukkannya. Zico merebahkan tubuh Azalea dan kembali menindihnya.


"Belum waktunya, baby." Bisik Zico lembut di telinga Azalea.


"Aku sudah tidak tahan, Zic!"


Zico tersenyum smirk, puas karena akhirnya Azalea memohon untuk padanya untuk memasukkannya.


"Kau mengaku kalah sekarang?"

__ADS_1


"Ahhh." Desah Azalea ketika Zico memasukkannya dengan tiba-tiba.


Peluh mereka saling berjatuhan, setiap sentuhan dinikmati dengan *******.


"Kau benar-benar membuat aku gila, Lea!"


Rasa nikmat yang belum pernah didapatkan dari wanita lain.


Azalea, tetap menjadi satu-satunya yang bisa memuaskan nafsu Zico.


"******* ini yang selalu aku rindukan darimu sayang." Sambil menggigit pelan daun telinga Azalea. Membuat Azalea kembali bergeliat kenikmatan, ketika hembusan nafas Zico yang hangat membuat Azalea seakan melayang.


"Kau akan kalah Zico." Diiringi desahannya.


"Kau yang akan kalah, honey." Zico kembali menunjukkan senyuman smirk nya, ketika Azalea berulang kali membusungkan dadanya. Tangannya dengan kuat meremas lengan kekar Zico.


Matanya terpejam sambil menggigit bibir bawahnya yang sedikit tebal. Membuat Zico, tidak tahan. Juga ingin mengigit bibir ranum itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


NEXT>>>


__ADS_2