My Little Wife

My Little Wife
Bab 367 : Berusaha Memperbaiki


__ADS_3

Happy reading♡


Berhari hari berlalu, keadaan Ling sudah berangsur membaik. Semua lebam di tubuhnya sudah hilang dan juga retakan tulang di beberapa bagian tubuhnya sudah menghilang. Kini anak itu sudah kembali aktif bermain.


Ashel dan Kavin tentu saja bahagia. Akhirnya kondisi anaknya sudah kembali pulih dan sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Bahkan anak itu menjadi hiper aktif sama seperti Kai. Mungkin akibat dari sakit kemarin ia hanya bisa diam saja dan hanya bisa memainkan pesawat udaranya.


Hubungan Ashel dan Ayu masih belum membaik. Ashel memang sudah memaafkannya tapi sikapnya berubah. Mungkin ia sudah sangat kecewa dengan Ayu. Persahabatan mereka yang cukup lama itu hancur karena keegoisan Ayu sendiri.


Ayu dan Fello sudah kembali ke Boston. Mereka baru pulang bulan madu. Saat pulang ke Boston, Ayu langsung meminta bertamu ke rumah Ashel dengan maksud ingin meminta maaf dan memperbaiki semuanya. Ashel memang menerima kehadiran Ayu di mansionnya tapi ia tidak mengijinkan Ayu atau pun Rafello menengok anak anaknya. Anggaplah Ashel trauma. Ia bersikap seperti ini hanya berjaga jaga saja.


Ayu hanya bisa bersabar begitu juga dengan Fello. Yanh penting mereka sudah memiliki niat baik untuk meminta maaf dan memperbaiki semuanya.


"Mas, aku jahat gak sih kalo enggak ngijinin Fello sama Ayu ketemu baby's?" Tanya Ashel. Saat ini langit Boston sudah gelap dan jam sudah menunjukan pukul tujuh malam.


"Enggak. Wajar kamu kayak gitu, kamu cuma jaga jaga agar anak anak kita gak pernah ngalamin kejadian kayak Ling. Itu kekhawatiran seorang ibu," ucap Kavin.


Mereka berdua sedang menonton tv di kamar utama. Ketiga anaknya sudah tertidur bersama dengan Ashel tadi. Dan kini waktunya ia berduaan dengan suaminya.


"Aku udah maafin mereka, cuma gimana ya. Kayak aku gak bisa gitu bersikap kayak dulu lagi ke mereka. Kayaknya aku bener bener kecewa sama mereka berdua apalagi Ayu. Aku masih ingat betul waktu dia salahin aku karena Ling kayak gitu," ucap Ashel.


"Ya emang salah dia yang buta-nya kebangetan banget sampe sampe gak mau lihat kenyataan. Mama juga katanya baru baikan lagi sama dia," ucap Kavin.


"Iya kah. Kasihan juga," ucap Ashel.

__ADS_1


"Udah gak usah kasihan sama orang kayak gitu. Sesekali kamu jangan mudah memaafkan yang, yang ada mereka malah ngelunjak nantinya," ucap Kavin.


"Sifat baik aku udah mendarah daging mas. Gimana dong?" Tanya Ashel.


"Ya jangan baik baik amat jadi orang. Kan orang juga suka seenaknya sama kita," ucap Kavin. Ashel menahan tawanya saat mendengar ucapan suaminya ini. Kavin memang akan berbeda dengan Kavin di depan orang dan di depan dirinya.


Sudah lama menikah tapi Kavin tetap tidak bisa merubah dirinya ketika di depan orang lain. Dia akan menjadi tegas dan sangat ditakuti sekali. Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya selalu menohok lawan bicaranya. Berbeda ketika bersamanya. Ashel selalu tersenyum ketika mengingat hal itu. Jika dipikir pikir, itu cukup lucu.


"Udah yuk bobo. Sekalian mau minta jatah," ucap Kavin.


"Jatah terosss," sindir Ashel.


"Cuacanya pas sayang. Lagi ujan tuh diluar. Enak yang anget anget kalo ujan begini," ucap Kavin. Ashel hanya bisa pasrah dan mengikuti ucapan suaminya. Menolak pun rasanya tidak bisa. Selain dosa, Kavin juga pasti tidak akan membiarkan Ashel untuk tidak melayani nafsunya yang sanga besar sekali.


Sementata itu dilain tempat, Lupita baru saja bertengkar dengan ayah-nya karena ia menentang kencan buta yang direncanakan ayah-nya. Sampai kapan pun Lupi tidak akan pernqh pergi ke acara yang direncanakan ayah-nya itu.


Lupita sudah memiliki Ardian dan besok mereka akan melangsungkan acara pernikahan. Lupi dan Ardian memilih menikah siri dulu baru mereka akan ke Indonesia untuk mengurus surat surat nikah. Lupi tidak masalah dengan rencana Ardian. Justru ia senang karena akhirnya ia dinikahi juga.


"Lupi, sampai mati pun ayah tidak akan pernah merestui hubungan mu dengan pria bajingan itu," ucapnya.


"Apa Lupi memerlukan restu ayah? Selama ini sudah cukup Lupi mengikuti kemauan ayah. Kini giliran Lupi yang menentukan kehidupan Lupi sendiri. Orang yang ayah anggap sebagai berandal adalah orang yang Lupi cintai," ucap Lupita.


"Kamu jadi pembangkang seperti ini setelah kamu kenal dengan pria itu. Dia tidak baik untuk mu Lupita!" Ucapnya.

__ADS_1


"Lihatlah, semenjak ayah menikah lagi ayah bahkan berubah juga. Selama Lupi hidup dari bayi sampai sebesar sekarang, apa pernah ayah marah seperti ini? Tidak kan? Lebih baik ayah urus saja keluarga baru ayah. Lupi akan bahagia dengan cara Lupi sendiri," ucap Lupita.


"Cukup Lupi! Mama kamu sangat menyayangi kamu. Apa kamu tidak bisa sedikit saja menerima mama baru kamu itu?" Tanyanya.


"Tidak. Bahkan tidak akan pernah. Lupi hanya punya satu ibu hanya saja dia sudah lama meninggalkan Lupi. Lupi juga akan memastikan jika Lupi akan mengetahui siapa yang membunuh ibu. Ayah memang memiliki banyak uang tapi ayah tidak pernah sedikit pun mencari penyebab kematian ibu. Sedangkan untuk memenuhi keingknan keluarga baru ayah, ayah sangat sanggup. Lupi bener bener kecewa sama ayah," ucap Lupita.


Kematian ibunya memang masih menjadi tanda tanya besar sampai saat ini. Tidak ada yang tahu apa penyebab kematiannya. Dan sejak saat itu Lupita bertekad untuk mencari tahu penyebab kematian ibunya.


"Kamu mau kemana Lupi?" Tanyanya saat melihat Lupita pergi dari sana membawa koper dan barang barangnya.


"Anda pikir Lupi mau tinggal satu rumah dengan keluarga baru anda? Lupi sama sekali tidak sudi," ucap Lupita. Ia keluar dari dalam rumah besar itu. Diluar rumah, ada Ardian yang sedang menunggunya. Ardian langsung mengambil koper milik Lupi dan membawanya masuk ke dalam bagasi kemudian pergi dari sana.


Ayah Lupita hanya bisa menatap kepergian anaknya itu. Apa mungkin ia sudah salah karena sudah kembali menikah lagi? Tapi dia juga kesepian selama ini jadi ia memutuskan untuk menikah lagi.


Sementara di dalam mobil, Lupita mengeluarkan air matanya. Sebenarnya ia sangat menyayangi ayahnya hanya saja ayahnya sangat egois sekali. Ia memutuskan untuk pergi saja. Toh Ardian mau menampungnya.


"Malam ini kita ke Indonesia. Aku ingin segera menikahi mu sah secara hukum dan agama," ucap Ardian.


"Apa? Kenapa secepat itu?" Tanya Lupita.


"Lebih cepat lebih baik sayang. Aku tidak ingin berlama lama untuk tidak segera mengikat kamu. Aku tidak ingin kamu berpaling," ucap Ardian membuat Lupita senang.


"Ar, aku tidak mungkin berpaling. Aku menyayangi mu dan aku tidak pernah berpikiran seperti apa yang kamu pikirkan."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2