My Little Wife

My Little Wife
Bab 349 : Dipecat


__ADS_3

Happy reading♡


Ashel baru selesai menidurkan anak anaknya di samping tempat tidur miliknya. Ketiga anaknya tidur dengan cepat dan tanpa minum asi kecuali Ling. Mereka tidur bertiga di kasur yang sama. Kasurnya cukup luas. Di bagian sisi sisi kasurnya dipasang penghalang, takutnya anak anaknya terjatuh.


Ashel mengecup pelan kening ketiga anaknya. "Nice dream baby's. Jangan rewel ya? Tidurnya nyenyak, besok bangun main lagi yang anteng."


Setelah menidurkan anak anaknya kini giliran menidurkan adik Kavin. Bukan Rafello tentu saja, melainkan Kavin's junior. Kejantanan suaminya sejak tadi sudah mengembung karena ulah Kavin sendiri. Pria itu menatap video syur yang isinya dirinya dan istrinya saat mereka bulan madu waktu itu.


"Yang," rengek Kavin.


"Kan dibilang jangan lihat video itu. Masih ngeyel," ucap Ashel pelan.


"Cepet ganti pake lingerie yang tadi aku beliin," ucap Kavin.


Saat di mall tadi Kavin dan Ardian memang pergi membeli lingerie untuk pasangannya masing masing. Tak tanggung tanggung Kavin membelinya sampai lima pasang. Semuanga berbentuk g-string dibagian bawahnya. Rata rata berwarna merah maroon, merah menyala dan hitam.


"Iya sayang, sebentar," ucap Ashel. Malas tidak malas ia tetap harus mengikuti kemauan suaminya. Belajar dari pengalaman masa lalu dimana Ashel waktu itu menolak karena kelelahan, alhasil Kavin malah berbuat kasar dan memperkos*nya. Ashel memang menolaknya diawal permainan, namun lama kelamaan Ashel menikmatinya.


Ashel masuk ke walk in closetnya. Ia mengambil lingerie baru yang ternyata sudah dicuci. Ternyata suaminya gerak cepat sekali dan sangat niat.


"Gila, modelnya gini semua," gumam Ashel. Terpaksa ia pun menggunakannya. Ia memakai parfume khusus untuk menaikan libido suaminya. Ashel juga memakai lipstik merah merona. Setelah siap, ia pun berbalik dan hendak kembali ke kamar, namun ternyata suaminya sudah berdiri di ambang pintu. Bersidekap dada dengan tubuh shirtless dibagian atas.


"Kita belum pernah bermain disini kan?" Tanya Kavin. Pria itu berjalan mendekat ke arah istrinya dan menaruk pinggang Ashel agar mendekat ke tubuhnya.


"Mau disini?" Tanya Ashel dengan nada sensual. Ia mengusap lembut dada bidang suaminya dan mengecupinya.


"Boleh," ucap Kavin. Ashel tersenyum dan menarik tekuk suaminya. Bibir mereka menyatu, saling mengecup yang diakhiri dengan ******n. Ashel melepaskan ciumannya. Bibirnya basah karena salivanya dan suaminya saat mereka bermain bibir tadi.

__ADS_1


Ciuman Ashel turun ke leher suaminya. Menciumnya dan meninggalkan bekas merah keunguan disana. Kavin sendiri hanya diam saja menikmati cumbuan istrinya. Biasanya dia yang akan bermain lebih dulu, namun ternyata istrinya yang memulai duluan.


Cukup pegal karena menunduk terlalu lama, Kavin pun menaikan tubuh istrinya ke meja nakas kecil yang tingginya setara perutnya. Kaki Ashel terbuka dan mengapit tubuh suaminya. Cukup lama Ashel bermain di area leher kini turun ke area dada suaminya. Tangannya terulur untuk mengelus pelan milik suaminya yang semakin membesar dibalik balutan boxer. Ashel tidak ingin lama melakukan foreplay, ia pun mendorong pelan tubuh suaminya dan turun dari duduknya. Ashel membuka penutup terakhir tubuh suaminya, milik suaminya mencuat keluar dan menabrak wajahnya.


Ashel tersenyum miring saat suaminya memejamkan matanya. Tangannya bermain di milik suaminya. Kavin pun akhirnya mengeluarkan geramannya. Setelah milik suaminya semakin tegang, Ashel pun hendak memasukan benda itu ke mulutnya namun Kavin menahannya.


"Jangan. Kemarin sudah," ucap Kavin serak. Pria ini memang selalu melarang istrinya untuk melakukan itu pada miliknya, seperti mengul*mnya. Kavin bukan tidak suka, hanya saja ia selalu cepat keluar karena permainan lihai lidah istrinya.


Dengan tanpa perasaan, Kavin menarik kain segitiga yang dipakai istrinya. Ternyata sudah basah.


"Aku tidak akan melakukan foreplay sayang. So, nikmati rasa sakitnya," bisik Kavin. Ia menarik sebelah kaki kanan istrinya dan penyatuan pun terjadi.


Malam yang masih panjang akan mereka lewati dengan saling menumpahkan kasih sayang mereka melalui hubungan intim ini.


***


Ayu menggeliat dalam tidurnya. Ia menyipitkan matanya untuk melihat jam di ponselnya.


"Pukul delapan tiga puluh," gumamnya. Ia pun kembali menyimpan ponselnya.


"APA?! PUKUL DELAPAN?!" Teriak Ayu sampai mengganggu tidur Rafello.


"Sayang bangun, aku telat ke kantor," ucap Ayu sedikit keras. Wanita itu dengan rusuh hendak melepaskan pelukan kekasihnya dan keluar dari gulungan selimut tebal miliknya.


"Ssttt sayang. Tidur lagi, diluar hujan," ucap Rafello.


"KAMU KENAPA SIH? LEPASIN BYY, AKU TELAT KE KANTOR," teriaknya.

__ADS_1


"Sayang, kamu udah dipecat. Gak perlu kerja lagi, fokus sama pernikahan kita. Pengalaman selama beberapa bulan kemarin sudah cukup kan? Jangan buat aku nekat bercocok tanam pagi ini," ucap Fello. Terdengar nada ancaman dari ucapannya.


Ayu terdiam. Dia sudah dipecat?


Ia pun mengambil ponselnya dan menelepon pihak divisi personalia. Namun belum juga menelepon, ia sudah mendapatkan dua notif di emailnya. Satu berisi surat resignnya dan satu email berisi gaji dan persangonnya.


"Semua gara gara kamu?" Tanya Ayu.


"Iya. Aku sudah muak melihat raut kelelahan di wajah kamu. Apalagi senior kamu dengan sengaja memberikan pekerjaan mereka kepada mu. Dan kamu dengan baiknya mengerjakannya. Kamu pikir aku tidak tahu? Aku tahu semuanya byy. Makanya aku selalu hukum kamu ketika kamu pulang telat agar paginya kamu bisa telat ke kantor. Tapi ternyata kamu tetap rajin, tidak ada pilihan lain selain membuat mu dipecat dari sana," jelas Rafello. Matanya kini sudah terbuka dengan lebar.


"Aku tahu kamu kecewa sama sikap aku. Tapi aku kayak gini karena aku sayang sama kamu. Aku sanggup biayain kehidupan kamu. Dan lagi pernikahan kita sudah dekat, kamu dan aku harus fokus pada acaranya," ucap Fello.


Ayu terdiam. Namun tiba tiba ia merebahkan tubuhnya dan memeluk Fello.


"Maafin keegoisan aku byy. Aku terlalu sibuk kerja sampe sampe lupa sama kamu bahkan pernikahan kita. Maafin aku," ucap Ayu. Ucapan Rafello tadi cukup menamparnya. Meskipun Fello tidak mengatakannya tapi Ayu peka jika Fello kecewa karenanya.


Pernikahan mereka sudah dekat, namun ia malah sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan tak jarang setelah bekerja, komunikasinya dengan Fello jadi jarang.


"It's okay babe. Gak papa, aku seneng karena kamu gak ngotot minta kerja lagi. Udah cukup ya cari uang buat nafkahi diri kamu sendiri, kini giliran aku buat nafkahin kamu lahir dan batin," ucap Rafello.


Ayu tersenyum dan mengangguk. Ia mengeratkan pelukannya pada tunangannya. Cuaca pagi yang dingin memang cocok untuk mencari kehangatan.



Tbc.


Inpo cowok kayak Pelo?☝️

__ADS_1


__ADS_2